Sukses

Penyebab Sesak Napas Setelah Makan

Pernahkah Anda mengalami sesak napas setelah makan? Apa penyebabnya? Mari simak penjelasannya di sini.

Sesak napas merupakan gangguan kesehatan yang sangat membuat tidak nyaman. Penyebabnya pun bisa bermacam-macam. 

Tidak hanya dari paru, namun sistem organ tubuh lain seperti pencernaan dan masalah psikis juga bisa menyebabkan sesak.

Bahkan, beberapa orang dapat mengalami sesak napas setelah makan. Kenapa kondisi ini bisa terjadi? 

Ada banyak faktor yang berkontribusi dalam keluhan tersebut. Simak penjelasan di bawah ini!

1. Refluks Asam Lambung

Salah satu penyebab sesak napas setelah makan adalah penyakit refluks gastroesofagus atau gastroesophageal reflux disease (GERD). 

Pada GERD, katup yang menghubungkan antara esofagus dengan lambung melemah. Hal ini menyebabkan isi lambung bergerak ke arah yang salah, yaitu kembali ke esofagus.

Orang-orang dengan GERD akan mengeluhkan rasa terbakar pada bagian dada dan seperti ada makanan yang mengganjal di tenggorokan. 

Gejala sesak napas juga bisa terjadi pada penderita GERD walaupun tidak semua orang mengalaminya. 

Selain sesak napas dan rasa terbakar, beberapa orang juga bisa mengalami sendawa.

Artikel Lainnya: Panduan Makanan bagi Penderita Asma

1 dari 3 halaman

2. Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan kondisi yang disebabkan oleh paparan polusi udara (seperti asap rokok) dalam waktu lama. Penyakit ini menyebabkan batuk dan sesak yang terjadi cukup sering. 

Penderita PPOK sering kali mengalami sesak dan mengi setelah makan, terutama dalam porsi banyak. Pada keadaan ini, bagian yang bermasalah bukanlah sistem pencernaan. 

Makanan yang dikonsumsi dalam jumlah banyak sekaligus memerlukan waktu cerna lebih lama. Area perut dan dada yang dibutuhkan juga lebih banyak.

Akibatnya, penderita PPOK akan merasakan peningkatan tekanan pada paru dan diafragma. Hal inilah yang menyebabkan sesak.

Artikel Lainnya: Tips Makan Saat Anda Kena Gangguan Pernapasan 

3. Gangguan Cemas

Gangguan cemas adalah masalah mental yang ditandai dengan rasa takut berlebihan, paranoid, panik, dan gelisah. Berbagai perasaan tersebut menyebabkan gangguan dalam beraktivitas sehari-hari. 

Orang dengan gangguan cemas bisa merasakan sesak sesudah makan. Kenapa? Hal ini terjadi bila kecemasan yang dialami berhubungan dengan makanan atau berat badan. 

Selain sesak, orang tersebut juga bisa merasakan pusing, mual, detak jantung meningkat, dan ketakutan berlebih. 

Kemudian, orang dengan anoreksia, depresi, dan bulimia juga berisiko tinggi mengalami sesak setelah makan.

2 dari 3 halaman

4. Perut Kembung

Penyebab napas pendek setelah makan lainnya juga bisa disebabkan oleh hal sederhana seperti perut kembung. 

Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung gas (contohnya kol) bisa menyebabkan perut kembung, apalagi bila dalam jumlah banyak. 

Selain gas, perut kembung juga bisa disebabkan oleh penumpukan cairan atau makanan di dalam lambung.

Saat kembung, lambung membesar dan memakan lebih banyak tempat. Hal ini akan menyebabkan penekanan pada diafragma. Padahal, otot diafragma berkontribusi dalam proses pernapasan. 

Karena gerakan diafragma terhambat, proses pernapasan juga terganggu. Akibatnya, timbullah keluhan sesak.

Artikel Lainnya: 10 Penyebab Anda Sering Sesak Napas

5. Reaksi Alergi

Sesak napas setelah makan juga bisa disebabkan oleh reaksi alergi atau anafilaksis. Reaksi ini merupakan keadaan yang mengancam nyawa. 

Sesak napas akibat anafilaksis bisa muncul dalam beberapa menit sampai dua jam setelah makan.

Gejala sesak napas biasanya disertai bibir bengkak dan gatal-gatal. Namun, pada beberapa orang, reaksi alergi hanya berupa sesak seperti serangan asma. 

Bagi Anda yang memiliki riwayat alergi makanan, harus hati-hati ketika memilih asupan agar tidak sampai mengalami anafilaksis.

Bila Anda mengalami sesak napas setelah makan yang terjadi terus-menerus atau dengan intensitas berat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Mungkin ada kondisi serius yang mesti cepat ditangani.

Gunakan LiveChat dengan dokter pilihan Anda untuk konsultasi lebih mudah dan cepat.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar