Sukses

Syarat Penderita Asma Bisa Vaksinasi COVID-19

Orang dengan penyakit penyerta seperti asma boleh menerima vaksinasi virus corona. Tapi, apa saja syarat vaksin COVID-19 untuk penderita asma?

Pemberian vaksin virus corona kini sudah menyasar masyarakat di luar tenaga kesehatan. Akan tetapi, beberapa orang yang punya penyakit penyerta (komorbid) masih harap-harap cemas, apakah bisa jadi penerima vaksin COVID-19 atau tidak. Salah satunya adalah penderita asma.

Sama seperti komorbid lainnya, penderita asma sempat dilarang untuk menerima vaksinasi COVID-19. Ketakutan awalnya, vaksin bisa bereaksi negatif kepada penderita asma. Hal ini berkaitan dengan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi). Terlebih lagi, belum ada penelitian soal ini.

Namun belakangan, penderita asma sudah diperbolehkan menerima vaksin COVID-19, tentunya dengan syarat-syarat tertentu.

1 dari 3 halaman

Alasan Penderita Asma Boleh Terima Vaksin COVID-19

Hal tersebut disampaikan DR. dr. Agus Dwi Susanto, Sp. P(K), FISR, FAPSR , seperti dikutip dari akun Instagram resmi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu, penderita asma yang terkontrol baik boleh divaksinasi.

Selain itu, dikutip dari allergy asthma network, penderita asma akhirnya boleh menerima vaksin COVID-19 karena dianggap tidak akan mengalami reaksi alergi langsung.

Meski begitu, penderita asma harus "lolos" syarat untuk bisa mendapatkan vaksin corona. Syaratnya tidak sepele dan harus benar-benar diikuti.

Artikel lainnya: Bolehkah Ibu Menyusui Vaksinasi COVID-19? Ini Kata Dokter

2 dari 3 halaman

Syarat Penderita Asma untuk Terima Vaksin COVID-19 

Jadi, apa saja syarat vaksin COVID-19 bagi penderita asma? Seperti disampaikan dr. Agus di atas, penderita harus memiliki asma yang terkontrol. Apa maksudnya terkontrol?

Dikutip dari pernyataan dr. Agus, terkontrol artinya penderita mengalami gejala <2 kali per minggu, tak terbangun malam hari, tanpa keterbatasan aktivitas, serta tidak butuh pelega >2 kali per minggu.

Hal yang sama juga turut disampaikan dr. Valda Gracia. Memastikan calon penerima vaksin tidak mengalami gejala asma berat sangat penting.

"Penggunaan obat bronkodilator kurang dari dua kali dalam seminggu juga menjadi salah satu syarat sebagai bagian dari terkontrol," ujar dr. Valda.

Sementara itu, menurut American College of Allergy, Asthma, and Immunology (ACAAAI), penderita asma yang mengonsumsi kortikosteroid oral juga bisa mendapatkan vaksin COVID-19.

Artikel lainnya: Catat, Pengidap Penyakit Komorbid Ini Tak Boleh Terima Vaksin Sinovac

Namun begitu, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami keefektifan vaksin COVID-19 karena ada potensi penurunan respons imun. Hal tersebut juga mungkin bergantung pada dosis harian pasien dan berapa lama pasien mengonsumsi kortikosteroid oral.

Syarat kondisi asma yang terkontrol bagi penerima vaksin COVID-19 sebenarnya demi menjaga dan meminimalkan efek terkait KIPI. 

"Tapi hal ini masih dalam penelitian. Supaya lebih aman, diprioritaskan yang sudah terkontrol dulu. Untuk menghindari risiko kemungkinan KIPI setelah vaksinasi," ungkap dr. Valda Gracia.

"Seperti pas awal pemberian vaksin COVID-19, syarat dasarnya adalah tekanan darah tidak terkontrol juga tidak dibolehkan. Tapi sekarang masih bisa sampai batas 180 mmHg," kata dr. Valda Gracia.

"Jadi, belum tentu jadi syarat vaksin COVID-19 yang disebutkan di atas tadi itu pasti untuk seterusnya," katanya lagi.

Selain syarat-syarat khusus di atas, penderita asma juga wajib memiliki tekanan darah dalam batas yang ditentukan. Syarat dasar lainnya, seperti calon penerima vaksin dalam kondisi sehat, juga tetap berlaku.

Itulah syarat-syarat penerima vaksin COVID-19 bagi penderita asma. Namun, sambil vaksin berjalan dan penelitian terus dilakukan, bukan tidak mungkin penderita asma yang tidak terkontrol juga bisa mendapatkannya.

Dapatkan informasi seputar virus corona, vaksin, dan penularannya di sini. Bila Anda masih punya pertanyaan seputar kondisi asma, sampaikan pada dokter melalui fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar