Sukses

Efek Samping Daun Sambiloto Jika Dikonsumsi Sembarangan

Apa jadinya jika daun sambiloto diracik untuk dikonsumsi setiap hari? Adakah efek samping daun sambiloto bagi kesehatan? Cek fakta medisnya berikut ini.

Daun sambiloto telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional asal Cina. Herbal dengan nama latin Andrographis paniculata ini disinyalir punya banyak manfaat, yang bahkan mampu mengatasi berbagai penyakit berbahaya.

Sambiloto memiliki senyawa andrographolides, yang diduga memiliki sifat antiradang, antivirus, dan antioksidan. Oleh karena itu, daun berwarna hijau ini sering dikonsumsi untuk mengatasi gejala pilek. 

Tidak hanya itu, sambiloto juga disinyalir dapat mengobati penyakit kanker, rheumatoid artritis, penyakit jantung, dan HIV/AIDS

Namun, di balik manfaat yang ditawarkan, Anda juga mesti waspada terhadap efek samping daun sambiloto. 

Efek samping ini dapat terjadi, khususnya jika Anda sembarangan mengonsumsi herbal tersebut.

Artikel Lainnya: Menguak Manfaat Daun Sambiloto untuk Kesehatan

Apa saja efek samping daun sambiloto yang dimaksud? Berikut ini beberapa di antaranya:

1 dari 3 halaman

1. Gangguan Saluran Pencernaan

Menurut dr. Atika, salah satu efek samping daun sambiloto jika dikonsumsi berlebihan adalah menyebabkan gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, hingga kehilangan nafsu makan.

2. Ruam

"Karena berlebihan, makan sambiloto bisa menyebabkan reaksi alergi yang berat. Salah satu gejala yang muncul adalah ruam kemerahan di tubuh," ungkap dr. Atika.

3. Meningkatkan Enzim Hati

Berdasarkan dr. Atika, efek samping daun sambiloto jika dikonsumsi berlebihan adalah dapat menyebabkan peningkatan enzim hati. Hal tersebut berisiko pada kerusakan organ hati (liver).

Artikel Lainnya: Sambiloto, Herbal Pahit untuk Antivirus COVID-19

2 dari 3 halaman

4. Berkaitan dengan Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Konsumsi daun sambiloto berlebihan sangat tidak disarankan, karena diduga berhubungan dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Kondisi ini bisa menyebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman. 

5. Sakit Kepala

Salah satu efek samping daun sambiloto yang banyak ditemukan adalah sakit kepala. Mekanisme terjadinya hal ini masih belum dapat dipastikan.

Namun, diduga bahwa sakit kepala akibat mengonsumsi sambiloto terlalu banyak berhubungan dengan efek kelelahan pada tubuh.

6. Menimbulkan Reaksi Anafilaksis

Ramuan sambiloto yang diberikan kepada penderita HIV/AIDS ternyata dapat menimbulkan reaksi anafilaksis. 

Kondisi itu terjadi ketika dosis yang diberikan adalah 10 miligram per kilogram berat badan.

Reaksi anafilaksis adalah kondisi ketika tubuh mengalami syok karena alergi yang berat.

Artikel Lainnya: Sambiloto Bisa Obati Herpes, Benarkah?

Itu dia beberapa efek samping minum sambiloto tiap hari yang bisa saja terjadi. Di samping masalah-masalah tersebut, konsumsi sambiloto secara sembarangan atau berlebihan juga dapat menyebabkan hipotensi alias tekanan darah sangat rendah.

Bahkan, terdapat pula dugaan bahwa konsumsi daun sambiloto sembarangan bisa meningkatkan gangguan kesuburan (infertilitas).

Kendati demikian, efek samping daun sambiloto tersebut mungkin tidak terjadi pada setiap orang. Keluhan yang dialami pun mungkin akan bervariasi. 

Hal yang jelas, Anda tetap harus membatasi porsi daun sambiloto yang dikonsumsi. Jika ingin lebih aman, Anda sebaiknya berkonsultasi kepada dokter, apalagi jika sedari awal sudah mengalami gangguan kesehatan.

Selain itu, Anda pun harus berhati-hati dengan suplemen sambiloto yang diperjualbelikan secara bebas. 

Pastikan hanya membeli yang telah berlabel BPOM. Jangan lupa konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter, ya!

Sejatinya, manfaat daun sambiloto untuk kesehatan belum sepenuhnya terbukti oleh penelitian medis. 

Namun, tidak ada salahnya jika Anda ingin coba mengonsumsi herbal tersebut. Asalkan, tetap ingat untuk membatasi porsinya supaya terhindar dari efek samping daun sambiloto bagi kesehatan.

Apabila Anda punya pertanyaan terkait efek samping minum sambiloto, Anda sebaiknya melakukan konsultasi kepada dokter lewat LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar