Sukses

Bolehkah Menambah Bawang untuk MPASI Bayi?

Bawang putih sering digunakan untuk menambah rasa pada makanan. Lantas, bagaimana dengan pemberian bawang untuk MPASI? Apakah medis mengizinkannya?

Bawang putih adalah rempah yang terbukti mengandung banyak gizi bermanfaat. Oleh karena itu, rempah yang satu ini sering dijadikan sebagai campuran dalam makanan, tak terkecuali MPASI.

Tidak dimungkiri, sebagian ibu memang menambahkan bawang untuk MPASI guna membuat si kecil lebih tertarik untuk mengonsumsi sajian tersebut.

Selain itu, menambah bawang pada MPASI juga diduga dapat membuat si kecil bisa merasakan langsung manfaat rempah tersebut untuk kesehatan.

Pertanyaannya, apakah medis mengizinkan pemberian bawang untuk MPASI? Jika ya, apa saja manfaat bawang untuk MPASI bayi?

1 dari 3 halaman

Menambahkan Bawang untuk MPASI Bayi, Bolehkah?

Bawang putih merupakan sumber vitamin B6, mangan, selenium, kalium, dan zat besi. Rempah ini juga dikenal memiliki efek antibakteri, antijamur dan antiprotozoa, yang dapat membantu melindungi tubuh dari risiko infeksi.

Lantas, apakah pemberian bawang putih untuk MPASI diperbolehkan oleh medis? Menjawab pertanyaan itu, dr. Reza Fahlevi, Sp.A, menjelaskan bahwa pemberian bawang putih untuk MPASI tidak dilarang secara medis.

“Pada dasarnya, bumbu boleh diberikan dalam MPASI. Alasanya adalah untuk menambah cita rasa. Bawang putih juga mengandung prebiotik dan antioksidan yang baik untuk bayi,” ucap dr. Reza.

Artikel Lainnya: 5 Resep MPASI yang Praktis untuk Ibu Baru

“Bawang dapat dengan aman diberikan kepada bayi saat mereka mulai mengonsumsi makanan padat (MPASI), yaitu sekitar usia 6 bulan," tambahnya.

Lebih lanjut, dr. Reza menekankan bahwa ibu wajib mengetahui takaran bawang untuk MPASI dalam sekali konsumsi.

“Jangan terlalu banyak (bawang putih), karena dapat merangsang produksi asam lambung berlebih,” ucap dr. Reza.

Dikutip dalam Momjunction, memperkenalkan bawang putih untuk MPASI bayi bisa dimulai dengan memberikan sebanyak satu siung per hari sehari. Pastikan untuk mencucinya hingga bersih dan masak hingga matang sebelum dicampurkan ke dalam MPASI.

Setelah pemberian MPASI mengandung bawang putih, perhatikan kondisi tubuh si kecil, apakah terdapat reaksi alergi dalam 3 hingga 5 hari ke depan? Jika tidak dan bayi terlihat doyan, Anda dapat melanjutkan pemberian bawang untuk MPASI.

Artikel Lainnya: 5 Resep MPASI ala Nusantara untuk Anak

2 dari 3 halaman

Manfaat Bawang untuk MPASI Bayi

Melansir Momjunction, berikut ini beberapa manfaat bawang untuk MPASI bayi:

1. Meredakan Gejala Flu

Sifat antibakteri dan antivirus bawang putih dapat melindungi bayi dari gejala flu.

Selain itu, minyak atsiri yang ada dalam bawang putih juga membantu membuka saluran pernapasan sehingga turut meredakan gejala akibat flu.

2. Baik untuk Sistem Pencernaan Bayi

Senyawa fitokimia yang ada di dalam bawang putih terbukti efektif membunuh bakteri berbahaya yang ada di usus besar dan kecil.

Sifat antimikroba yang dimiliki bawang putih juga membantu menyembuhkan luka dengan cepat, lho!

Artikel Lainnya: 3 Kreasi Seru Menu MPASI untuk si Kecil yang Susah Makan

3. Membunuh Cacing Pita di Usus

Cacing pita bisa saja masuk ke dalam tubuh bayi dalam bentuk telur. Hewan tersebut bisa menetap di usus dan ‘mencuri’ nutrisi, yang akhirnya menyebabkan infeksi dan penyakit.

Nah, bawang putih dapat berperan sebagai obat antelmintik yang efektif untuk membunuh cacing pita di usus.

4. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh Bayi

Bawang putih mengoptimalkan fungsi sel, seperti makrofag, limfosit, sel natural killer (NK), sel dendritik, dan eosinofil, yang merupakan komponen dari sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, senyawa dalam bawang putih juga turut berperan mengatur sekresi sitokin, yang dapat membantu dalam pengobatan atau pencegahan obesitas dan sindrom metabolik.

Sah-sah saja jika Anda ingin menambah bawang untuk MPASI bayi. Namun, tetap perhatikan jumlah dan kondisi tubuh si kecil, ya.

Jika ragu atau terkendala dalam memberikan bawang putih untuk MPASI, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar