Sukses

Pilihan Terapi Psikis untuk Anak Korban Bullying

Bullying menjadi masalah yang cukup umum menimpa anak. Ini dia beberapa pilihan terapi korban bullying untuk bantu anak pulih dari trauma.

Bullying atau perundungan merupakan bentuk penindasan yang dilakukan seorang atau sekelompok orang pada pihak lainnya. Hal ini dilakukan dengan sengaja untuk menyakiti baik fisik maupun psikis seseorang.

Kebanyakan para pelaku bullying menyerang orang lain sebagai bentuk serangan, biasanya karena masalah emosional. Dampak dari bullying sendiri berbeda-beda pada setiap korbannya.

Lantas, seberapa bahaya bullying bagi anak? Bagaimana cara mengatasi dan terapi yang tepat untuk pemulihan? 

1 dari 3 halaman

Bahaya Bullying bagi Anak

Dijelaskan oleh Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog, dampak bullying dapat dibedakan menjadi dampak jangka pendek dan jangka panjang.

Ia mengatakan, dampak jangka pendek biasanya berupa ketakutan yang dirasakan. Hal ini akan menjadi masalah dalam kehidupan sehari-hari. 

Pasalnya, anak korban bullying akan merasa ketakutan bila sewaktu-waktu ia kembali merasakan hal yang sama.

Selain itu, dampak jangka pendek yang dirasakan adalah emosi yang terganggu. Kondisi ini dikarenakan perasaan cemas, sedih, takut, marah, dan kecewa. 

“Lalu, dapat turut berdampak pada masalah perilaku, seperti menyendiri, menarik diri, agresi, masalah pola makan, pola tidur, menolak sekolah, dan sebagainya,” tambah Gracia.

Artikel Lainnya: Gangguan Mental Ini Bisa Terjadi Akibat Bullying

Untuk dampak jangka panjangnya, berikut beberapa kondisi yang bisa terjadi pada anak korban bullying:

  • Trauma. 
  • Persepsi yang buruk tentang diri sendiri, sehingga menilai dirinya buruk, tidak percaya diri, dan pemalu. Hal ini menghambat pengembangan diri dan kesejahteraan hidup.
  • Mengarah pada gangguan dan/atau masalah psikologis yang mengganggu keseharian, seperti depresi dan kecemasan.
  • Masalah atau kesulitan menjalin relasi harmonis dan sehat dengan orang lain.
  • Masalah perilaku akibat emosi negatif yang bertumpuk dan tidak terkelola dengan baik dari pengalaman bullying, misalnya perilaku menyakiti diri dan substance abuse.

Artikel Lainnya: Orang-Orang Ini Rentan Jadi Korban Bullying

2 dari 3 halaman

Pilihan Terapi untuk Anak Korban Bullying

Menurut Gracia, terapi untuk anak korban bullying bergantung pada kondisi korbannya. Perlu digali terlebih dahulu dampak dan apa yang dirasa mengganggu pada anak. Karena, dampaknya bisa berbeda-beda pada setiap anak. 

“Yang umum adalah konseling, CBT (cognitive behavioral therapy), EMDR (eye movement desensitization and reprocessing) bila ada trauma akibat bullying, stabilisasi emosi, family therapy, group therapy, terapi ekspresif, serta bekerja sama dengan pihak keluarga dan sekolah sesuai keperluan,” ujar Gracia.

Berikut ini beberapa penjelasan mengenai terapi yang bisa dilakukan untuk anak korban bullying:

  1. Konseling

Konseling merupakan langkah pertama yang bisa diambil orangtua. Konseling dengan psikolog atau psikiater dapat membantu anak terbuka tentang pengalamannya mengenai tindakan bullying yang dialami. 

Nantinya, terapis akan membantu anak menemukan cara efektif untuk menghadapi situasi tersebut. 

Artikel Lainnya: Tipe Orang Tua yang Rentan Kena Bully Anak Sendiri

  1. Psikoterapi

Psikoterapi merupakan salah satu metode penanganan yang umum dilakukan untuk menangani berbagai masalah kejiwaan dan mental.

Psikoterapi dirancang untuk membantu anak mengidentifikasi, mengekspresikan, dan mengelola perasaan yang dialami. 

Selain itu, terapi ini juga mengajarkan untuk mengatasi perasaan ketakutan tersebut. 

Anak akan terbantu untuk membangun kembali harga dirinya, serta optimis dan percaya diri tentang masa depan.

Nantinya, psikolog akan memberikan terapi individu. Mungkin juga disarankan untuk berpartisipasi dalam sesi kelompok dengan anak-anak lain yang mengatasi masalah serupa.

  1. CBT 

Salah satu terapi paling efektif dalam mengatasi gangguan emosi akibat bullying adalah CBT. 

Tindakan penindasan berhubungan dengan kecemasan, depresi, citra diri yang buruk, penyalahgunaan zat, dan bunuh diri. 

Nah, CBT menjadi metode pengobatan yang paling dipercaya dan didukung penelitian untuk masalah tersebut. 

CBT mengajarkan individu untuk lebih memahami pikiran dan perasaannya dalam kaitannya dengan situasi yang dihadapi. 

Terapis akan membantu anak untuk mengidentifikasi masalah, fokus pada pencarian solusi, dan mendorong untuk mempraktikkan kebiasaan positif.

Artikel Lainnya: Benarkah Pelaku Bullying Memiliki Gangguan Kejiwaan?

  1. Pengobatan

Bila depresi, kecemasan, atau stres anak akibat bullying tidak cukup ditangani oleh psikoterapi, mungkin akan disarankan untuk menjalani pengobatan oleh dokter.

Dokter mungkin akan merekomendasikan obat anti-kecemasan atau antidepresan dalam rencana perawatan. Obat-obatan ini dapat membantu anak merasa lebih relaks.

Dampak bullying pada anak tidak bisa disepelekan begitu saja. Peran orangtua sangat diperlukan dalam membantu anak menghadapi dampak yang dirasakan.

Bila Anda ingin tahu lebih lanjut seputar perawatan yang tepat untuk pemulihan anak, bisa coba konsultasi dengan dokter spesialis anak atau spesialis kedokteran jiwa di LiveChat Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar