Sukses

Banyak Minum Tapi Jarang Kencing, Awas Gangguan Ginjal

Sudah banyak minum tapi merasa jarang kencing? Hati-hati, bisa jadi itu tanda Anda punya masalah serius di ginjal yang perlu ditangani.

Secara logika, kalau seseorang minum banyak cairan, maka intensitas kencingnya juga akan meningkat. Akan tetapi, ada beberapa kondisi ketika yang terjadi justru sebaliknya. Sudah minum banyak tapi kencing sedikit, kenapa ya?

Dokter Muhammad Iqbal Ramadhan pun menekankan, "Harusnya kita kalau minum banyak, pasti [jumlah] urine juga akan ikut banyak. Selisihnya pun tidak terlalu banyak."

Ada kekhawatiran, kondisi jarang kencing padahal sudah minum banyak diakibatkan oleh masalah ginjal.

1 dari 3 halaman

Minum Banyak Tapi Kencing Sedikit Akibat Gangguan Ginjal

Gangguan pada ginjal memang dapat menjadi faktor mengapa seseorang jarang kencing meski cairan yang masuk ke tubuh banyak.

Dokter Iqbal menjelaskan, ketika urine yang keluar terlalu sedikit dan terutama menimbulkan keluhan lain, kondisi tersebut biasanya menunjukkan ada masalah ginjal.

"Keluhan yang dimaksud misalnya bengkak di ekstremitas (anggota gerak) kaki atau tangan. Kemudian, bengkak di bagian kulit lainnya, bisa juga mata, atau justru malah jadi sesak napas,” tutur dr. Iqbal.

Artikel Lainnya: Air Distilasi dan Pengaruhnya pada Kesehatan Ginjal

“Lalu, bisa saja terjadi suatu kelainan, retensi cairan, atau pembatasan cairan. Jadi, cairannya tertahan dan tidak bisa terbuang," lanjutnya.

Pembengkakan karena retensi cairan dan berbagai keluhan yang disebutkan tadi juga bisa menjadi tanda gagal ginjal. Secara umum, penurunan intensitas kencing merupakan tanda gagal ginjal.

Gagal ginjal terjadi ketika fungsi ginjal untuk menyaring limbah atau racun dari darah tidak bisa bekerja dengan baik.

"Beberapa kondisi tersebut karena adanya gangguan ginjal. Gangguan ginjal bisa menyebabkan tertahannya cairan di dalam tubuh," ungkap dokter muda itu.

Artikel lainnya: Sering Minum Obat Bisa Merusak Ginjal?

Kondisi-kondisi lain yang dapat mengganggu frekuensi buang air kecil dan mungkin menjadi penyebab gagal ginjal yaitu:

  • Batu ginjal
  • Prostat yang membesar
  • Pembekuan darah pada saluran kemih
  • Kerusakan saraf yang mengontrol kandung kemih

Namun, keadaan minum banyak tapi kencing sedikit tidak melulu berarti ginjal bermasalah. Menurut dr. Iqbal, hal ini juga bisa berhubungan dengan faktor hormonal dan gangguan produksi hormon, misalnya aldosteron dan renin.

Aldosteron dan renin sama-sama berfungsi untuk mengatur dan mengendalikan tekanan darah. Fungsi ini berhubungan dengan ginjal yang menyerap natrium. Kadar natrium yang tinggi di tubuh dapat memengaruhi tekanan darah.

"Tidak kencing padahal minum banyak juga bisa karena kekurangan protein albumin. Biasanya, hal ini juga berbarengan dengan keluhan lainnya, misalnya dehidrasi, infeksi saluran kemih, atau sumbatan di saluran kemih," jelas dr. Iqbal.

Artikel lainnya: Minuman yang Harus Dihindari Penderita Gagal Ginjal

2 dari 3 halaman

Kapan Perlu Berobat ke Dokter?

Kondisi-kondisi berat yang disebutkan tadi perlu mendapatkan perhatian serius. Sebab, kalau didiamkan akan semakin parah dan membuat kondisi Anda tidak tertolong.

Kalau Anda sudah sadar minum banyak tapi kencingnya sedikit, segera periksakan diri ke dokter.

"Lebih baik ke dokter secepatnya kalau memang ada keluhan lain seperti yang disebutkan tadi atau bila kita merasa cairan tersebut tertahan di tubuh," saran dr. Iqbal.

Pasalnya, masalah kurangnya frekuensi kencing tersebut mungkin berkaitan dengan gagal ginjal. Ketika sudah mengalami gagal ginjal, perawatannya akan sulit. Anda akan membutuhkan cuci darah yangg memerlukan biaya besar.

Kuncinya, kenalilah gejala seputar masalah ginjal, buang air kecil, atau urine sejak dini. Jadi, Anda bisa tertolong dari masalah ginjal yang mungkin lebih berat.

Bila ingin konsultasi ke dokter lebih lanjut, gunakan layanan praktis dari KlikDokter yaitu Live Chat bersama tim medis spesialis!

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar