Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pentingnya Pilih Dua Circle Sosial Saja saat Pandemi COVID-19

Pentingnya Pilih Dua Circle Sosial Saja saat Pandemi COVID-19

Ada anjuran untuk memilih 2 circle sosial saja selama pandemi. Apa alasan di balik anjuran tersebut? Bukankah risiko penularan tetap ada?

Tak cukup physical distancing, ternyata circle atau lingkaran sosial juga jadi hal yang wajib diperhatikan selama pandemi COVID-19.

Sebelum wabah, Anda bisa bertemu dengan banyak orang. Tapi, kini semua orang harus lebih bijak untuk memilih siapa yang ditemui. Mengapa hal ini penting di masa pandemi seperti saat ini?

 

1 dari 4 halaman

Alasan Membatasi Circle Sosial Penting Dilakukan

Sulit untuk menghentikan sama sekali aktivitas sosial yang dilakukan. Ini karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial.

Manusia umumnya hanya tahan untuk tidak bertemu sama sekali dengan rekannya selama enam bulan. Lebih dari itu, justru bisa timbul efek-efek negatif pada psikis, misalnya stres, kesepian, dan lain sebagainya.

Namun, situasi pandemi yang membatasi kegiatan sosial tatap muka langsung membuat banyak orang tidak bisa bersosialisasi seperti biasa.

Nah, agar tetap bisa memenuhi kebutuhan sosial dan psikis, bertemu dan berkomunikasi pada akhirnya masih diperbolehkan.

Hal yang terpenting, selektif memilih siapa yang akan Anda temui alias membatasi circle sosial. Selain keluarga inti, Anda tinggal pilih dua orang lagi.

Pada masa-masa seperti ini, memilih teman memang dianjurkan. Bukan karena sombong atau hal lain, tapi murni karena COVID-19.

Hal itu pun disetujui dr. Arina Heidyana.  Ia mengatakan, membatasi atau mempersempit circle sosial bisa meminimalkan penyebaran COVID-19.

“Hal ini memang bisa meminimalkan penyebaran meski tidak bisa mencegah sama sekali. Tanpa circle saja, kalau ada orang rumah yang masih sering keluar, kita tetap bisa tertular dari keluarga sendiri. Karena itu, ada pertimbangan khusus ketika Anda mau memilih circle,” jelasnya.

Artikel Lainnya: Kasus COVID-19 Mendekat ke Inner Circle Anda, Apa Artinya?

2 dari 4 halaman

Perhatikan Hal Ini saat Memilih Circle Sosial

Tak sekadar dekat, ada beberapa hal yang jadi pertimbangan ketika hendak memilih circle sosial, antara lain:

  • Punya Penyakit Komorbid atau Tidak?

Bila Anda termasuk orang dengan riwayat bebas komorbid, ada baiknya tak memasukkan orang dengan komorbid ke dalam circle sosial.

Sebab, saat terinfeksi COVID-19, Anda mungkin hanya berisiko mengalami gejala ringan atau OTG, sedangkan ia tidak. Gejala sedang hingga berat maupun risiko fatal lainnya bisa dialami rekan Anda.

  • Mobilitasnya Tinggi atau Tidak?

Untuk menentukan dengan siapa Anda berinteraksi selama pandemi, tingkat mobilitas rekan juga perlu diperhatikan. Meski dekat, hati-hati bila ia masih sering ke luar rumah.

Risiko penularan kepada Anda dan keluarga juga akan tinggi. Lebih baik, pilih circle yang memang lebih sering di rumah dan taat protokol kesehatan.

  • Seumuran atau Tidak?

Lansia memiliki risiko lebih tinggi untuk memiliki gejala sedang hingga berat dan perburukan saat terinfeksi COVID-19.

Demi melindungi mereka dari penyakit berbahaya, lebih baik untuk sementara tidak mengikutsertakan mereka ke circle sosial Anda. Lakukan komunikasi atau interaksi secara virtual untuk mengurangi rasa kesepian.

Artikel Lainnya: Duka Dokter RS COVID-19: Dicaci Maki hingga Tertular Corona

  • Pola Hidupnya Cocok atau Tidak?

Pembatasan circle sosial menjadi bermanfaat bila orang yang dipilih punya pola hidup yang sama dengan Anda dan keluarga.

Misalnya, Anda dan keluarga sama-sama membatasi mobilitas dan menjaga kebersihan diri dengan baik.

Jika sering berinteraksi dengan orang yang pola hidupnya berlawanan, maka lama-kelamaan Anda bisa terbawa.

Kalau pun tidak terpengaruh, kadang hal semacam itu juga bikin stres! Bagaimana tidak, ketika Anda berjuang untuk hidup lebih sehat, rekan selalu meledek pola hidup sehat dan bersih yang sedang dijalani.

  • Bisa Bikin Kesepakatan Bersama atau Tidak?

Anda dan rekan harus sama-sama sepakat bahwa circle sosial ini berlangsung hingga wabah COVID-19 mereda. Masker pun hanya dibuka saat makan dan minum.

Rekan Anda juga harus jujur bila ada sesuatu yang terjadi. Misalnya, beberapa hari yang lalu ia sedang tidak enak badan. Karena tak enak untuk membatalkan, ia malah memaksakan diri untuk tetap bertemu.

Hal-hal semacam ini tidak boleh dilakukan. Kalau orang tersebut tidak bisa sepakat, lebih baik jangan masukkan ke dalam circle sosial Anda.

Artikel Lainnya: Sekat di Kendaraan Umum, Efektifkah Cegah Penularan Virus Corona?

3 dari 4 halaman

Circle Sosial Sudah Dipilih, Jangan Lupakan Ini!

Menurut dr. Arina, ada satu hal lagi yang mesti diperhatikan saat circle sosial sudah terpilih, yaitu tempat aman untuk bertemu rekan.

Rumah mungkin dianggap jadi satu-satunya tempat yang aman. Namun, risiko penularan tetap bisa terjadi di sana.

“Bagusnya untuk ketemuan, pilihlah tempat yang ventilasi udaranya bagus. Kalau bisa yang outdoor, lalu tetap pakai masker saat ngobrol dan jaga jarak,” sarannya.

Jadi, semisal bertemu di rumah, jendela atau pintu bisa dibuka supaya ada pergantian udara.

Bila ingin bertemu di luar, hindari tempat yang ramai dan tertutup. Sesampainya di rumah, langsung bersihkan diri agar tidak menularkan virus kepada anggota keluarga yang lain.

Kebiasaan tersebut harus dilakukan secara konsisten hingga pandemi COVID-19 benar-benar mereda.

Ada tujuan baik di balik memilih circle sosial dan membatasi interaksi selama pandemi COVID-19. Bukan untuk mengucilkan, tapi demi melindungi satu sama lain dan menekan angka penyebaran virus SARS-CoV-2.

Bila Anda ingin konsultasi lebih lanjut dengan dokter seputar pola hidup selama pandemi, pakai LiveChat. Info RS rujukan dan tes PCR juga bisa diakses di Pusat Informasi COVID-19 Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar