Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kondisi Orang saat Mabuk, Kenapa Bisa Berkata Lebih Jujur?

Kondisi Orang saat Mabuk, Kenapa Bisa Berkata Lebih Jujur?

Karena dapat membuat orang berkata jujur, alkohol sampai disebut the truth serum. Apa alasannya? Benarkah kondisi orang saat mabuk pasti akan berkata jujur?

Sakit kepala, mual muntah, dan badan lemas bukanlah efek mabuk yang ditakutkan oleh beberapa orang. 

Mereka justru lebih khawatir dengan ucapan jujur saat mabuk, yang terjadi saat dipengaruhi minuman beralkohol.

Entah apa yang membuat seseorang berkata jujur saat mabuk. Namun, efek tersebut bisa menjadi bahan cemoohan dan penyesalan buat orang yang melakukannya.

1 dari 3 halaman

Jujur saat Mabuk, Apa Penyebabnya?

Seorang pria terlihat baik-baik dan cenderung happy setelah berpisah beberapa bulan dengan pasangannya. 

Namun, saat berkumpul dengan teman-temannya dan menikmati minuman beralkohol, ia justru bernyanyi lagu sedih, menangis, dan memanggil nama mantannya tersebut. 

Tak tanggung-tanggung, ia juga menelepon mantan pasangannya sambil meminta maaf atas perilakunya terdahulu. Setelah membuat pengakuan, orang tersebut lemas dan tertidur di meja. 

Kondisi tersebut akhirnya menjadi bahan tontonan teman-temannya dan dijadikan “konten” di media sosial.

Kira-kira, tahukah Anda hal apa yang membuat seseorang bertindak sejauh itu? Teman-temannya yang lain juga ikut minum, tetapi tidak sampai melakukan tindakan memalukan. 

Artikel Lainnya: Tindakan Pertolongan Ketika Keracunan Minuman Keras Oplosan

Ternyata, fenomena jujur saat mabuk bisa dijelaskan secara medis, lho. Menurut dr. Devia Irine Putri, ada beberapa tahapan kondisi orang saat mabuk minuman beralkohol, yaitu:

  1. Sober

Dalam kondisi ini, orang yang mengonsumsi alkohol masih sadar dan berinteraksi sebagaimana mestinya. 

Tahapan ini biasanya terjadi ketika Anda baru meneguk gelas pertama, sehingga kadar alkohol dalam darah masih sangat sedikit. 

  1. Euforia atau Tipsy

Di tahapan ini, kadar alkohol di dalam darah sudah mulai banyak, yaitu 0,03 hingga 0,12 persen. 

Meski respons motoriknya menurun, kepercayaan diri orang dengan kondisi tersebut akan meningkat.

  1. Excitement

Mabuk alkohol terjadi di tahapan excitement. Individu akan kehilangan kemampuan koordinasi, emosi menjadi tidak stabil, pandangan kabur, dan mengantuk. 

Dalam kondisi ini, kadar alkohol di dalam darah telah mencapai 0,09 hingga 0,25 persen. 

Artikel Lainnya: Lupa Ingatan Usai Mabuk, Ini Penyebabnya

  1. Confusion

Peminum akan merasa bingung dengan kondisi yang dialami. Emosinya pun semakin meluap-luap. 

Kondisi ini merupakan lanjutan dari tahap excitement, dengan kadar alkohol di dalam darah mencapai 0,18 hingga 0,30 persen. 

  1. Stupor

Jika alkohol yang diminum berlebihan dan si orang itu memang tak kuat, kondisi fisik yang patut diwaspadai bisa saja muncul. Contohnya, warna kebiruan di bibir dan kuku, pucat, kejang, susah bernapas, bahkan pingsan.  

Kalau sudah begini, orang yang mabuk harus segera mendapat pertolongan medis. Kadar alkohol di darahnya telah mencapai 0,25 hingga 0,40 persen.

  1. Koma

Efek alkohol yang terlalu banyak hingga mencapai 0,35 hingga 0,45 persen di dalam darah bisa membuat fungsi organ bermasalah. 

Orang dengan kondisi ini akan mengalami koma dan rentan meninggal dunia. 

  1. Kematian 

Apabila kadar alkohol di dalam darah sudah lebih dari 0,45 persen, tubuh tidak bisa lagi menoleransinya. Orang yang mabuk itu bisa meninggal dunia. 

Artikel Lainnya: Air Kelapa dalam Cocktail Bermanfaat Kurangi Mabuk!

“Untuk contoh kasus di atas, orang ini masih memiliki emosi yang meluap-luap. Jadi, kemungkinan besar ia berada di tahapan ketiga dan keempat, yaitu excitement dan confusion. Kadar alkohol di dalam darahnya ada di antara 0,09 hingga 0,30 persen,” terang dr. Devia. 

Tidak ada “sihir” khusus di dalam truth serum ini. Ketika kadar alkohol di dalam darah meningkat, memang akan ada reaksi yang yang terjadi pada tubuh. 

Salah satunya, emosi yang tidak stabil. Orang tersebut juga akan kehilangan kemampuan koordinasinya. 

Selama ini, orang tersebut mungkin bisa mengendalikan dan menutupi emosinya di depan orang lain secara sadar. 

Ketika kadar alkohol meningkat di dalam darah, hal-hal yang ia kendalikan tadi menjadi ‘bubar’ dan tidak terkontrol lagi. 

Artikel Lainnya: Muntah Darah setelah Mabuk Alkohol, Apa Penyebabnya?

2 dari 3 halaman

Faktor Pencetus Mabuk Parah pada Seseorang

Jujur saat mabuk hanya dialami sebagian orang. Beberapa lainnya hanya mengalami hal yang biasa-biasa saja dan tak sampai hilang kesadaran. 

“Hal ini disebabkan oleh ambang toleransi alkohol setiap orang yang berbeda-beda. Biasanya, ini tergantung pada jenis kelamin. Wanita lebih mudah mabuk dibanding pria,” tutur dr. Devia. 

“Jenis minuman alkohol yang dipilih juga berpengaruh (whisky dan vodka). Lalu, kebiasaan minum alkohol juga menjadi penentu Anda cepat mabuk atau tidak. Semakin jarang mengonsumsinya, Anda akan lebih mudah mabuk,” sambungnya.

Efek mabuk juga semakin merugikan tubuh bila Anda mengonsumsi alkohol dalam keadaan perut kosong, kelelahan, atau telanjur dehidrasi

Tak hanya akan membuat Anda kelewat jujur saat mabuk atau melakukan tindakan yang mungkin merugikan, alkohol pada dasarnya tidak baik untuk kesehatan tubuh. 

Jadi, sebaiknya dihindari dan lebih bijaklah dalam memilih minuman serta pengelolaan stres di kehidupan sehari-hari. 

Masih punya pertanyaan seputar kesehatan atau penyakit? Tanya langsung kepada dokter melalui layanan LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar