Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pakai Dildo Bergerigi untuk Seks, Bermanfaat atau Berbahaya?

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Pakai Dildo Bergerigi untuk Seks, Bermanfaat atau Berbahaya?

Penggunaan dildo bergerigi disinyalir mampu meningkatkan rangsangan seksual. Namun, amankah penggunaan sex toy tersebut? Cek faktanya menurut dokter!

Pakai alat bantu seks alias sex toys cukup umum dilakukan oleh pasangan yang ingin merasakan sensasi berbeda saat melakukan ‘aktivitas’ di atas ranjang.

Salah satu sex toys yang dapat digunakan adalah dildo. Karena ingin merasakan sensasi rangsangan yang berbeda, dildo bergerigi pun dijadikan pilihan utama.

Pertanyaannya, apakah penggunaan dildo bergerigi saat berhubungan seks dapat bermanfaat atau justru berbahaya?

1 dari 3 halaman

Pakai Dildo Bergerigi untuk Rangsangan yang Berbeda

Ada banyak jenis sex toy yang dijual, salah satunya adalah dildo bergerigi. Jenis dildo ini diharapkan dapat memberi kepuasan yang lebih optimal saat berhubungan seksual.

Memang, dildo bergerigi bisa meningkatkan kepuasan seksual. Namun, hal tersebut tidak bisa disamakan pada semua orang, karena tiap individu memiliki selera yang berbeda.

“Setiap orang punya preferensi seksual berbeda, termasuk jenis dan intensitas stimulus yang dibutuhkan agar bergairah.

“Ada yang menyukai mainan atau alat bantu seks seperti dildo, ada pula yang tidak. Bagi yang menyukainya, dildo bergerigi mungkin bisa memberikan stimulus ekstra pada dinding vagina,” ujar dr. Astrid Wulan Kusumoastuti.

Artikel Lainnya: Awas, Sering Pakai Sex Toy Bahayakan Kesehatan!

2 dari 3 halaman

Adakah Bahaya Dildo Bergerigi bagi Kesehatan?

Tertarik menggunakan dildo bergerigi sebagai alat bantu seks? Jika ya, pastikan memilih dildo yang terbuat dari bahan berkualitas tinggi. Hal ini untuk memastikan keamanan, karena benda tersebut akan berkontak langsung dengan organ intim Anda.

Selain itu, pastikan juga untuk memilih ukuran yang sesuai dengan vagina. Jangan pilih dildo berukuran besar, apalagi jika Anda baru pertama kali menggunakan alat bantu seks yang satu ini.

Jika merasa dildo terlalu kesat, Anda bisa menggunakan pelumas tambahan. Ingat, dildo tidak memiliki pelumas alami seperti yang dikeluarkan oleh penis. Jadi, siapkan pelumas tambahan agar kegiatan ‘bermain’ menggunakan sex toy bisa berlangsung dengan aman.

Jika Anda tidak memperhatikan hal-hal tersebut, beberapa bahaya dildo yang bisa dirasakan adalah sebagai berikut:

  • Menyebabkan Infeksi

Penggunaan dildo bergerigi dengan ukuran yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko perlukaan. Keadaan ini dapat meningkatkan risiko infeksi.

Anda juga berisiko terkena infeksi apabila menggunakan dildo yang tidak terjaga kebersihannya.

Oleh karena itu, jika Anda ingin menggunakan dildo, pastikan untuk memilih ukuran yang sesuai.

Selain itu, jaga pula kebersihan ‘mainan’ ini dengan saksama, agar tidak menjadi sarang kuman. Caranya, cuci dengan air mengalir dan sabun, lalu keringkan dengan saksama. Anda juga bisa merendamnya di air hangat agar bakteri bisa mati sepenuhnya. Letakan mainan seks di dalam lemari agar tidak terpapar debu.

Artikel Lainnya: Tips Memilih Sex Toys dengan Aman

  • Trauma Vagina

“Pemakaian mainan seks yang berlebihan bisa menyebabkan vagina mengalami trauma dan luka. Apalagi, jika penggunaan dildo gerigi dilakukan dengan tidak benar,” ucap dr. Astrid.

“Karenanya, tetap batasi penggunaan mainan seks agar vagina tidak mengalami trauma akibat dildo bergerigi,” sambungnya.

  • Muncul Rasa Baal

Karena terlalu sering dan kasar dalam penggunaan dildo gerigi, vagina bisa saja terasa baal.

Meski bersifat sementara, vagina baal bisa membuat penggunanya tidak merasakan rangsangan seksual yang optimal.

Dildo bergerigi bisa membawa manfaat asalkan digunakan dengan bijaksana. Jika sembarangan, benda ini malah bisa berbahaya bagi kesehatan Anda.

Jika Anda punya pertanyaan perihal hubungan seksual, silakan lakukan konsultasi kepada dokter melalui layanan LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar