Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Muncul Ruam Setelah Bayi Minum Susu, Bagaimana Mengatasinya?

Muncul Ruam Setelah Bayi Minum Susu, Bagaimana Mengatasinya?

Ruam pada bayi yang terjadi setelah minum susu dapat membuat Bunda cemas. Apa sih penyebab ruam susu pada bayi? Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

Sebagai orangtua, Bunda tentu ingin buah hati tumbuh sehat, ceria, dan juga optimal. Akan tetapi, tak dimungkiri beberapa masalah kesehatan dapat menimpa si kecil. Salah satu yang cukup sering terjadi adalah ruam pada bayi.

Ruam kulit yang muncul sesekali saja mungkin tak terlampau membuat khawatir. Bagaimana bila ruam pada si kecil muncul berulang atau bahkan meluas? Tentu hal ini akan dapat menimbulkan kecemasan tersendiri bagi Bunda.

Kondisi tersebut bisa terjadi pada sejumlah kondisi, termasuk akibat alergi susu. Apa gejala dan bagaimana cara mengatasinya? Mari kita simak ulasannya di sini.

1 dari 3 halaman

Muncul Ruam, Gejala Alergi Susu?

Alergi susu adalah kondisi di mana tubuh mengalami hipersenstivitas terhadap protein yang ada di dalam susu.

Hal ini antara lain disebabkan oleh kemampuan pencernaan serta fungsi enzim pencernaan bayi belum bekerja optimal.

Di antara berbagai jenis susu, alergi susu sapi merupakan yang tersering. Sekitar dua hingga tiga persen anak berusia kurang dari tiga tahun diketahui punya masalah alergi susu sapi.

Alergi tersebut biasanya akan membaik dan menghilang sendiri saat si kecil menginjak usia 5-6 tahun.

Meski demikian, kekambuhan alergi susu sapi pada bayi tetap menimbulkan kekhawatiran, terutama bila gejalanya meluas atau memberat.

Si kecil yang alami alergi susu sapi biasanya akan menunjukkan gejala, seperti mual dan muntah, diare, buang air besar berdarah, wajah tampak bengkak, ruam kemerahan di sekitar pipi dan wajah, serta biduran atau bentol-bentol di kulit.

Dalam kondisi berat, dapat pula terjadi reaksi anafilaksis yang terdiri dari sesak napas, bunyi mengi saat bernapas, bibir kebiruan, dan juga penurunan kesadaran.

Ruam pada bayi akibat alergi susu umumnya terlihat di daerah pipi dan menyerupai lesi dermatitis. Ruam tersebut biasanya berwarna kemerahan, terasa gatal, dan tampak mengelupas.

Kondisi ini berhubungan dengan pelepasan senyawa kimia dalam tubuh sebagai respons terhadap alergen yang masuk.

Gejala-gejala di atas biasanya mulai tampak beberapa saat setelah si kecil mengonsumsi susu.

Artikel Lainnya: Penting! Susu Formula untuk Pertumbuhan Anak yang Alergi

2 dari 3 halaman

Mengatasi Ruam Akibat Alergi Susu

Ruam susu pada bayi tentu akan membuat si kecil tidak nyaman hingga akhirnya mencetuskan kecemasan pada diri Bunda. Nah, kabar baiknya, ruam pada bayi akibat alergi susu dapat diatasi.

Salah satu cara utama untuk mengatasi alergi ruam adalah dengan menghindari konsumsi susu ataupun produk turunannya, seperti yoghurt dan keju. Hal ini juga dapat berlaku pada Bunda yang sedang menyusui.

Saat Bunda memberikan ASI eksklusif dan si kecil terindikasi mengalami alergi protein susu sapi, sebaiknya batasi asupan produk susu dan turunannya. Saat memilih makanan dalam kemasan, Bunda juga perlu mencermati kandungannya.

Mungkin tidak tertera tulisan “susu”, tetapi ada bahan lain seperti lactalbumin, whey, kasein yang tercantum dalam kemasan.

Mengonsumsi makanan dengan kandungan tersebut bisa saja menimbulkan gejala alergi pada si kecil. 

Tak hanya itu, Bunda juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter perihal kondisi alergi susu sapi si kecil.

Dokter akan melakukan wawancara medis terkait riwayat alergi dalam keluarga, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk menentukan diagnosis.

Pemeriksaan penunjang yang mungkin akan dilakukan di antaranya adalah pemeriksaan cukit kulit.

Prosedur ini dilakukan dengan mencukit sebagian kecil dari kulit dan memaparkan bagian tersebut dengan protein susu.

Artikel Lainnya: Kenali Penyebab Alergi Susu Sapi pada Anak

Reaksi kulit setelah paparan tersebut akan diamati, seperti apakah ada kemerahan di kulit atau rasa gatal.

Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan juga adalah pengecekan immunoglobulin E (IgE) melalui pemeriksaan darah. Apabila si kecil memiliki alergi susu, umumnya akan terjadi peningkatan kadar IgE dalam darah.

Setelah itu, Bunda dapat berdiskusi dengan dokter mengenai pilihan pengobatan untuk alergi, seperti obat golongan antihistamin atau kortikosteroid bila memang diperlukan untuk kondisi si kecil.

Lebih jauh lagi, Bunda dapat berkonsultasi mengenai susu pengganti, terutama bila anak masih dalam masa pertumbuhan.

Dokter akan menentukan susu pengganti yang dapat dikonsumsi bagi bayi penderita alergi susu sapi.

Pada umumnya, yang diberikan adalah susu yang terhidrolisat sebagian atau susu soya sebagai alternatif susu untuk bayi yang alergi susu sapi. Akan tetapi, pemilihan jenis susu tersebut harus melalui anjuran dokter terlebih dahulu.

Demikian pula dengan penggantian jenis susu serta pemantauan ulang terhadap alergi, sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter anak yang menangani si kecil. 

Itulah beberapa gejala dan cara mengatasi ruam akibat alergi susu sapi pada bayi. Kalau ditangani dengan cara yang tepat, kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi. Tumbuh dan kembangnya pun bisa berjalan optimal.

Kini, Bunda tidak perlu cemas lagi akibat kekambuhan alergi susu si kecil. Jangan ragu untuk berkonsultasi serta berdiskusi langsung dengan dokter untuk penanganan dan pengobatan alergi susu sapi pada bayi.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar