Sukses

Pelakor, Benarkah Cuma Salah Pihak Wanita?

Benarkah wanita menjadi satu-satunya pihak yang perlu disalahkan pada kasus pelakor alias perebut laki orang? Simak faktanya menurut psikolog berikut ini!

Kata-kata pelakor atau perebut laki orang sering didengar di telinga masyarakat. Terkait fenomena ini, tidak sedikit wanita yang justru semakin kesal dan jengkel dengan tingkah pelakor.

Tidak dimungkiri, semua wanita pasti ingin memiliki hubungan yang langgeng dengan pasangan, tanpa ada gangguan dari pelakor.

Hal yang bikin bimbang, kenapa pada kebanyakan kasus perselingkuhan selalu menyalahkan pelakor?

1 dari 3 halaman

Suami Selingkuh, Apakah Selalu Salah Pelakor?

Dari banyak kasus pelakor, wanita selalu menjadi satu-satunya pihak yang disalahkan. Padahal, menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog., kasus perselingkuhan terjadi karena ada peran dari kedua belah pihak.

Hal tersebut juga berlaku untuk kasus pelakor. Baik pria maupun wanita yang terlibat sama-sama bersalah. Tapi, karena pelakor masih sendiri alias tidak punya pasangan, mereka sering dianggap sebagai satu-satunya penyebab.

“Stigma tersebut harus hilang dari masyarakat. Pasalnya, kalau ada perselingkuhan, bukan hanya salah satu pihak saja, tapi keduanya,” tegas Ikhsan.

Artikel Lainnya: Jadi Pelakor, Apakah Termasuk Gangguan Mental?

Beberapa faktor yang bisa melandasi adanya perselingkuhan, antara lain:

  • Kebutuhan yang Tidak Dipenuhi

Kurangnya kebutuhan finansial dan emosional bisa jadi alasan utama mengapa seseorang berselingkuh.

Contohnya pada pasangan yang kurang mendukung akan hal yang sedang Anda kerjakan. Mereka justru meremehkan dan menganggap Anda tidak mampu menjalani hal yang sedang dilakukan. Kondisi ini dapat mencetuskan perasaan jengkel dan kesal.

Keadaan semakin rumit apabila terdapat orang baru yang hadir di tengah-tengah hubungan asmara Anda. Apalagi jika orang tersebut dapat memenuhi kebutuhan yang dicari.

  • Tidak Pernah Puas

Karena tidak puas dengan satu pasangan, sebagian orang mungkin akan mencari pelampiasan. Hal tersebut demi memenuhi keegoisan semata atau menjawab rasa penasaran yang menggebu-gebu di dalam hati.

Perasaan tidak puas ini dapat dialami oleh pria maupun wanita, khususnya mereka yang memang tidak bersyukur dengan kondisi saat ini.

  • Kurang Kontrol Diri dan Komitmen

Kurangnya kontrol diri dan komitmen juga dapat menjadi penyebab pelakor. Kondisi ini pun dapat pula menjadi salah satu penyebab suami selingkuh dengan wanita lainnya.

Artikel Lainnya: Hentikan Kebiasaan Selingkuh dengan 6 Tips Ini!

2 dari 3 halaman

Penyebab Pelakor Sering Disalahkan

Perselingkuhan merupakan kondisi yang sebenarnya bisa dicegah. Karena, jika memang hanya satu pihak yang tertarik, maka kondisi tersebut tidak akan terjadi.

Jadi, siapa yang harus disalahkan pada kasus pelakor atau kondisi perselingkuhan? Keduanya.

“Idealnya, masyarakat harus melihat (kasus perselingkuhan) dari dua sisi. Jangan langsung menghakimi satu pihak saja. Karena, pada saat perselingkuhan itu terjadi, ada saja kebutuhan-kebutuhan yang dirasa perlu dipenuhi oleh masing-masing pihak,” kata Ikhsan.

Contoh pada kasus orang yang belum menikah dan butuh kasih sayang besar. Karena orang tersebut sering melakukan kegiatan bersama dengan orang yang telah menikah, bisa saja timbul rasa nyaman hingga akhirnya saling tertarik.

Kalau dari pihak yang sudah menikah, bisa saja dia merasa ada kebutuhan-kebutuhan yang tidak didapatkan dari pasangannya. Orang tersebut pun merasa bahwa cara memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan berselingkuh.

“Jadi, siapa yang disalahkan? Tentu saja keduanya,” tutup Ikhsan.

Terbukti bahwa pelakor tidak hanya salah pihak wanita saja. Karena pada dasarnya, perselingkuhan dapat terjadi akibat peran kedua belah pihak, baik pria maupun wanita.

Ragu atau ingin bertanya mengenai penyebab pelakor atau perselingkuhan? Tak perlu ragu untuk konsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar