Sukses

Kenapa Penglihatan Berubah Setelah Melahirkan?

Ada banyak perubahan yang didapat ibu pasca-melahirkan. Salah satunya mata buram. Mengapa bisa terjadi gangguan penglihatan setelah melahirkan?

Efek setelah melahirkan yang dialami wanita cukup beragam. Ada yang perut menggelambir atau kelebihan berat badan. Namun, ada perubahan yang cukup unik selama hamil dan setelah melahirkan, yakni gangguan penglihatan!

Ya, faktanya, gangguan penglihatan setelah melahirkan terjadi pada 15 persen ibu hamil. Selama hamil, perubahan hormon, metabolisme, retensi cairan, dan juga sirkulasi darah dapat memengaruhi mata dan penglihatan ibu.

 

1 dari 3 halaman

Penyebab Penglihatan Menurun Pasca-melahirkan

Mengapa menurunnya penglihatan bisa terjadi saat hamil dan setelah melahirkan? Berikut beberapa penyebab mata buram dan penglihatan menurun setelah melahirkan:

1. Penglihatan Kabur

Setelah melahirkan, kapasitas retensi cairan pada saluran mata sangat terhambat. Akibatnya, kornea tidak dapat mempertahankan bentuk normalnya. Penglihatan pun menjadi kabur.

Retensi cairan sebenarnya dapat meningkatkan ketebalan dan kelengkungan kornea Anda. Meskipun perubahan kecil, kondisi tersebut dapat memengaruhi masalah penglihatan wanita setelah melahirkan.

2. Preeklampsia

Preeklampsia adalah meningkatnya tekanan darah akibat protein pada urine ibu hamil. Biasanya, gejalanya berhubungan dengan kaki dan tangan bengkak, sakit kepala, sampai penglihatan juga menurun,” ungkap dr. Muhammad Iqbal Ramadhan

Artikel lainnya: Penglihatan Kabur saat Hamil, Kenali 5 Penyebabnya

3. Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional memang umum terjadi pada ibu hamil. Kondisi tersebut bisa terjadi pada ibu dengan riwayat diabetes atau tidak sebelum kehamilan. 

“Diabetes gestasional akan mencetuskan kelainan retinopati diabetik, yaitu kerusakan pada retina dan fungsi penglihatan juga akan menurun,” kata dr. Iqbal.

4. Mata Kering

“Selama kehamilan, ada perubahan kadar hormon. Hal ini membuat produksi air mata jadi berkurang. Mata akhirnya akan perih, merah, kurang nyaman, dan penglihatan menurun,” dr. Iqbal menuturkan.

5. Mata Tidak Fokus

“Menurut penelitian, ada faktor kehamilan dan melahirkan yang bisa mengubah kemampuan wanita dalam melihat. Hal ini bisa disebabkan oleh terjadinya kesalahan bias atau cara mata menangkap suatu objek.”

“Hal tersebut yang membuat mata tidak fokus pada sasaran penglihatan sehingga mendadak mengalami penurunan fungsi penglihatan,” ungkap dr. Iqbal lagi.

Artikel lainnya: Hal-Hal yang Harus Diwaspadai pada Masa Nifas

2 dari 3 halaman

Mengatasi Gangguan Penglihatan Setelah Melahirkan

Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir berlebihan. Pasalnya, masalah penglihatan karena kehamilan ini berlangsung sementara.

Pada sebagian besar kasus, masalah penglihatan kabur setelah melahirkan akan hilang dengan sendirinya beberapa bulan setelah persalinan. Beberapa wanita mungkin akan mengalami masalah itu secara permanen.

Lantas, adakah cara untuk mengatasinya? Hal pertama yang bisa dilakukan, Anda harus mencari tahu terlebih dulu masalah apa yang dialami setelah melahirkan.

Misalnya, kalau Anda mengalami mata kering, menurut dr. Iqbal, Anda membutuhkan obat tetes mata untuk mengurangi ketidaknyamanan.

“Kalau keluhan penglihatan menurun karena preeklampsia, Anda harus terapi dari preeklampsia itu sendiri. Nanti penglihatan akan kembali normal setelah melahirkan,” tegas dr. Iqbal.

Akan tetapi, jika gangguan dan penurunan penglihatan semakin berat dan parah, Anda disarankan untuk menemui dokter spesialis mata. Terlebih Anda mengalami gejala di bawah ini:

  • Kebutaan
  • Penglihatan ganda
  • Penglihatan kabur
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Kehilangan penglihatan sementara
  • Bintik di penglihatan Anda

Jangan lupa untuk beristirahat dan mengonsumsi makanan bergizi setiap hari untuk pemulihan diri setelah melahirkan. Jangan lupa berkonsultasi kepada dokter saat penurunan penglihatan menghambat Anda dalam merawat si buah hati.

Bila masih punya pertanyaan seputar masalah penglihatan kabur setelah melahirkan, tanyakan langsung kepada dokter melalui fitur Live Chat.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar