Sukses

BPOM Setujui Vaksin Sinovac untuk Lansia, Ini Syaratnya

BPOM telah menyetujui vaksin Sinovac untuk digunakan pada lansia. Namun, sebelum disuntik, terdapat beberapa syarat yang mesti dipenuhi oleh lansia. Cek di sini.

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito, beberapa waktu silam telah mengungkap bahwa uji klinis tahap 2 di Cina dan tahap 3 di Brasil menunjukkan vaksin Sinovac bekerja dengan baik pada kelompok usia 60 tahun ke atas.

Hasil uji klinis tersebut juga melaporkan tidak adanya efek samping serius pada penggunaan vaksin Sinovac untuk lansia.

Berangkat dari temuan tersebut, pemerintah Indonesia telah menyetujui pemberian vaksin Sinovac untuk lansia.

 

1 dari 4 halaman

Alasan Lansia Sudah Diperbolehkan Terima Vaksin

Dikutip dari Bloomberg, uji klinis vaksin Sinovac tahap pertama dan kedua di Cina yang melibatkan 400 orang lanjut usia menunjukkan hasil yang baik dari peningkatan jumlah antibodi.

Senada dengan itu, uji klinis tahap ketiga di Brasil yang melibatkan 600 orang berusia 59 hingga 70 tahun mendapatkan hasil bahwa vaksin Sinovac hanya memberikan efek samping ringan, seperti sakit kepala.

Artikel Lainnya: Daftar Vaksin Penting untuk Lansia

Menurut Penny, persetujuan penggunaan vaksin Sinovac untuk lansia di Indonesia berawal dari fakta bahwa angka kematian akibat COVID-19 pada usia lanjut relatif tinggi. Oleh karena itu, lansia perlu menjadi prioritas penerima vaksin virus corona.

Nantinya, pemberian vaksin Sinovac untuk lansia memiliki rentang waktu yang berbeda antara dosis pertama dan kedua.

Golongan selain lansia memiliki rentang waktu 14 hari atau dua minggu. Sementara itu, pemberian vaksin sinovac untuk lansia memiliki rentang waktu 28 hari.

2 dari 4 halaman

Syarat Vaksin Sinovac untuk Lansia

Berdasarkan dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi terkait pemberian vaksin Sinovac untuk lansia. Salah satunya adalah kondisi penyakit bawaan yang dialami lansia calon penerima vaksin.

Menurut dr. Iqbal, vaksin Sinovac belum dapat diberikan pada lansia yang mengalami hipertensi, diabetes, kanker, penyakit kronis, serangan jantung, gagal jantung (Congestive Heart Failure), nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke ataupun gagal ginjal.

“Lalu, kesulitan naik sepuluh anak tangga, maksudnya terlalu berat.  Mengalami kesulitan berjalan kira-kira 100 sampai 200 meter, atau penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun. Kondisi tersebut perlu dipertimbangkan,” sambung dr. Iqbal.

Artikel Lainnya: Alasan Lansia Tidak Jadi Prioritas Utama Vaksin COVID-19

Tidak hanya soal penyakit bawaan, Indonesia juga menetapkan syarat tambahan penggunaan vaksin Sinovac bagi lansia. Berikut di antaranya:

  • Melakukan studi klinis setelah persetujuan guna memastikan efektivitas vaksin dalam pencegahan infeksi virus corona.
  • BPOM memiliki hak untuk meninjau atau melakukan evaluasi aspek manfaat dan keamanan vaksin berdasarkan bukti terbaru.
  • Wajib memantau farmakovigilans alias mendeteksi masalah atau keamanan obat yang belum diketahui, dan pelaporan efek samping obat ke BPOM

Artikel Lainnya: Mengenal GAVI-COVAX dan Harapan Vaksin Corona bagi Lansia

3 dari 4 halaman

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan untuk Lansia Penerima Vaksin

Merujuk pada pendapat dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, setelah menerima vaksin Sinovac, lansia tetap perlu diawasi oleh dokter.

Tidak cukup hanya dengan itu, dr. Astrid juga mengatakan bahwa lansia tetap perlu mematuhi protokol kesehatan: menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta juga menjaga jarak.

“Jaga daya tahan tubuh dan perhatikan kondisi kesehatan. Segera periksakan diri ke dokter dan lapor apabila terdapat kecurigaan KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi),” ucap dr. Astrid.

Ikuti perkembangan pandemi COVID-19 dan vaksin Sinovac untuk lansia dengan mengunduh aplikasi KlikDokter. Jika ingin berkonsultasi secara langsung kepada tim dokter, Anda bisa memanfaatkan layanan LiveChat 24 jam.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar