Sukses

Dampak Buruk Rokok Elektrik bagi Kesuburan Pria

Rokok elektrik tidak hanya memengaruhi kesehatan paru tapi juga kesuburan pria. Bagaimana hubungannya? Simak selengkapnya di sini!

Merokok memang sudah terbukti bisa menurunkan kualitas sperma dan berisiko menyebabkan impotensi. Tapi, bagaimana bila rokok tembakau diganti dengan rokok elektrik (vape), apa juga bisa berpengaruh pada kesuburan pria?

Nyatanya, vape pun memengaruhi kesuburan kaum adam. Untuk tahu lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

 

1 dari 4 halaman

Rokok Elektrik Pengaruhi Kesuburan Pria

Vape merupakan alat sejenis rokok yang dioperasikan dengan baterai. Perangkat ini digunakan untuk mengisap aerosol yang biasanya mengandung nikotin, perasa, dan bahan kimia lainnya. 

Bagi banyak orang, rokok elektrik dianggap lebih aman ketimbang rokok tembakau biasa. Padahal, hal ini belum tentu sepenuhnya benar.

Menurut National Institute on Drug Abuse, Amerika Serikat, penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang bisa merusak tubuh dengan cara yang berbeda.

Salah satu dampak yang paling memengaruhi kesehatan adalah sistem reproduksi pria yang terganggu akibat vape.

Memang, aroma dan rasa yang diciptakan vape lebih enak. Pasalnya, rokok elektrik menghasilkan uap air beraroma menyenangkan (misalnya buah atau kue) yang mudah hilang dan tidak meninggalkan bekas bau.

Tapi, baik rokok tembakau ataupun vape, tetap saja keduanya sama-sama tidak direkomendasikan dan memiliki bahayanya masing-masing. Meski nikotin di dalam vape lebih sedikit, bukan berarti alat ini lebih baik ketimbang rokok.

Artikel lainnya: Catat! Hal-Hal yang Bisa Merusak Sperma Anda

Dokter Reza Fahlevi mengatakan, memang betul rokok elektrik bisa memengaruhi kesuburan pria. Karena, bahan vape juga mengandung radikal bebas. Akibatnya, pembentukan sel sperma baik dalam jumlah maupun kualitasnya jadi berkurang.

Hasil penelitian yang dipublikasikan oleh NCBI, Amerika Serikat, menyatakan rata-rata pria usia 19 tahun dengan kebiasaan merokok elektrik memiliki jumlah sperma lebih rendah ketimbang pria yang merokok tembakau.

“Tidak hanya memengaruhi kualitas dan kuantitas sperma, radikal bebas di dalam rokok elektrik juga bisa memengaruhi pembuluh-pembuluh darah, termasuk yang ada pada penis. Jadi, orang yang merokok elektrik lebih berisiko mengalami impotensi,” jelas dr. Reza.

“Hal ini disebabkan oleh jalan pembuluh darah ke penis yang terganggu. Akhirnya, kekuatan saat ereksi jadi tidak berjalan dengan baik dan penetrasi tidak terjadi secara maksimal,” lanjutnya.

2 dari 4 halaman

Dampak Buruk Lain Rokok Elektrik

Selain berdampak pada kesuburan, ada lagi beberapa dampak vape lainnya yang buruk bagi kesehatan, seperti:

  • Penyakit Paru

Sama halnya dengan rokok pada umumnya, vape yang diisap dan mengeluarkan uap juga bisa memengaruhi kesehatan paru-paru. Zat kimia pada vape bisa merusak jaringan paru. Nantinya, paru jadi lebih rentan terinfeksi bakteri.

  • Kecanduan

Sama-sama mengandung nikotin, vape juga bisa membuat Anda kecanduan. Jika sudah kecanduan, maka kebiasaan mengisap vape pun sulit dihilangkan.

Semakin sering Anda merokok elektrik, semakin tinggi risiko kesehatan yang mungkin didapatkan.

  • Pengaruhi Perkembangan Otak

Nikotin di dalam vape juga bisa memperlambat perkembangan otak. Nantinya, pengguna rokok elektrik jadi lebih mudah lupa, sulit konsentrasi dan mengendalikan diri, serta sering mengalami perubahan mood.

  • Gangguan Kesehatan pada Mulut

Sudah tidak dimungkiri lagi, nikotin memang bisa memengaruhi kesehatan gigi. Selain bikin gigi jadi kuning, rokok elektrik juga dapat membuat mulut terasa lebih kering karena kandungan propilen glikol.

Alhasil, mulut terasa lebih bau dan membuat penggunanya jadi tidak nyaman.

Artikel lainnya: Awas, Kualitas Sperma Buruk Akibat Merokok

3 dari 4 halaman

Tips Berhenti Merokok dengan Vape

Bila Anda termasuk orang yang mencari vape saat bangun di pagi hari, hati-hati karena hal ini menandakan Anda sudah kecanduan. Berhenti merokok dengan vape bisa diwujudkan asal ada kemauan kuat.

Adapun beberapa tips berhenti merokok dari dr. Reza antara lain:

  • Pergi ke klinik yang khusus membantu pecandu rokok.
  • Lakukan kegiatan yang mendistraksi tangan dari memegang rokok, misalnya olahraga, bekerja, bermain game, atau ngemil makanan sehat.
  • Makan permen atau mengunyah cengkeh sebagai pengganti rokok. Meski bukan mengisap rokok, tapi masih ada sensasi mengunyah dan mengisap aroma dari permen dan cengkeh itu sendiri.
  • Konsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan terapi yang tepat.

“Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk berhenti merokok. Ada yang secara perlahan, ada juga yang langsung berhenti dan tidak membutuhkan proses bertahap. Semua balik kepada diri masing-masing. Karena, berbeda cara, berbeda juga tingkat kenyamanannya,” tutup dr. Reza.

Yuk, berhenti memakai vape mulai sekarang. Hal ini penting demi mewujudkan tubuh yang lebih sehat dan sistem reproduksi yang berfungsi optimal!

Bila ingin konsultasi ke dokter seputar kecanduan rokok atau vape, gunakan layanan Live Chat KlikDokter. Anda juga bisa cek kadar ketergantungan nikotin untuk mengetahui seberapa kecanduan dengan zat tersebut.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar