Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Indonesia Bebas Virus Corona Pada 17 Agustus, Apa Maksudnya?

Indonesia Bebas Virus Corona Pada 17 Agustus, Apa Maksudnya?

Ketua Satgas COVID-19 yakin Indonesia terbebas dari virus corona pada tanggal 17 Agustus mendatang. Apa yang harus dilakukan agar pandemi bisa terkendali?

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Indonesia, Doni Monardo, menargetkan Indonesia akan terbebas dari virus corona pada 17 Agustus mendatang. Pernyataan ini lantas dianggap tidak realistis oleh para ahli.

Memangnya, apa yang dimaksud dengan pernyataan Indonesia terbebas dari COVID-19 pada hari kemerdekaan nanti? Untuk mengetahui penjelasan lengkapnya, simak penjelasan berikut ini.

 

1 dari 4 halaman

Tanggal 17 Agustus Besok Indonesia Bebas Corona, Apa Maksudnya?          

Doni Monardo mengatakan Indonesia bisa terbebas dari COVID-19 pada 17 Agustus mendatang, asalkan semua lapisan masyarakat mau ikut bekerja sama dalam menangani pandemi.

Menurutnya, perlu ada kerja sama yang baik antara pemerintah yang membuat kebijakan penanganan pandemi dengan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan.

Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, turut mengutarakan hal yang sama.

Ia menjelaskan, terbebas dari virus corona bukan berarti jumlah kasusnya menjadi nol, melainkan menargetkan penanganan COVID-19 yang dapat terkendali dengan baik.

Hal itu bisa terjadi jika COVID-19 di Indonesia ditangani secara mikro dan terkoordinasi. Yang dimaksud dengan mikro adalah penanganan COVID-19 yang dimulai dari susunan pemerintahan terkecil, seperti desa, kelurahan, tingkat RT, dan juga RW.

Jika ada koordinasi dan kesadaran pencegahan dari seluruh lapisan masyarakat, Wiku yakin angka penularan virus corona di Indonesia bisa menurun.

Artikel Lainnya: Benarkah Virus Corona Bisa Turunkan Kualitas Sperma?

2 dari 4 halaman

Ini Kendala Penanganan COVID-19 di Indonesia 

Dilansir dari berbagai media lokal, Dicky Budiman adalah salah satu  pakar yang menganggap pernyataan Ketua Satgas COVID-19 Indonesia tidak realistis.

Dicky yang merupakan epidemiolog dari Griffith University di Australia menuturkan, target tersebut tidak realistis karena Indonesia belum bisa menerapkan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment, secara tepat.

Penerapan 3T merupakan langkah untuk mengendalikan penularan virus yang menjadi problem pandemi. Ketika data pasti dari testing, tracing dan treatment didapat, barulah bisa penerapan strategi penanganan bisa tepat sasaran.

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban pun pesimis mengenai pernyataan Indonesia yang bisa merdeka dari virus corona pada 17 Agustus mendatang.

Lewat media sosialnya, Prof Zubairi mengatakan, menurunkan kasus virus corona tidaklah bisa secepat itu.  Perlu kerja keras yang cukup memakan waktu agar Indonesia bisa benar-benar bebas dari virus corona.

Artikel Lainnya: Wajib Tahu, Kadar Virus Corona Pengaruhi Risiko Gejala!

3 dari 4 halaman

Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Mengendalikan Pandemi?

Dokter Devia Irine Putri menjelaskan untuk mengendalikan situasi pademi, masyarakat harus mematuhi aksi 5M yang digaungkan pemerintah.

Aksi 5M yang dimaksud oleh dr. Devia adalah memakai masker, mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

Menurut dr. Devia, COVID-19 merupakan penyakit baru yang masih perlu terus diteliti. Sampai sekarang juga belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan infeksi virus corona.

Oleh karena itu, kita masih memerlukan waktu yang panjang agar bisa benar-benar terbebas dari virus corona.

Akan tetapi, jika masyarakat patuh mengikuti protokol kesehatan 5M, dr. Devia yakin Indonesia bisa menekan laju penyebaran COVID-19.

“Kalau kita sebagai masyarakat sama-sama tertib melakukan 5M, setidaknya kasus infeksi corona di Indonesia bisa terkendali (menurun dalam 6 bulan),” ucap dr. Devia.

Ikuti terus perkembangan virus corona di Indonesia membaca artikel lainnya di aplikasi Klikdokter. Bila punya pertanyaan lain, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter lewat fitur Live Chat 24 Jam.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar