Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Orang Bergolongan Darah O Berisiko Lebih Rendah Terkena Penyakit Ini

Orang Bergolongan Darah O Berisiko Lebih Rendah Terkena Penyakit Ini

Golongan darah O disinyalir lebih jarang sakit. Tetapi, sekalinya sakit, bisa langsung parah. Benarkah begitu? Ini kata medis soal risiko penyakit golongan darah O.

Golongan darah yang paling umum diketahui adalah A, B, AB, dan O. Di antara semuanya, terdapat salah satu golongan darah yang dikatakan lebih jarang sakit. Tahukah Anda jawabannya? Ya, golongan darah O!

Belum lama ini viral seorang pengguna media sosial yang membeberkan tipe golongan darah. Dalam video tersebut, ia menyebut bahwa orang dengan golongan darah O lebih jarang sakit. Tapi, sekalinya sakit, orang dengan golongan darah O bisa langsung parah.

Dilihat dari kacamata medis, apakah pendapat orang tersebut dapat dibenarkan? Bagaimana risiko penyakit golongan darah O yang sebenarnya? Yuk, cari tahu!

Artikel Lainnya: Ibu Bergolongan Darah O Berisiko Sebabkan Bayi Hiperbilirubinemia

1 dari 3 halaman

Benarkah Golongan Darah O Lebih Jarang Sakit?

Sebagian orang dengan golongan darah O merasa bahwa mereka memang lebih jarang sakit. Namun, hal tersebut rupanya hanya klaim tanpa bukti semata.

Pasalnya, menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, kekebalan tubuh dari seorang pemilik golongan darah tertentu dipengaruhi oleh banyak faktor. Tidak serta-merta bahwa terdapat golongan darah yang sistem kekebalan tubuhnya lebih kuat.

"Sejauh ini tidak ada kaitannya antara risiko penyakit dengan golongan darah tertentu. Balik lagi ke gaya hidup masing-masing orang, dan kondisi genetik. Bukan dikaitkan dengan golongan darah," tegas dr. Iqbal.

Artikel Lainnya: Antisipasi Risiko Penyakit dari Golongan Darah Anda

2 dari 3 halaman

Penyakit yang Diketahui Sulit Menyerang Golongan Darah O

Terlepas dari faktor-faktor yang ada, ternyata memang ada beberapa penyakit yang lebih sulit terjadi pada orang dengan golongan darah O. Beberapa penyakit tersebut, antara lain:

1. Penyakit Jantung

Risiko penyakit jantung koroner cenderung lebih rendah pada golongan darah O jika dibandingkan dengan individu bergolongan darah A, B, dan AB.

"Hal tersebut bisa dipengaruhi faktor lain, seperti kadar kolesterol dan jumlah protein lebih tinggi yang terkait dengan pembekuan darah," tutur dr. Iqbal.

2. Kanker Usus

"Golongan darah AB dan B lebih berisiko terkena kanker usus daripada golongan darah O," ucap dr. Iqbal.

3. Malaria

Anda bisa terkena malaria apabila tergigit oleh nyamuk yang terinfeksi oleh parasit penyebab penyakit tersebut.

"Parasit yang menyebabkan penyakit ini lebih sulit menempel pada sel darah tipe O, sehingga akan lebih rendah tingkat risiko infeksinya," ujar dr. Iqbal.

Artikel Lainnya: Penyebab Golongan Darah AB Langka dan Sulit Ditemukan

4. Fungsi Otak dan Kehilangan Memori

Orang yang memiliki golongan darah A, B, dan AB memiliki kemungkinan 82 persen lebih tinggi untuk mengembangkan masalah kognitif dan memori, yang dapat menyebabkan demensia.

5. Masalah Gumpalan Darah

Tromboemboli vena (VTE) terjadi ketika darah menggumpal di bagian vena dalam, seperti yang ada di kaki. Gumpalan ini terkadang berpindah ke paru-paru.

Faktanya, orang dengan golongan darah A, B, atau AB lebih berisiko mengalami VTE dibandingkan orang bergolongan darah O.

Meski memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami penyakit-penyakit tersebut, nyatanya ada juga gangguan kesehatan yang lebih rentan dialami oleh golongan darah O.

Nyatanya, orang dengan golongan darah O lebih berisiko mengalami penyakit tukak lambung.

"Tukak lambung yang muncul di lapisan mukosa lambung atau usus bagian atas, tampaknya lebih sering terjadi pada orang dengan golongan darah O," kata dr. Iqbal.

Terlepas dari kemungkinan risiko penyakit golongan darah O, setiap orang dianjurkan untuk selalu menjaga kesehatannya dengan saksama. Jadi, apa pun golongan darah Anda, tetaplah ingat untuk menerapkan gaya hidup dan pola makan sehat agar risiko penyakit dapat diturunkan.

Punya pertanyaan mengenai penyakit golongan darah O? Anda bisa mencari tahu faktanya langsung dari dokter dengan berkonsultasi melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar