Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Merasa Harus Punya Pasangan, Apakah Gejala Gangguan Mental?

Merasa Harus Punya Pasangan, Apakah Gejala Gangguan Mental?

Terdapat beberapa orang yang merasa harus punya pasangan agar tak kesepian dalam menjalani hari-hari. Apakah kondisi ini normal atau gejala gangguan mental?

Pasangan yang tepat dapat memberikan dukungan moral, agar Anda dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Namun, ada pula orang yang beranggapan bahwa hadirnya pasangan justru dapat mengganggu, bahkan mengacaukan rutinitas harian.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda merasa harus punya pasangan atau baik-baik saja meski hanya menjalani hari-hari dengan kesendirian?

Ternyata, ada, lho, beberapa orang yang merasa wajib dan harus punya pasangan. Orang-orang seperti ini sering merasa kesepian, bahkan menganggap tak mampu menjalani hari-hari tanpa hadirnya pasangan.

1 dari 3 halaman

Merasa Harus Punya Pasangan, Apakah Normal?

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog mengatakan, memiliki perasaan untuk selalu ingin punya pasangan adalah hal yang normal. Ini bisa terjadi karena orang tersebut merasa bahwa kebutuhan afeksi atau kasih sayang hanya bisa terpenuhi jika memiliki pasangan.

“Hal yang tidak baik itu kalau sampai rela melakukan segala hal agar mendapatkan pasangan, misalnya, sampai mengorbankan materi, selalu nurut sama lawan jenis agar jadi pacar, dan lainnya,” ujar Ikhsan.

Artikel Lainnya: Haruskah Percaya Lagi Pada Pasangan yang Pernah Selingkuh?

Masih kata Ikhsan, seseorang yang merasa wajib dan harus punya pasangan tidak bisa dikategorikan mengalami gejala gangguan mental atau perilaku.

“Akan tetapi, kalau misalnya saat tidak punya pasangan lalu timbul rasa kesepian, cemas berlebih, ketakutan sampai tidak bisa survive untuk menjalani hidup sendiri, maka ini sebaiknya dikonsultasikan ke psikolog,” tambah Ikhsan.

2 dari 3 halaman

Selalu Merasa Harus Punya Pasangan? Kendalikan dengan Cara Ini

Anda adalah salah satu orang yang merasa wajib dan harus punya pasangan? Tidak perlu khawatir. Berikut ini beberapa tips untuk mengendalikan perasaan tersebut:

  • Cari Tahu Apa yang Dibutuhkan

Jika Anda punya pasangan hanya untuk menemani atau mengisi kekosongan sehari-hari, lebih baik habiskan waktu dengan orang terdekat lainnya.

Faktanya, kasih sayang dan perhatian tidak hanya bisa didapatkan dari pasangan. Anda juga dapat merasakan hal tersebut dari lingkungan sekitar

Artikel Lainnya: Tanda-Tanda Pasangan Anda Seorang Psikopat

  • Cari Tahu Apakah Ingin Punya Pasangan Karena Ada Kecemasan

“Cari tahu juga apakah keinginan untuk punya pasangan karena ada kecemasan tertentu? Kalau ada, misalnya takut sendiri atau khawatir dibilang teman tidak laku, ini mesti dicari cara menyalurkan rasa cemasnya,” ucap Ikhsan.

“Beberapa hal yang bisa menyalurkan rasa cemas, misalnya dengan berolahraga atau perbanyak interaksi dengan orang sekitar. Kalau rasa cemas tersebut dirasa sudah mengganggu, sebaiknya ke psikolog,” tegasnya.

  • Utamakan Diri Sendiri

Ketika Anda berhubungan dengan orang lain, hati dan pikiran akan terbagi menjadi dua: setengah untuk Anda, dan sisanya lagi orang lain.

Guna mengendalikan hal tersebut, cobalah untuk sedikit bersikap egois. Fokuskan hati dan pikiran Anda untuk diri sendiri.

Contohnya, Anda bisa pergi ke sana kemari tanpa perlu meminta izin dari pasangan. Anda juga bisa belanja ini itu tanpa harus memikirkan uang membeli kado atau hal-hal lainnya untuk pacar.

Artikel Lainnya: Ini Tanda Pasangan Tidak Mau Menjalin Komitmen dengan Anda

  • Tunggu Sampai Waktunya

Memaksa untuk memulai suatu hubungan bukan awal yang baik. Hanya karena ingin disayangi dan diberi perhatian, Anda jadi memaksakan kehendak untuk menyayangi orang yang salah.

Selain berdampak pada diri sendiri, hal ini juga mempengaruhi pasangan Anda. Apalagi, jika mereka tahu bahwa kasih sayang Anda tidak benar-benar tulus.

Jadi, akan lebih baik jika Anda menunggu sampai waktu yang tepat.

“Cari pasangan sebaiknya tidak terburu-buru. Lakukan perkenalan dan masing-masing mengetahui latar belakangnya terlebih dahulu,” saran Ikhsan.

“Jangan terburu-buru dalam membina hubungan, karena bisa berdampak buruk di masa yang akan datang. Belajar untuk terbuka agar hubungan Anda dan pasangan terasa lebih baik,” tutupnya.

Selalu merasa harus punya pasangan bukanlah gejala gangguan mental. Namun, jika Anda sering cemas, dan selalu khawatir tidak mampu menjalani hari tanpa pasangan, lebih baik konsultasikan hal ini kepada psikolog melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar