Sukses

Alasan Usia Di Bawah 21 Tahun Tidak Boleh Minum Alkohol

Di Indonesia, ada aturan hukum yang menyatakan anak usia 21 tahun tidak diperbolehkan minum minuman beralkohol. Apa alasan medis yang mendasari peraturan tersebut?

Di Indonesia, batas usia minum minuman beralkohol adalah 21 tahun. Hal itu tertuang di dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-Dag/Per/4/2014 Pasal 15. 

Akan tetapi, tidak sedikit anak di bawah umur yang diam-diam minum minuman keras ini. Padahal, ada alasan medis yang mendasari aturan mengapa anak 21 tahun ke bawah tidak boleh minum alkohol. 

1 dari 3 halaman

Alasan Medis Batas Usia Minum Alkohol 21 Tahun

Sama dengan aturan di Indonesia, Centers for Disease Control and Prevention menerapkan batas usia untuk minum alkohol adalah 21 tahun. 

Salah satu alasannya karena kasus kecelakaan motor di Amerika Serikat (AS) banyak disebabkan oleh anak di bawah umur yang mengonsumsi minuman beralkohol. 

Lalu, setelah semua negara bagian di AS menerapkan batasan usia mengonsumsi alkohol, kasus kecelakaan mengalami penurunan yang signifikan dari 70 persen menjadi 56 persen. 

Menurut CDC, mengonsumsi alkohol dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi anak muda. Misalnya saja, mengonsumsi alkohol membuat anak di bawah usia 21 tahun jadi tak fokus sekolah, pelajarannya terganggu, mengalami masalah memori atau daya ingat, dan meningkatkan risiko untuk bunuh diri. 

Artikel Lainnya: Bahaya Minum Alkohol bagi Kesehatan Tubuh Anda

Hal ini juga disetujui oleh dr. Dyah Novita Anggraini atau akrab disapa dr. Vita. Menurutnya, alkohol mengandung zat adiktif dan zat lain yang membuat usia anak muda jadi kecanduan. Pengaruh alkohol terhadap perkembangan otak juga semakin meningkat. 

“Tidak hanya berpengaruh kepada perkembangan otak, alkohol juga bisa memengaruhi kesehatan psikis anak. Tidak sedikit anak yang mungkin cenderung mengalami gangguan kecemasan, depresi, dan gangguan kesehatan mental lainnya akibat minum alkohol,” ujar dr. Vita.

2 dari 3 halaman

Dampak Kesehatan Minum Alkohol Sebelum Usia 21 Tahun

Dalam jangka pendek, mengonsumsi alkohol secara berlebihan bisa mengalami keracunan. Sementara itu, dalam jangka panjang, sering mengonsumsi alkohol  dosis tinggi bisa menyebabkan anak muda mengalami kondisi kesehatan berikut ini:

  • Kerusakan Organ Hati

Menurut dr. Vita, hati merupakan organ tubuh yang paling rentan terkena dampak dari alkohol. Organ hati sendiri berfungsi untuk membuang atau memisahkan racun yang masuk dalam tubuh. 

Akan tetapi, organ hati anak muda atau remaja belum bekerja maksimal. Sehingga ketika mereka mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak, organ hati harus bekerja lebih keras untuk membuang zat-zat berbahaya di dalamnya. Dampaknya, organ hati dapat mengalami kerusakan di usia muda. 

Artikel Lainnya: Minum Alkohol Bisa Merusak Gigi dan Mulut, Ini Daftar Efek Buruknya

  • Sirosis

Dokter Vita mengatakan, “Sirosis merupakan gangguan kesehatan lain yang juga mungkin terjadi ketika anak di bawah umur minum alkohol. Sirosis adalah kondisi rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut. Kondisi ini bisa muncul jika seseorang mengidap virus hepatitis atau kecanduan alkohol.” 

  • Kecanduan Alkohol 

Alkohol mengandung zat adiktif yang membuat siapa pun jadi kecanduan. Bagi anak-anak yang belum bisa mengatur hasrat minum alkohol, minuman keras bisa membuat mereka jadi ketagihan dan akhirnya tak bisa lepas!

Dampak tersebut bukan hanya berlaku untuk anak yang masih di bawah umur, orang dewasa pun bisa mengalami kondisi kesehatan di atas akibat mengonsumsi alkohol. Sebisa mungkin hindari mengonsumsi alkohol. 

Apabila sudah kecanduan, Anda bisa berkonsultasi ke dokter untuk merencanakan cara berhenti minum alkohol. 

Untuk tahu informasi kesehatan lainnya, termasuk tentang bahaya minum alkohol, baca terus artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar