Sukses

Cara Mengatasi Telinga Berdengung yang Terbukti Efektif

Telinga berdengung dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Jangan khawatir, berikut cara mengatasi telinga berdengung yang bisa Anda coba.

Terdengar suara dengungan di telinga, yang bukan karena ada lebah atau nyamuk? Bisa jadi itu merupakan tanda masalah kesehatan yang dikenal dengan istilah tinnitus.

Faktanya, telinga berdengung atau tinnitus sering dialami oleh lansia, meski tak menutup kemungkinan untuk terjadi pada usia berapa saja. 

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, tinnitus terbagi menjadi dua jenis; yaitu subjektif dan objektif. 

“Tinnitus subjektif terjadi akibat kelainan telinga atau maslaah saraf otak. Sementara itu, tinnitus objektif diakibatkan oleh masalah pembuluh darah, kelainan tulang telinga atau otot,” kata dr. Dyah Novita.

Apa pun jenisnya, telinga berdengung dapat mengganggu aktivitas penderitanya. Agar tidak sampai menurunkan kualitas hidup, keluhan tersebut mesti segera diatasi.

Artikel Lainnya: Gangguan Telinga yang Paling Sering Terjadi, Apa Saja?

Berikut ini beberapa cara mengatasi telinga berdengung yang bisa Anda coba:

1 dari 4 halaman

1. Membersihkan Kotoran Telinga

Kotoran telinga yang menyumbat bisa saja menyebabkan keluhan telinga berdengung. Kondisi ini bisa diatasi dengan membersihkan kotoran tersebut di dokter spesialis THT.

2. Menggunakan Alat Bantu Dengar 

Jika Anda sudah didiagnosis mengalami gangguan pendengaran, cara paling tepat untuk mengatasi dengungan pada telinga adalah dengan menggunakan alat bantu. 

Alat bantu dengar adalah perangkat elektronik kecil yang menggunakan mikrofon, amplifier, dan speaker untuk meningkatkan volume suara dari luar. 

3. Terapi Perilaku 

Keluhan telinga berdengung terus-menerus bisa saja berhubungan dengan tingkat stres yang tinggi. 

Cara mengobati telinga berdengung untuk kasus ini adalah dengan melakukan terapi perilaku kognitif.

Terapi perilaku bukan untuk mengatasi telinga berdengung secara langsung. Terapi tersebut hanya bertujuan untuk mengajarkan Anda cara menjalani hidup dengan nyaman meski mengalami gangguan telinga permanen. 

Artikel Lainnya: 6 Kesalahan yang Sering Anda Lakukan pada Telinga

2 dari 4 halaman

4. Cukupi Waktu Istirahat

Pada beberapa kasus, kelelahan dapat meningkatkan risiko telinga berdengung. Untuk kasus ini, cara mengatasi telinga berdengung yang paling tepat adalah dengan mencukup waktu istirahat.

Secara umum, orang dewasa dianjurkan untuk mendapatkan waktu tidur malam selama 7 hingga 8 jam.

5. Olahraga 

Olahraga secara rutin dan teratur dapat membantu menjaga suasana hati dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. 

Dengan kondisi fisik dan mental yang stabil, gangguan telinga berdengung yang Anda alami bisa saja berkurang seiring waktu.

6. Berobat ke Dokter THT 

“Jika telinga berdengung disebabkan oleh kerusakan gendang atau sel di dalam telinga, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan berobat ke dokter THT,” saran dr. Dyah Novita. 

7. Berhenti Merokok 

Selain merusak paru-paru, kebiasaan rokok juga diduga berhubungan dengan risiko telinga berdengung yang lebih tinggi. 

Pasalnya, asap rokok mengandung zat berbahaya yang bisa mengganggu aliran darah ke sel saraf, termasuk yang ada di telinga. 

Atas dasar itu, Anda sebaiknya segera hentikan kebiasaan merokok mulai sekarang juga.

Artikel Lainnya: Cara Efektif Mencegah Infeksi Telinga

3 dari 4 halaman

8. Relaksasi

Relaksasi juga bisa dilakukan sebagai cara menghilangkan telinga berdengung. Iringi aktivitas relaksasi Anda dengan mendengarkan suara yang menenangkan, seperti aliran air, kobaran api unggun, rintik hujan, dan sebagainya. 

Pejamkan pula mata Anda saat melakukan aktivitas tersebut, agar tubuh terasa lebih nyaman.

9. Meditasi 

Anda juga bisa menggunakan metode meditasi sebagai cara mengatasi telinga berdengung. 

Tindakan ini efektif untuk meredakan stres, yang merupakan salah satu faktor risiko telinga berdengung. 

Sudah melakukan beragam cara mengatasi telinga berdengung yang telah disebutkan, namun hasilnya tak kunjung dirasakan? 

Jika memang demikian, Anda sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar