Sukses

Mengenal Fenomena Love Bombing dalam Sebuah Hubungan

Hati-hati jika perjalanan cinta Anda terlalu intens dan cepat. Bisa jadi itu adalah manipulasi love bombing. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Semakin banyak fenomena dating yang membuat geleng-geleng kepala. Tak cuma ghosting, gaslighting, dan ghostlighting, ada juga istilah love bombing.

Dari kata yang digunakan, mungkin sekilas Anda merasa bahwa love bombing adalah hubungan yang sangat romantis dan hangat. Tapi, jangan salah, hal tersebut sebenarnya bersifat manipulatif juga.

 

1 dari 4 halaman

Apa Itu Love Bombing?

Love bombing merupakan kondisi saat orang membombardir pasangannya dengan hadiah, perhatian, kasih sayang, dan pujian.

Komunikasi yang dilakukan juga sangat intens; tak ada jeda sama sekali. Perjalanan cinta pun terasa sangat cepat. Meski baru kenal sebentar, rasanya sudah kenal bertahun-tahun.

Bukannya hal tersebut bagus, ya? Ternyata, tidak juga. Hal yang sangat berlebih seperti itu biasanya dilakukan oleh seorang sosiopat, narsistik, dan manipulator.

Pelaku love bombing benar-benar menciptakan hubungan yang terlalu penuh cinta sehingga pasangannya tidak peka terhadap maksud dari perbuatan tersebut.

Karena tidak menyadari bahwa ia sedang dimanipulasi, pasangannya akan merasa nyaman-nyaman saja.

Mungkin orang tersebut akan merasa heran jika ada orang yang menanyakan hubungannya.

Artikel Lainnya: Punya Pacar 2 Dimensi, Apakah Termasuk Gangguan Mental?

Seiring berjalannya waktu, pelaku love bombing akan semakin menuntut dan pasangannya semakin kewalahan. Ia akan sangat mendominasi, cemburuan, dan memaksakan segala hal kepada pasangannya.

Jika pasangannya menolak, pelaku love bombing bisa mengungkit hal-hal yang telah diberikan selama ini. “Korbannya” akan kehilangan waktu bersama orang lain, termasuk dengan keluarga dan sahabatnya sendiri.

Batasan dan privasi juga tidak ada. Korbannya dibuat ketergantungan secara emosional dan selalu mematuhi semua keinginan pasangan yang menjadi pelaku love bombing.

Bukan tak mungkin, kekerasan akan fisik terjadi setelahnya. Dengan alasan cinta dan cemburu, pelaku love bombing merasa tindakan kekerasan yang dilakukannya adalah hal wajar. 

Artikel Lainnya: Penyebab Ghosting dari Kacamata Psikolog

2 dari 4 halaman

Apa Saja Tanda Love Bombing?

Love bombing cukup sulit diidentifikasi, karena terkesan sebagai in love semata. Namun, menurut Ikhsan Bella Persada, M. Psi., Psikolog, pelaku love bombing biasanya memiliki ‘agenda tersendiri’.

Maka dari itu, ia sampai melakukan apa pun dan memberikan banyak hal ke pasangannya agar menurut.

“Jika dari awal terlalu banyak yang dikasih dan setelahnya ia meminta sesuatu, itu love bombing. Menghabiskan waktu bersama terus-menerus, padahal memiliki maksud lain juga dapat dikatakan sebagai love bombing,” jelas Ikhsan.

“Bedanya dengan in love biasa, pasangan biasanya hanya akan memberi hadiah sesekali saja atau di saat momen spesial. Orang yang memberikan juga tidak meminta sesuatu (timbal balik) setelahnya,” tegasnya.

Jadi, secara umum, beberapa tanda love bombing adalah sebagai berikut:

  • Memberikan perhatian dan hadiah berlebih tanpa momen khusus
  • Meminta sesuatu sebagai balasannya
  • Komunikasi yang sangat intens
  • Selalu meyakinkan pasangan bahwa dia adalah soulmate yang tak terpisahkan
  • Sangat mengikat sampai-sampai tidak ada privasi atau batasan
  • Membuat Anda jauh dari orang-orang terdekat
  • Selalu memaksa untuk menuruti kemauan. Jika ditolak, ia akan marah dan bertindak di luar batas.
  • Meski awalnya sangat tidak nyaman, terlalu lama berada di hubungan love bombing dapat membuat korban sangat ketergantungan dengan pelakunya.

Artikel Lainnya: Hati-Hati, Ghostlighting juga Bisa Terjadi pada Hubungan Anda!

3 dari 4 halaman

Bagaimana Cara Menyikapi Love Bombing?

Mulai curiga bahwa pasangan Anda seperti memanipulasi? Cobalah cari cara untuk mengomunikasikan hal tersebut ke teman terpercaya, anggota keluarga, atau terapis kesehatan mental (psikolog).

Mintalah pertimbangan pada orang yang tepat terkait perilaku pasangan Anda. Jika ternyata pasangan Anda bukan in love biasa dan malah love bombing, ada baiknya Anda tidak terjebak terlalu lama dalam hubungan tersebut.

Tetap simpan nomor-nomor darurat sehingga Anda bisa langsung menghubungi jika ada tindakan yang tidak menyenangkan atau membahayakan dari manipulator.

Love bombing adalah keadaan yang tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Meski terasa menyenangkan di awal, namun kondisi tersebut sering berakhir tidak menyenangkan. Anda tak ingin seperti itu, bukan?

Ingin konsultasi kepada psikolog mengenai love bombing atau perihal kesehatan mental lainnya? Anda dapat memanfaatkan layanan LiveChat 24 jam dan aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar