Sukses

Mengenal Vaksin Corona CanSino yang Cuma Sekali Suntik

Perusahaan Tiongkok baru-baru ini memperkenalkan vaksin virus corona bernama CanSino. Seperti apa efektivitas vaksin CanSino? Simak di sini.

Sejak akhir tahun lalu, beberapa negara sudah mulai menjalankan vaksinasi virus corona. Beberapa jenis vaksin yang cukup sering kita dengar antara lain Sinovac, Pfizer, Moderna, AstraZeneca, Sinopharm, dan Moderna.

Namun kini, vaksin virus corona terbaru dari Tiongkok diperkenalkan. Vaksin ini diberi nama CanSino. Yuk, kita kenali lebih dekat.

 

1 dari 3 halaman

Mengenal Vaksin CanSino

Vaksin CanSino diklaim punya efektivitas cukup besar dalam penanganan COVID-19. Kabar baik ini datang dari Institut Produk Biologi Wuhan setelah berbulan-bulan melakukan uji klinis fase 3 di beberapa negara.

Perusahaan Tiongkok, CanSino, mengatakan analisis sementara dari hasil uji coba tahap akhir menunjukkan vaksin ini memiliki efektivitas lebih dari 65 persen.

Karena efektivitasnya ini, vaksin yang berbasis di Tianjin tersebut telah disetujui untuk penggunaan darurat di beberapa negara, termasuk Meksiko dan Pakistan.

Perusahaan CanSino juga mengatakan, selain tingkat kemanjuran 65 persen dalam mencegah penularan COVID-19, produknya juga 90 persen efektif melindungi gejala yang parah.

Sampai saat ini, vaksin CanSino merupakan salah satu vaksin yang hanya memerlukan sekali suntik. Maksudnya adalah orang-orang tidak perlu lagi mendapatkan vaksin setelah suntikan pertama diberikan.

Artikel lainnya: Dilarang Pulang Usai Vaksinasi Virus Corona, Ini Alasannya

Vaksin COVID-19 CanSino kini tengah dikaji untuk mendapatkan izin penggunaan secara umum oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Tiongkok. 

Bagaimana tanggapan dokter mengenai efektivitas vaksin CanSino untuk mencegah virus corona?

Menanggapi hal tersebut, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti mengatakan, “Setiap vaksin memiliki efektivitas yang berbeda-beda. (Soal efektivitas) ini harus disebut dan dijelaskan oleh pakarnya. Tapi, single atau multiple dose semua ada base clinical trial-nya (uji klinis dasar).”

“Vaksin CanSino dinyatakan efficacy-nya sekitar 68 persen setelah one shot. Nah, ini berbeda tipis dengan sinovac yang efficacy-nya juga berkisar di 60 persenan setelah second dose,” dia menambahkan.

2 dari 3 halaman

Metode Adenovirus Vector dalam Vaksin CanSino

Selanjutnya, dr. Astrid menjelaskan, adenovirus vector merupakan virus untai ganda yang tidak memiliki membran di dalamnya. Pada vaksin CanSino, adenovirus vector dijadikan sebagai inang untuk membawa materi antigen virus SARS-COV-2 dalam vaksinnya sendiri. 

“Kenapa yang dipilih sebagai inang adalah adenovirus? Itu karena virus ini mudah dimodifikasi dan kekebalan yang terbentuk dari vaksin dengan inang adenovirus biasanya cukup kokoh dibanding inang yang lain,” ujar dr. Astrid. 

Seperti semua vaksin, vaksin adenovirus vector untuk COVID-19 akan diuji keamanannya secara ketat sebelum diizinkan penggunaannya. Vaksin jenis ini telah dipelajari dengan baik dalam uji klinis. Vaksin jenis vektor virus juga telah digunakan untuk penanganan wabah Ebola

Artikel lainnya: Ini Rencana Vaksinasi Virus Corona di Indonesia

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan, dalam pengembangan vaksin vektor virus, beberapa virus yang berbeda telah digunakan sebagai vektor. Virus-virus tersebut antara lain, influenza, vesicular stomatitis virus (VSV), virus campak, dan adenovirus (virus penyebab flu biasa).

Untuk vaksin COVID-19, gen ini mengodekan protein spike, yang hanya terdapat di permukaan SARS-CoV-2. Vektor virus lantas digunakan untuk memindahkan gen ini ke dalam sel manusia.

Begitu berada di dalam sel tubuh manusia, vektor ini nantinya akan menghasilkan protein untuk melindungi sel tubuh. Sistem kekebalan tubuh pun mulai memproduksi antibodi.

Tidak hanya itu, nantinya ada sel-T yang aktif dan siap melawan virus yang dianggap sebagai ancaman bagi tubuh. 

Itulah beberapa hal mengenai vaksin CanSino yang baru-baru ini diperkenalkan. Anda tertarik memakainya? Tunggu dulu izin resmi dari pemerintah, ya.

Jangan ketinggalan berita seputar virus corona, vaksin, dan penanganannya dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar