Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Rutin Makan Sayur Belum Tentu Membantu Turunkan Berat Badan

Rutin Makan Sayur Belum Tentu Membantu Turunkan Berat Badan

Makan sayur kerap dijadikan cara untuk menurunkan berat badan. Namun, sebuah studi justru menyebut makan sayur saja bikin berat badan susah turun.

Diet sehat lazimnya diiringi dengan memperbanyak asupan sayur dalam menu harian. Tidak heran, dengan makan sayur dengan porsi tepat maka berat badan akan ikut turun.

Namun, sebuah studi justru menyebut bahwa makan sayur justru belum tentu berkorelasi dengan turunnya berat badan. Wah, kenapa ya?

 

1 dari 3 halaman

Sayur Membuat Berat Badan Susah Turun?

Sebuah makalah penelitian di PLOS Medicine pada 2015 mengatakan bahwa makan lebih banyak buah dan sayuran tak selalu membantu menurunkan berat badan.

Pada penelitian tersebut, sayuran yang mengandung tepung, seperti jagung, justru dikaitkan dengan peningkatan berat badan. 

Namun, peneliti mencatat, penyebab berat badan susah turun juga dipengaruhi dengan pola hidup yang tidak sehat.

Studi dari Universitas Harvard, mengamati perubahan dalam asupan buah dan sayuran tertentu yang dicatat dalam kuesioner pola makan dari 133.468 pria dan wanita AS selama 24 tahun. 

Studi itu memperhitungkan faktor gaya hidup lain yang juga memengaruhi berat badan, seperti merokok, pola tidur, jam menonton televisi, dan olahraga.

Artikel lainnya: 8 Jenis Sayuran untuk Diet yang Bisa Anda Coba

Hasilnya, pria dan wanita yang punya pola hidup buruk memang sulit menurunkan berat badan, meski sudah makan sayur secara rutin. 

Studi lain dari University of Alabama mengamati penelitian sebelumnya tentang penurunan berat badan serta peningkatan asupan buah dan sayuran pada lebih dari 1.200 orang.

Peneliti menemukan, orang yang tidak mengurangi asupan kalori secara keseluruhan juga mengalami kondisi berat badan susah turun.

“Secara keseluruhan, semua studi yang kami ulas menunjukkan (makan sayur dan buah tanpa mengurangi asupan kalori keseluruhan) punya efek yang hampir nol pada penurunan berat badan," kata penulis studi, Kathryn Kaiser.

Menanggapi hal ini, dr. Devia Irine Putri pun setuju. Dia mengatakan, “Kalau sudah makan banyak sayur saat diet tapi tidak turun, ini bisa jadi karena faktor lain.”

“Misalnya, masih tetap makan makanan yang manis atau berkalori tinggi (kue, es krim, dan sebagainya). Bisa jadi juga dietnya tidak diimbangi dengan olahraga yang rutin,” ujarnya.

Artikel lainnya: Deretan Kesalahan saat Turunkan Berat Badan dengan Buah

2 dari 3 halaman

Jadi, Apa Solusinya?

“Sebenarnya makan sayuran itu tetap perlu, baik saat sedang diet maupun tidak. Saat diet, sayuran berguna untuk mencukupi kebutuhan serat, mencukupi kebutuhan nutrisi (vitamin dan mineral), menjaga kesehatan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama,” ujar dr. Devia. 

Namun, pada Anda yang sedang berdiet, makan sayur saja tanpa diimbangi dengan pola hidup sehat bisa menyulitkan turunnya berat badan. Oleh karena itu, jangan heran jika Anda sudah banyak makan sayur tapi berat badan tidak kunjung turun.

Coba diingat lagi. Apakah Anda sudah menerapkan pola hidup sehat seperti olahraga, cukup waktu tidur, serta menghindari makanan manis, berminyak, dan berlemak? Perhatikan juga camilan yang Anda makan setiap harinya.

Sudahkah Anda memilih camilan sehat, seperti buah potong atau kacang-kacangan? Atau Anda masih sering ngemil keripik asin, cokelat, dan kue-kue manis? 

Pemilihan buah sebagai camilan juga tak boleh asal. Anda sebaiknya memilih juga buah segar dan rendah gula. Setiap buah dan sayur memiliki karakteristik yang berbeda.

Makanan rendah glikemik menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih sedikit dan lebih kecil serta dapat mengurangi rasa lapar. Jadi jika Anda menginginkan buah berserat tinggi dan rendah glikemik, pilihlah blueberry atau alpukat.

Pir dan apel juga jadi pilihan buah yang baik untuk mengimbangi pola diet. Meskipun kedua buah ini memiliki indeks glikemik tinggi, seratnya yang lebih tinggi dapat mengimbanginya.

Untuk sayuran, cobalah kecambah, brokoli, kembang kol, dan ubi jalar atau ubi. Tapi ingat, mereka semua masih punya kalori. Jadi tetap batasi asupannya, dan imbangi dengan olahraga rutin.

Jika masih punya pertanyaan lain seputar diet dan efek samping sayur, sampaikan kepada dokter melalui fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar