Sukses

Sambiloto, Herbal Pahit untuk Antivirus COVID-19

Berbagai upaya dilakukan untuk memperkuat imun saat pandemi. Apakah konsumsi sambiloto sebagai antivirus COVID-19 adalah salah satunya?

Di tengah pandemi virus corona yang kini melanda dunia, penggunaan obat-obatan herbal kembali dilirik. Salah satu yang cukup diperhitungkan tersebut adalah sambiloto.

Meski punya rasa yang sangat pahit, manfaat sambiloto di bidang kesehatan tak boleh disepelekan.

Tanaman yang memiliki nama ilmiah Andrographis paniculata tersebut dianggap dapat merangsang sistem kekebalan tubuh serta mencegah datangnya penyakit, termasuk COVID-19.

Benarkah, konsumsi sambiloto adalah salah satu cara mencegah virus corona? Simak ulasannya di artikel berikut.

Artikel Lainnya: Benarkah Kalung Anti Corona Ampuh Cegah COVID-19?

1 dari 3 halaman

Sambiloto Bisa Jadi Antivirus COVID-19?

dr. Inggrid Tania, M.Si, Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), menyampaikan, sambiloto telah lama diketahui berkhasiat sebagai imunomodulator (imunostimulasi sekaligus antiradang) dan antivirus.

Penelitian bio-informatika dan in-vitro baru-baru ini membuktikan khasiat sambiloto sebagai antivirus terhadap virus SARS-CoV-2.

Senyawa-senyawa aktif di dalamnya, terutama Andrographolide, dapat berikatan dengan protein virus SARS-CoV-2.

Melalui serangkaian mekanisme, senyawa di dalam sambiloto juga mampu   menghambat replikasi atau multiplikasi virus SARS-CoV-2, serta mengurangi peradangan.

Penelitian-penelitian praklinik sambiloto telah ditunjang uji klinis keamanan dan khasiat sambiloto pada pasien COVID-19 ringan dengan hasil baik.

Uji klinis yang merupakan pilot study ini dilaksanakan pemerintah Thailand  di beberapa rumah sakit. Hasilnya, sambiloto terbukti aman dikonsumsi.

Jika  dikonsumsi dalam  waktu  72  jam  setelah  timbul  gejala, sambiloto juga efektif memperbaiki kondisi pasien positif COVID-19, dalam waktu 3 hari intervensi tanpa efek samping.

Berdasarkan uji pendahuluan ini, pemerintah Thailand setuju penggunaan ekstrak sambiloto sebagai terapi komplementer pada pasien COVID-19 ringan di lima rumah sakit pemerintah.

Ekstrak sambiloto diketahui bermanfaat menurunkan tingkat keparahan wabah dan memotong biaya pengobatan.

Selain sambiloto, herba meniran (Phyllanthus  niruri) dan  jahe  merah (Zingiber  officinale var. rubra) juga berperan sebagai imunomodulator.

Senyawa aktif phyllanthin bersama antioksidan lain dalam meniran; serta  senyawa aktif gingerol, shogaol, dan lain-lain dalam jahe merah, berperan  dalam memodulasi respons imun dan menghambat virus.

Ketiga herbal ini dapat dikombinasikan pemakaiannya guna mencapai efek imunomodulasi yang lebih optimal dan seimbang.

Herbal lain, seperti daun sembung (Blumea balsamifera) yang bersifat antiradang dapat pula ditambahkan.

Bahan alami ini dapat membantu memperbaiki gejala-gejala infeksi virus, seperti demam, batuk, dan gangguan pencernaan. Hasilnya, Anda mendapatkan kombinasi imunomodulator herbal yang lengkap dan aman.

Artikel Lainnya: Obat Semprot Hidung Bisa Atasi Virus Corona?

2 dari 3 halaman

Kiat Praktis Optimalkan Daya Tahan Tubuh Melalui Konsumsi Herbal

Mengolah bahan herbal dan menyesuaikan takarannya sesuai kebutuhan tubuh perlu metode yang tepat.

Anda disarankan untuk mengonsumsi herbal dari sumber yang tepercaya dan berkonsultasi kebutuhan dosisnya ke dokter atau ahli.

Nah, tak perlu repot menyesuaikan takaran dan mencampur sendiri herbal-herbal imunomodulator, kombinasi dalam Fatigon Promuno adalah pilihan yang tepat.

Fatigon Promuno terdiri dari sambiloto dan bekerja sinergi bersama sembung, jahe merah, dan meniran.

Keempatnya mampu berperan sebagai antivirus dan mengoptimalkan daya tahan tubuh.

Berikut adalah manfaat dari masing-masing herbal tersebut:

  • Sambiloto (Andrographis paniculata): sebagai antivirus, untuk melawan dan menghancurkan virus.
  • Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubra): sebagai antiradang, bermanfaat untuk mengurangi risiko akibat infeksi virus.
  • Sembung (Blumea balsamifera): sebagai antiradang, untuk mengurangi risiko akibat infeksi virus dan memperbaiki sistem pernapasan.
  • Meniran (Phyllantus niruri): sebagai imunomodulator, untuk mengoptimalkan daya tahan tubuh.

Artikel Lainnya: Avifavir untuk Obat COVID-19, Efektifkah?

Fatigon Promuno juga aman dikonsumsi setiap hari dalam jangka panjang sesuai dosis yang dianjurkan.

Anda sedang mencari herbal untuk tangkal COVID-19? Minum Fatigon Promuno tiga kali sehari untuk hasil yang optimal.

Kombinasikan juga kebiasaan ini dengan disiplin menjalankan 5M, ya! Mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas.

Barengi juga dengan konsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari, serta rutin berolahraga.

(HNS/AYU)

1 Komentar