Sukses

Dampak Pernikahan Dini bagi Fisik dan Psikis Anak

Pernikahan dini tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tapi juga psikologis masing-masing pihak. Ketahui dampak pernikahan dini bagi anak di sini.

Dalam percintaan, salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah pernikahan. Meski menjadi momen yang membahagiakan, menikah bukanlah perkara sepele terutama bila dilakukan dalam usia yang terlalu muda.

Pasalnya, dampak pernikahan dini bagi anak bisa mencakup masalah mental maupun fisik pada perempuan dan laki-laki.

 

1 dari 3 halaman

Dampak Menikah Usia Dini dari Segi Fisik

Di Indonesia sendiri, peraturan usia minimal menikah untuk perempuan telah meningkat dari yang sebelumnya 16 tahun menjadi 19 tahun. Perubahan ini tentunya didasari dengan banyak pertimbangan oleh berbagai pihak.

Namun, masih ada saja pasangan yang justru ngebet menikah ketika kurang dari usia minimal. Padahal, kesiapan menikah di bawah umur masih perlu dipertanyakan.

Salah satu dampak yang mungkin bisa terjadi ketika pasangan menikah di usia sangat muda adalah meningkatnya risiko terinfeksi HIV pada perempuan.

Kondisi ini bisa terjadi ketika suaminya punya umur lebih tua dan sudah lebih aktif berhubungan seksual. Selain itu, kurangnya edukasi dalam menggunakan alat kontrasepsi juga bisa meningkatkan risiko penularan penyakit menular pada wanita.

Dokter Reza Fahlevi, Sp.A, mengatakan, “Wanita yang hamil pada usia muda juga lebih berisiko saat melahirkan. Masalah kehamilan seperti hipertensi bisa saja terjadi.”

“Lalu, risiko bayi lahir secara prematur dan berat lahir rendah juga sangat mungkin terjadi. Ini karena organ reproduksi di dalam tubuh belum terbentuk dengan sempurna,” tambah dr. Reza.

Selain itu, menjalani kehamilan dan persalinan pada usia yang masih tergolong sangat muda juga meningkatkan risiko komplikasi.

Misalnya, anak perempuan yang tidak kuat menahan rasa sakit dan menyebabkan proses persalinan yang panjang. Akibatnya, kematian ibu dan bayi pun bisa terjadi.

Sedangkan, dampak pernikahan dini pada laki-laki secara fisik umumnya tidak ada.

Artikel lainnya: Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memutuskan Menikah di Usia Muda

2 dari 3 halaman

Dampak Psikologis Menikah Usia Dini

Selain dari segi fisik, ada juga dampak psikologis yang mungkin bisa terjadi akibat pernikahan dini.

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, mengatakan, “Kalau menikah muda, kedua pihak tentu belum memiliki kematangan emosi yang baik. Masing-masing bisa saja belum memahami pasangannya satu sama lain.”

Ketika istri dan suami masih mementingkan urusan pribadi, hal ini jelas akan menimbulkan konflik rumah tangga. Bahkan, kekerasan dalam rumah tangga juga bisa saja terjadi. Sebab, keduanya masih belum bisa mengontrol emosi dengan baik.

Jika tidak ditangani dengan baik, maka permasalahan tersebut akan membuat salah satu atau kedua belah pihak menjadi depresi. Akhirnya, suami dan istri dapat memilih untuk bercerai.

“Menikah di bawah usia 20 tahun bisa dikatakan menikah muda. Ketika memutuskan untuk menikah pada usia tersebut, mereka sebenarnya masih berada di tahap akhir dalam pencarian identitas jati diri,” jelas Ikhsan.

“Umumnya, masing-masing orang akan egois atau self-centered. Jadi, tidak sedikit masalah kecil yang mungkin menjadi besar ketika seseorang berada di tahap itu,” ujarnya.

Artikel lainnya: Persiapan Mental yang Harus Dilakukan Jelang Pernikahan

Selain itu, ketika suami-istri telah tinggal bersama, pasti ada saja kebiasaan atau budaya yang berbeda dari masing-masing pihak. Hal ini juga berpotensi menimbulkan masalah, apalagi kalau salah satu dari pasangan sangat dominan.

Dikhawatirkan, usia yang belum cukup matang atau dewasa untuk menikah dapat menjadi faktor timbulnya masalah rumah tangga yang akan dihadapi.

Pada tahap ini, kesehatan mental dapat teruji. Bertahan atau tidaknya seseorang tentu balik lagi kepada pilihan masing-masing. Hanya saja, butuh waktu yang cukup lama untuk memproses kehidupan yang dulu dengan yang sekarang (pernikahan).

Anda dan pasangan sama-sama harus beradaptasi dengan hidup yang baru dan kepentingan bersama diusahakan tercapai.

Itulah beberapa dampak pernikahan dini bagi anak yang harus dipahami. Buatlah pertimbangan secara matang agar kehidupan rumah tangga tidak berujung masalah.

Dapatkan beragam informasi penting lainnya seputar hubungan suami dan istri dari psikolog hanya di KlikDokter. Anda juga bisa konsultasikan kondisi kesehatan fisik ke dokter pilihan lewat Live Chat.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar