Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Amankah Menggunakan Pelumas Seks Saat Hamil?

Karena vaginanya terasa kering, ibu hamil ingin menggunakan pelumas saat berhubungan seks. Namun, apakah aman menggunakan pelumas saat hamil?

Berhubungan seks saat hamil menghadirkan banyak manfaat untuk ibu. Selain meningkatkan keintiman dengan pasangan, bercinta dapat menurunkan stres, meningkatkan mood ibu hamil, dan mungkin mengurangi risiko preeklampsia.

Kendati bermanfaat, banyak juga ibu yang enggan berhubungan intim saat hamil. Hal tersebut sering disebabkan oleh kondisi vagina yang kering dan membuat hubungan seks jadi tak terasa nikmat bagi ibu hamil.

Kalau sudah begitu, solusi yang mungkin terpikirkan adalah memakai pelumas. Tetapi, apakah aman dan boleh pakai pelumas saat hamil?

1 dari 3 halaman

Bolehkah Pakai Pelumas Saat Hamil?

Dikutip dari Healthline, umumnya ibu hamil akan mengalami keputihan yang cukup banyak. Hal itu dapat disebabkan oleh tingginya hormon estrogen di dalam tubuh ibu hamil.

Selain itu, adanya perubahan di bagian serviks saat hamil membuat cairan vagina keluar lebih banyak. Cairan vagina ini diproduksi tubuh dengan tujuan melindungi rahim selama masa kehamilan. 

Kedua hal tersebut pada dasarnya bisa membuat vagina terasa lembap dan ibu jadi tak memerlukan pelumas untuk berhubungan intim.

Sayangnya, kondisi vagina yang lembap dan basah tidak dialami oleh setiap ibu hamil. Terkadang, perubahan hormon ketika hamil malah dapat menyebabkan vagina menjadi kering.

Ketika kering atau tidak cukup basah, vagina ibu bisa iritasi dan hubungan seks pun bisa terasa nyeri. Lalu, bolehkah ibu pakai pelumas saat hamil?

Artikel Lainnya: Bahaya Berhubungan Intim di Masa Nifas

Menurut studi tahun 2014, sekitar 4,5 persen ibu hamil mengaku menggunakan pelumas ketika berhubungan seks. Penelitian tersebut juga melaporkan,  penggunaan pelumas saat hamil terbilang aman. 

Sampai saat ini belum ada bukti yang menyatakan bahwa pelumas bisa membahayakan kondisi ibu dan janin.

Senada dengan studi tersebut, dr. Arina Heidyana mengatakan ibu boleh menggunakan pelumas seks saat hamil. Pelumas seks tidak menimbulkan bahaya bagi kehamilan. 

Namun, ibu tetap harus memerhatikan kebersihan vagina sebelum dan sesudah menggunakan pelumas, ya

Terdapat alasan mengapa pelumas vagina tidak menimbulkan pengaruh apa pun terhadap janin. Karena saat hamil, jaringan serviks akan menutupi rahim dengan rapat. Kondisi ini mencegah hal-hal seperti pelumas atau cairan lainnya masuk ke dalam rahim dan mengenai bayi.

Artikel Lainnya: Tak Terduga, Inilah Penyebab Nyeri Saat Hubungan Seks

2 dari 3 halaman

Rekomendasi Jenis Pelumas Seks Selama Kehamilan

Dokter Arina menyarankan ibu hamil memakai pelumas yang berbahan dasar air. Karena pelumas berbahan dasar air memiliki tekstur yang lebih licin, halus, serta tidak berisiko menimbulkan efek samping berbahaya.

Meskipun aman, pelumas yang mengandung air juga memiliki kekurangan. Pelumas berbahan dasar air mudah menyerap ke dalam kulit dan selaput lendir, sehingga perlu digunakan secara berulang. 

Selain itu, dr. Arina berpesan, “Selama hamil usahakan tidak menggunakan pelumas yang mengandung gliserin, paraben, dan beraroma. Karena pelumas tersebut dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko infeksi jamur atau bakteri di vagina.”

Sebelum menggunakan pelumas seks saat hamil, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter kandungan agar mendapatkan petunjuk yang tepat. 

Dokter kandungan juga dapat merekomendasikan jenis atau merek pelumas yang aman  bagi ibu hamil.  

Untuk mencari tahu informasi kesehatan atau kehamilan lainnya, baca terus artikel di aplikasi Klikdokter. Anda juga bisa berkonsultasi langsung dari dengan dokter kandungan melalui fitur Live Chat.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar