Sukses

Sering Terapi Uap Jadi Penyebab Paru-Paru Basah?

Terapi uap memang ampuh untuk melegakan hidung tersumbat. Tapi, ada kekhawatiran bahwa itu malah memicu paru-paru basah di kemudian hari. Benarkah?

Rasanya sungguh tak nyaman jika hidung tersumbat. Selain bikin susah bernapas, kadang indra pengecap juga ikut terpengaruh sehingga makanan yang dimakan tak ada rasa!

Mau mencoba mengeluarkan sumbatan dengan tisu pun susah. Jika sudah begini, terapi uaplah yang akhirnya dipilih dan dianggap paling ampuh untuk melegakan hidung tersumbat.

 

1 dari 4 halaman

Sekilas tentang Terapi Uap

Menghirup uap hangat dari air yang dipanaskan merupakan pengobatan rumahan yang sering dilakukan saat pilek.

Selain bikin lega saluran pernapasan, uap hangatnya juga bisa menenangkan sehingga yang menghirupnya bisa tidur lebih nyenyak.

Udara hangat dan lembap bekerja mengencerkan dan melonggarkan perlekatan lendir di saluran hidung, tenggorokan, serta paru-paru.

Apabila ditambahkan beberapa tetes minyak esensial tertentu, rasanya juga lebih nyaman.

Perlu digarisbawahi, terapi uap bukanlah pengobatan untuk menyembuhkan flu atau sinusitis secara total. Menghirup uap hanya bisa meredakan gejala yang muncul.

Jika hidung tersumbat karena pilek dan flu, Anda perlu meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, suplemen, dan banyak istirahat.

Bila hal itu tidak dilakukan, dalam waktu cepat, lendir yang banyak akan muncul lagi dan menutup saluran pernapasan.

Artikel Lainnya: Tipe-tipe Pneumonia yang Harus Diketahui

2 dari 4 halaman

Benarkah Paru-Paru Basah Jadi Efek Samping Terapi Uap?

Di sisi lain, keseringan dan terlalu lama melakukan terapi uap dipercaya bisa menyebabkan paru-paru basah.

Uap yang dihirup bisa berubah menjadi cairan, lalu menumpuk di dalam paru-paru. Lantas, benarkah anggapan tersebut menurut ahli medis?

Dokter Dyah Novita Anggraini menjelaskan, “Terapi inhalasi yang dengan menghirup uap hangat beraromaterapi ataupun dari nebulizer tidak menyebabkan paru-paru basah. Paru-paru basah itu sendiri sebenarnya nama lain dari tuberkulosis alias TBC. Dan TBC disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis.”

Jadi secara medis, tidak ada hubungannya antara terapi uap untuk melegakan hidung tersumbat dengan paru-paru basah.

Masalah organ pernapasan yang satu itu juga bisa disebabkan oleh infeksi virus dan jamur, seperti Cryptococcus, Pneumocystis jirovecii, dan Histoplasmosis.

Artikel Lainnya: Bukan Menghilangkan Pilek, Ini Manfaat Uap Hangat untuk Kulit Wajah

Untuk mencegah terjadinya paru-paru basah, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  • Selalu menggunakan masker atau menutup hidung dengan sapu tangan ketika berada di lingkungan yang berpolusi.
  • Mendapatkan vaksinasi influenza dan pneumonia.
  • Selalu membersihkan tangan setelah beraktivitas dan sebelum memegang wajah, terutama hidung dan mulut.
  • Tidak membuang sampah tisu dan masker sembarangan karena bisa menularkan penyakit kepada orang lain.

Untuk memaksimalkan terapi uap, penggunaan minyak esensial jenis peppermint atau eucalyptus bisa digunakan.

“Jika itu kurang membantu untuk melegakan hidung tersumbat, lebih baik lakukan nasal wash dengan cairan NaCL O,9 persen. Cairan tersebut memiliki konsistensi yang sama dengan cairan hidung. Alat pencuci hidung dan cairannya bisa Anda dapatkan di apotek,” saran tenaga medis yang kerap disapa dr. Vita itu.

Ia menambahkan, “Kalau masih belum sembuh juga, sebaiknya berkonsultasi kepada dokter. Biasanya, kami akan meresepkan obat yang mengandung pseudoefedrin.”

Obat golongan dekongestan bisa meredakan pembengkakan pembuluh darah hidung dan membuat pernapasan lebih lega.

Artikel Lainnya: Sering Naik Motor Malam Picu Paru-Paru Basah, Mitos atau Fakta?

3 dari 4 halaman

Tak Bikin Paru-Paru Basah, Adakah Bahaya Terapi Uap yang Lain?

Daripada memikirkan efek paru-paru basah, ada bahaya terapi uap lainnya yang mesti Anda perhatikan, misalnya:

  • Luka bakar di kulit dapat terjadi akibat terkena percikan atau tumpahan air panas. ‘

Untuk mencegah hal itu, letakkan wadah di tempat aman dan hindari terlalu banyak bergerak. Pastikan Anda menghirup uap dengan jarak 20-30 cm dari permukaan air panas.

  • Uap panas bisa membuat mata iritasi dan mendapatkan tekanan berlebih. Lebih baik pejamkan mata Anda saat menghirup uap.
  • Bagi beberapa orang, menghirup uap panas terlalu lama dapat menyebabkan jantung berdetak cepat. Lakukan treatment ini maksimal 10-15 menit.

Kini Anda sudah mengetahui bahwa paru-paru basah bukanlah bahaya terapi uap. Anda masih bisa melakukan terapi rumahan ini untuk melegakan saluran pernapasan.

Masih ada pertanyaan seputar masalah pernapasan ? Langsung saja konsultasikan pada dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar