Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Selain Kanker, Penyakit Ini Bisa Diobati dengan Kemoterapi

Selain Kanker, Penyakit Ini Bisa Diobati dengan Kemoterapi

Kemoterapi tidak hanya digunakan untuk mengobati kanker. Ada beberapa kondisi kesehatan lain yang bisa dibantu diatasi dengan kemoterapi. Berikut daftarnya.

Ketika mendengar kata kemoterapi, beberapa orang langsung mengingatnya sebagai pengobatan kanker. Namun nyatanya, kemoterapi tak hanya digunakan untuk mengatasi kanker.

Kemoterapi dapat digunakan untuk mengobati penyakit lain yang berhubungan dengan sel.

Perlu diketahui, sel di dalam tubuh, termasuk sel jahat penyebab kanker, dapat membelah dan memperbanyak dirinya dengan cepat.

Dengan kemoterapi, obat-obat bisa masuk ke dalam darah, menargetkan sel penyebab penyakit, lalu membunuh dan menghancurkannya. Proses itu disebut sebagai apoptosis.

Obat kemoterapi bisa diberikan lewat intravena (infus), topikal (oles), disuntikkan ke dalam tubuh, atau secara oral (diminum).

Berikut beberapa penyakit lain yang kemungkinan bisa diobati atau dibantu diatasi dengan kemoterapi. 

1 dari 5 halaman

1. Transplantasi Sumsum Tulang Belakang

Dokter Devia Irine Putri menjelaskan, “Kemoterapi bisa digunakan untuk membantu proses persiapan transplantasi stem sel sumsum tulang belakang jika penderitanya memiliki penyakit atau masalah di bagian sumsum tulangnya.”

2. Penyakit Lupus

Methotrexate adalah salah satu obat kemoterapi yang dapat digunakan untuk mengobati lupus.

Obat methotrexate bisa digunakan untuk mengobati penyakit autoimun dengan kondisi sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif.

Namun, untuk mengobati penyakit lupus, dokter biasanya memberikan obat methotrexate berbentuk pil dan dosisnya jauh lebih rendah.

Artikel Lainnya: Aturan Makan untuk Pasien Kemoterapi

2 dari 5 halaman

3. Vaskulitis

Menurut dr. Devia Irine, vaskulitis juga bisa diobati dengan kemoterapi. Vaskulitis merupakan kondisi adanya masalah peradangan di pembuluh darah.

Ketika mengalami vaskulitis, sistem kekebalan tubuh akan menyerang sel di pembuluh darah karena dianggap sebagai zat atau benda asing

4. Penyakit Rheumatoid Arthritis

Selain lupus, dr. Devia Irine mengatakan ada beberapa gangguan sistem kekebalan lainnya yang bisa diobati dengan kemoterapi, yakni rheumatoid arthritis (RA).

RA adalah kondisi peradangan sendi. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sendi.

Gejala rheumatoid arthritis dapat berupa nyeri, bengkak, serta kaku di bagian sendi kaki dan tangan.

3 dari 5 halaman

5. Skleroderma

Skleroderma merupakan salah satu jenis penyakit autoimun. Kondisi ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan ikan sendiri.

Akibatnya, pembuluh darah dan organ dalam menjadi menebal. Scleroderma menjadi satu kondisi yang mungkin bisa diatasi dengan kemoterapi.

Artikel Lainnya: Berapa Lama Kemoterapi Harus Dilakukan untuk Perawatan Penderita Kanker?

6. Penyakit Crohn

Penyakit Crohn adalah penyakit autoimun kronis yang menyebabkan peradangan, terutama di saluran pencernaan.

Dalam beberapa kasus, kondisi pasien penyakit Crohn tidak merespons pemberian obat dokter dengan baik.

Pada akhirnya, gejala penyakit Crohn pun bisa menjadi lebih buruk. Kalau sudah begini, dokter dapat menyaran tindakan kemoterapi.

4 dari 5 halaman

7. Polimiositis

Polimiositis adalah penyakit yang berhubungan peradangan di otot. Peradangan ini bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, termasuk di pembuluh darah sekitar otot.

Beberapa dokter dapat menyarankan kemoterapi untuk mengobati polimiositis.

Artikel Lainnya: Perawatan Kulit pada Anak Penderita Kanker yang Sedang Menjalani Kemoterapi

Kendati bermanfaat untuk membantu mengatasi penyakit, pengobatan kemoterapi tetap memiliki efek samping.

Berapa efek samping yang bisa terjadi selama pengobatan kemoterapi, meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Rambut rontok
  • Kehilangan selera makan
  • Kelelahan
  • Demam
  • Sariawan
  • Sembelit
  • Tubuh mudah memar

Kebanyakan efek samping dari kemoterapi dapat dicegah atau diobati. Bahkan, sebagian besar efek samping dapat mereda setelah pengobatan kemoterapi berakhir.

Untuk mengetahui lebih lanjut soal kemoterapi, Anda bisa membaca terus artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter.

Anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter melalui fitur LiveChat.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar