Sukses

Suplemen-suplemen yang Berpotensi Picu Jerawat

Suplemen vitamin memang baik untuk tubuh manusia. Namun, ada beberapa jenis suplemen yang disebut-sebut bisa picu jerawat. Apa sajakah?

Bagi beberapa orang yang tidak gemar makan buah dan sayur, suplemen bisa jadi salah satu solusi untuk memenuhi kecukupan nutrisi. Suplemen juga bisa membantu meningkatkan kesehatan dan menjaga daya tahan tubuh.

Sayangnya, disebut-sebut ada beberapa jenis suplemen penyebab jerawat. Apakah suplemen yang Anda konsumsi termasuk salah satunya? 

 

1 dari 3 halaman

Jenis Suplemen Penyebab Jerawat

Punya kulit sensitif memang meresahkan. Anda dituntut untuk lebih hati-hati dan telaten dalam pemilihan makanan serta perawatan demi meminimalkan munculnya masalah di kulit wajah.

Misalnya saja, Anda wajib mengurangi makan makanan yang manis, makanan berminyak dan berlemak. Selain itu, beberapa pemilihan suplemen juga sebaiknya diwaspadai karena bisa menimbulkan jerawat.

Adapun beberapa jenis suplemen yang mesti diwaspadai itu seperti:

  • Kolagen 

Kolagen memang penting dalam elastisitas dan hidrasi kulit. Namun, menurut Carla Oates, CEO dari The Beauty Koki, kolagen mengandung sulfit yang bisa memicu peradangan di wajah.

Beberapa suplemen mungkin mengandung bahan tersembunyi yang sebenarnya adalah pemicu iritan di usus.

Bahan-bahan ini bisa memengaruhi kesehatan usus, menyebabkan peradangan tingkat rendah. Pada gilirannya, masalah tersebut bisa berkembang sebagai jerawat pada kulit.

Artikel lainnya: Amankah Suplemen Tambahan untuk Jerawat?

  • Vitamin B12

Selanjutnya, menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, ada beberapa studi yang meneliti dampak vitamin B12 pada peningkatan aktivitas mikrobiota di kulit. Salah satu bakteri dalam kategori mikrobiota kulit tersebut adalah Propionibacterium acnes, yang bisa memicu jerawat.

Akan tetapi, faktor genetik seseorang juga sangat memengaruhi kondisi kulit, termasuk risikonya untuk mengalami jerawat.

“Jadi, suplemen vitamin B12 saja belum dapat dikatakan pasti meningkatkan risiko terjadinya jerawat,” dia menambahkan.

  • Yodium 

Dennis Gross, dokter kulit bersertifikat dan ahli bedah dermatologis, mengatakan  terlalu banyak asupan yodium akan memicu komedo putih dan jerawat.

Dokter Astrid menambahkan, beberapa studi memang menemukan hubungan antara asupan yodium (misalnya pada susu) dengan munculnya jerawat.

Hanya saja, mekanisme mengapa yodium bisa memicu munculnya jerawat masih belum diketahui pasti. 

Artikel lainnya: Benarkah Antioksidan Bisa Sembuhkan Jerawat?

  • Biotin 

Biotin merupakan vitamin B7. Namun, studi yang menghubungkan antara biotin dengan jerawat masih sangat sedikit. Menurut dr. Astrid, klaim ini kerap didasarkan pada efek vitamin B7.

“Hipotesisnya adalah terlalu banyak biotin dapat mengganggu penyerapan vitamin B5 yang diperlukan untuk kesehatan epidermis (kulit terluar), sehingga mempermudah timbulnya jerawat,” ujar dr. Astrid.

Dokter Astrid menegaskan, dari beberapa studi dan data, belum bisa disimpulkan mengurangi asupan vitamin atau suplemen tertentu bisa menurunkan risiko jerawat.

Pada dasarnya, dia menambahkan, vitamin adalah mikronutrien yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sangat sedikit. Jumlah tersebut bisa terpenuhi hanya dengan menjaga pola makan sehat.

Suplemen tambahan pun tidak diperlukan jika Anda yakin vitamin sudah terpenuhi dari makanan. 

Artikel Lainya: 10 Manfaat Minyak Argan untuk Kesehatan Kulit

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Anda sebaiknya tidak menduga-duga kemunculan jerawat sebagai akibat konsumsi suplemen tertentu. Konsultasikan terlebih dulu masalah jerawat Anda ke dokter kulit.

Anda baru bisa memutuskan berhenti mengonsumsi suplemen setelah mendapat diagnosis yang tepat dari dokter. Alternatif yang bisa Anda lakukan untuk menangani jerawat mandiri adalah sebagai berikut:

  • Rutin membersihkan wajah setiap kali Anda baru beraktivitas di luar rumah.
  • Membersihkan makeup dengan metode double cleansing. Tahap pertama, bersihkan dulu wajah dengan bahan-bahan seperti cleansing oil, milk cleanser, ataupun micellar water. Setelah itu, barulah gunakan sabun pembersih.
  • Memakai obat penyebab jerawat sesuai anjuran dari dokter.
  • Kurangi pemakaian makeup.
  • Jangan menggaruk atau memencet jerawat karena bisa meningkatkan risiko iritasi dan peradangan.
  • Jangan menyentuh wajah karena bakteri pada tangan bisa berpindah ke wajah.
  • Konsumsi makanan yang sehat dan rajin minum air putih.

Ingat, suplemen belum tentu jadi penyebab jerawat Anda muncul. Untuk memastikannya, Anda perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Lebih baik, lakukan langkah-langkah mencegah dan mengatasi jerawat di atas. Ingin berkonsultasi dengan dokter soal masalah jerawat? Manfaatkan layanan Live Chat dari Klikdokter.

[HNS/JKT]

1 Komentar