Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Wanita Berhenti Minum Pil KB

Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Wanita Berhenti Minum Pil KB

Pil KB bekerja sebagai alat pencegah kehamilan pada wanita. Apa jadinya jika wanita tiba-tiba berhenti minum pil KB? Apakah ada efek merugikan, atau justru menguntungkan?

Pil KB dapat diandalkan sebagai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Ada kalanya, seorang wanita ingin segera berhenti minum pil KB karena satu dan lain hal.

Wanita yang hendak melakukan hal tersebut sebaiknya berhati-hati dan mempersiapkan diri.

Pasalnya, berhenti minum pil KB mungkin dapat mempengaruhi kondisi tubuh sehingga memicu munculnya beberapa keluhan kesehatan.

1 dari 3 halaman

Efek Berhenti Minum Pil KB

Faktanya, semua jenis kontrasepsi berbasis hormon dapat mengubah kondisi di dalam tubuh Anda.

Hal tersebut dapat memicu munculnya efek samping pada tubuh saat Anda berhenti mengonsumsinya.

Efek samping yang terjadi dapat berbeda-beda pada tiap orang. Namun secara umum, efek samping berhenti minum pil KB yang dapat terjadi adalah sebagai berikut:

1. Dapat Kembali Hamil

Berhenti minum pil kb bisa langsung hamil, khususnya jika Anda melakukan hubungan seks tanpa ‘pengaman’.

Hal tersebut telah dibuktikan oleh penelitian, bahwa kemungkinan hamil dapat meningkat tajam dan cepat setelah wanita berhenti minum pil KB.

Ketika berhenti minum pil KB, hormon-hormon yang berperan dalam proses kehamilan akan kembali diproduksi.

Jika di saat bersamaan Anda dan pasangan melakukan hubungan seksual tanpa kontrasepsi, kehamilan mungkin tak dapat dihindari lagi.

Artikel Lainnya: Benarkah Minum Pil KB Bikin Gendut dan Jerawatan?

2. Mengalami Siklus Menstruasi yang Berbeda

Dijelaskan oleh dr. Devia Irine Putri, hal yang mungkin terjadi setelah berhenti mengonsumsi pil KB adalah siklus haid yang tidak teratur.

Menurutnya, hal tersebut tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Siklus menstruasi yang berbeda setelah berhenti minum pil KB terjadi akibat tubuh yang masih dalam proses penyesuaian.

Sebagian wanita memerlukan waktu 3 bulan untuk mendapatkan kembali siklus haid yang teratur.

Saran dari dr. Devia, Anda perlu berobat ke dokter jika siklus menstruasi terus-menerus tak beraturan atau belum kembali haid pada bulan ketiga.

3. Gejala PMS Akan Muncul Kembali

Dikutip dalam Cleveland Clinic, beberapa wanita menggunakan alat kontrasepsi untuk membantu mengatasi gejala pra-menstruasi, seperti kram, kembung, dan mual.

Oleh karena itu, berhenti minum pil KB dapat membuat Anda kembali mengalami gejala-gejala tersebut.

Artikel Lainnya: Cara Minum Pil KB yang Benar

4. Periode Menstruasi yang Lebih Lama dan Berat

Konsumsi pil KB jangka panjang dapat membuat wanita terbiasa dengan periode haid yang pendek dan ringan.

Sebaliknya, setelah berhenti minum pil KB, Anda mungkin akan mengalami menstruasi yang lebih panjang dan dengan gejala lebih berat.

Semua kondisi tersebut merupakan hal yang normal, karena tubuh yang sedang melakukan proses penyesuaian.

5. Penurunan Berat Badan

Saat mengonsumsi pil KB, Anda mungkin akan mengalami kenaikan berat badan. Jika berhenti mengonsumsinya, berat badan Anda bisa saja kembali seperti sedia kala.

Jika penambahan berat badan saat minum pil KB tidak diimbangi dengan gaya hidup sehat, Anda mungkin tidak akan melihat penurunan bobot tubuh yang signifikan.

6. Jerawat dan Rambut Rontok

Mengonsumsi pil KB dapat memperbaiki gejolak hormon, yang membuat kulit Anda terhindar dari jerawat dan rambut rontok. Namun, hal tersebut hanya bersifat sementara.

Begitu berhenti minum pil KB, hormon di tubuh Anda kembali bergejolak. Hal ini dapat meningkatkan risiko jerawat. Anda juga mungkin akan mengalami rambut rontok.

Artikel Lainnya: Minum Pil KB Malah Kena Stroke, Kok Bisa?

2 dari 3 halaman

Berhenti Minum Pil KB, Adakah Manfaatnya?

Efek berhenti minum pil KB tak selamanya buruk untuk kesehatan. Pasalnya, wanita yang berhenti dari metode kontrasepsi tersebut diduga memiliki risiko kanker ovarium dan endometrium lebih rendah.

Selain itu, berhenti minum pil KB juga dapat melindungi Anda dari beberapa jenis masalah payudara, seperti penyakit fibrokistik dan fibroid.

“Penggunaan pil KB dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara. Jadi, kalau misalnya berhenti (tidak menggunakan pil KB dalam jangka waktu lama), risiko kanker pun ikut menurun,” ucap dr. Devia.

Manfaat lain dari berhenti mengonsumsi pil KB adalah memiliki berat badan yang stabil. Hal ini khususnya dirasakan jika Anda berhenti minum pil KB sambil menerapkan gaya hidup aktif dan sehat, cukup istirahat, dan mengelola stres dengan baik.

Sudah tahu apa saja efek berhenti minum pil KB, bukan? Guna menurunkan kemungkinan hal-hal tersebut, Anda disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum berhenti minum pil KB.

Anda bisa berkonsultasi kepada dokter tentang panduan berhenti minum pil KB secara langsung di klinik dan rumah sakit, atau memanfaatkan layanan LiveChat 24 jam maupun di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

1 Komentar

  • Sarmila

    Kalau saya minup obat KB saya sering muntah dan mua ka ,bgaimna mencegahan nya k