Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Pre Baby Blues saat Hamil Bikin Ibu Telat Melahirkan?

Benarkah Pre Baby Blues saat Hamil Bikin Ibu Telat Melahirkan?

Pre baby blues disinyalir menjadi penyebab bayi terlambat lahir. Apakah medis sependapat dengan hal tersebut? Simak faktanya.

Hari perkiraan lahir (HPL) penting diketahui oleh ibu hamil dan pasangannya. Dengan mengetahui tanggal tersebut, calon orangtua bisa mempersiapkan banyak hal dari jauh-jauh hari sebelum si kecil lahir ke dunia.

Kendati demikian, ada satu hal yang disebut-sebut bisa menyebabkan ibu telat melahirkan dari HPL, yakni pre-baby blues syndrome.

Mungkin Anda sedikit bingung dengan istilah baby blues syndrome. Bukankah kondisi tersebut terjadi setelah ibu melahirkan? Kok hal tersebut justru bikin ibu telat melahirkan?

1 dari 3 halaman

Mengenal Pre Baby Blues Syndrome

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, pre-baby blues syndrome sebenarnya tidak jauh berbeda pengertiannya dengan baby blues syndrome. Kondisi ini ditandai dengan munculnya gangguan mood, seperti mudah marah dan tersinggung, mudah sedih dan gelisah, serta selalu merasa lelah.

Tak cuma itu, pre-baby blues syndrome juga bikin ibu hamil lebih sulit berkonsentrasi dan merasa tidak bisa dimengerti oleh orang lain. Hal tersebut membuat ibu hamil sulit beradaptasi dengan sekitarnya.

Artikel Lainnya: Kenali Tanda-tanda Sindrom Baby Blues

Seperti telah disinggung sebelumnya, pre-baby blues terjadi saat ibu masih hamil atau tak jauh sebelum melahirkan. Sejumlah faktor yang bisa menyebabkan kondisi tersebut, antara lain:

  • Pernikahan yang tidak bahagia
  • Mendapatkan tindak kekerasan di rumah
  • Tidak mendapatkan perhatian dan dukungan dari suami
  • Masih bekerja penuh dan merasa stres akibat hal tersebut
  • Masalah hormonal
2 dari 3 halaman

Baby Blues Syndrome Jadi Penyebab Bayi Terlambat Lahir?

Stres berat selama hamil identik dengan keguguran ataupun kelahiran prematur. Namun, berdasarkan dr. Dyah Novita itu mengatakan, pre-baby blues syndrome yang sudah masuk tahap depresi mampu mempengaruhi HPL.

“Perasaan negatif yang menumpuk bisa membuat ibu tidak mengalami kontraksi sehingga ia telat melahirkan,” kata dr. Dyah Novita.

Ketika berada di situasi yang kurang baik, secara alamiah tubuh ibu dan bayi yang ada di dalam kandungannya akan “menunda” untuk keluar sampai keadaan kembali normal.

Artikel Lainnya: Cegah Sindrom Baby Blues dengan Omega-3

Sayangnya, jika kehamilan ‘diperpanjang’ terlalu lama, ibu dan bayi rentan mengalami komplikasi, seperti:

  • Cairan ketuban makin sedikit
  • Detak jantung bayi melambat
  • Bayi susah bernapas
  • Perkembangan bayi terhambat akibat masalah plasenta
  • Ukuran bayi terlalu besar dan berisiko merobek vagina
  • Ibu mengalami pendarahan dan infeksi
  • Bayi keracunan air ketuban, yang mengandung feses pertamanya
  • Bayi meninggal saat dilahirkan.

“Selain itu, jika pre-baby blues saat hamil tidak segera ditangani, kondisi tersebut akan awet dan menyebabkan post partum depression,” ucap dr. Dyah Novita.

Jadi, meski bayi yang terlambat lahir dalam keadaan selamat, ibu mungkin akan enggan untuk mengurusnya karena telanjur mengalami masalah mental.

Artikel Lainnya: Kehamilan Banyak Masalah, Ibu Pasti Kena Baby Blues?

Atas dasar itu, sangat penting bagi ibu dan kerabat dekatnya untuk segera mengatasi pre-baby blues syndrome sebelum terlambat. Langkah-langkah yang biasanya dapat membantu, yaitu:

  • Berkonsultasi ke psikolog atau psikiater. Bila diperlukan, psikiater mungkin akan meresepkan obat antidepresan yang aman untuk ibu hamil.
  • Mengonsumsi makanan bernutrisi. Asupan yang mengandung magnesium bisa mengurangi gejala depresi
  • Istirahat cukup
  • Melepaskan diri dari hubungan dan lingkungan yang toksik
  • Tinggal bersama anggota keluarga yang bisa dipercaya dan diandalkan
  • Mengenali teknik relaksasi yang paling pas dan rutin melakukannya
  • Mencari informasi yang valid tentang kehamilan dari ahlinya, bukan dari cerita orang-orang awam.

Jika stres berat telanjur membuat ibu telat melahirkan, dokter mungkin akan mempertimbangkan dua pilihan. Pertama, induksi persalinan untuk memicu kontraksi, dan yang kedua adalah operasi caesar.

Keputusan akan diambil setelah dokter melakukan USG, tes detak jantung bayi, serta cek cairan ketuban dan kondisi pembukaan serviks.

Jangan remehkan stres berat saat kehamilan, karena kondisi tersebut dapat memicu pre-baby blues syndrome yang membahayakan ibu hamil dan si buah hati. Segera konsultasikan kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter jika Anda mengalami gejala-gejala kondisi tersebut.

(NB/JKT)

    0 Komentar

    Belum ada komentar