Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Stres Bisa Menyebabkan Rambut Beruban, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Stres Bisa Menyebabkan Rambut Beruban, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Stres disebut-sebut bisa menyebabkan rambut beruban. Stres juga disebut bisa memicu masalah kesehatan lain, khususnya untuk rambut dan kulit kepala.

Sebagian dari Anda mungkin pernah mendengar saran, "Jangan stres, nanti rambutnya ubanan". Karena sering diperingatkan begitu, banyak orang mempercayai bahwa stres dapat menyebabkan helai rambut di kepala menjadi putih.

Rambut ubanan juga bikin beberapa orang, khususnya yang masih belia, jadi tidak percaya diri. Akan tetapi, apa benar stres menyebabkan rambut uban muncul? Dan, apa saja dampak stres untuk kesehatan rambut?

 

1 dari 4 halaman

Penelitian: Stres Sebabkan Rambut Tikus Beruban

Pada dasarnya, warna rambut manusia ditentukan oleh melanosit yang menghasilkan pigmen melanin. Sel melanosit penghasil warna rambut ini dibuat oleh sel induk melanosit. Sel induk melanosit letaknya ada di dalam folikel dan berada tepat di bawah pangkal rambut.

Seiring bertambahnya usia, sel induk melanosit akan menghilang. Maka itu, ketika kita tambah tua, folikel akan kehilangan sel induk secara perlahan dan rambut yang tumbuh pun berwarna abu-abu atau putih.

Selain penuaan, apakah benar uban juga bisa  disebabkan oleh kondisi tubuh dan pikiran yang sedang stres? Untuk menjawab anggapan ini, Dr. Ya-Chieh Hsu, ahli biologi dari Harvard University di Amerika Serikat melakukan sebuah penelitian.

Dr. Hsu menggunakan tikus untuk memeriksa hubungan antara stres dan rambut beruban. Dalam proses pengujian, tikus diberi paparan stres mulai dari nyeri ringan, stres psikologis, stres jangka pendek, dan stres akibat gerak yang terbatas.

Artikel lainnya: Mencabut Uban Bikin Rambut Putih Tambah Banyak?

Hasilnya, semua jenis stres dilaporkan dapat menyebabkan hilangnya sel induk melanosit dan memicu rambut beruban tumbuh di tubuh tikus.

Kemudian, peneliti kemudian mencari tahu lebih lanjut tentang faktor penyebab stres dan uban. Penelitian menemukan bahwa ketika tikus stres, sistem saraf simpatiknya akan menghasilkan senyawa noradrenalin atau norepinefrin.

Lalu, kemunculan senyawa ini akan diambil oleh sel-sel induk melanosit. Pada saat terkena senyawa norepinefrin, sel induk melanosit menjadi aktif dan menghilang.

Akibatnya, ketika rambut mulai tumbuh, cadangan sel induk melanosit di folikel sudah habis, rambut yang tumbuh pun tak lagi memiliki pigmen warna. Dengan kata lain, stres mengakibatkan pigmen rambut tikus menghilang sebelum waktunya.

Artikel lainnya: Mengulas 6 Fakta tentang Rambut Uban

2 dari 4 halaman

Masalah Rambut Lain yang Dipicu Oleh Stres

Dilansir dari Mayo Clinic, stres tak hanya sebabkan rambut beruban, tapi juga bisa memicu kerontokan. Saat sedang stres berat, sebagian besar folikel rambut akan mengalami perubahan dan pindah ke fase istirahat. Hal inilah yang dapat memicu rambut tiba-tiba jadi rontok ketika Anda  stres.

Di samping itu, stres turut meningkatkan pelepasan senyawa kimia dalam tubuh yang mengganggu fungsi pelindung di kulit kepala. Akibatnya, kelembapan yang menjaga kulit kepala akan lebih mudah keluar.

Lama kelamaan, kelembapan yang habis ini dapat membuat kulit kepala dan rambut jadi kering. Tak dimungkiri, kondisi ini juga bisa menyebabkan kulit kepala gampang perih, iritasi, dan gatal.

Artikel Lainnya: Catat, Ini Penyebab Uban Muncul di Usia Muda

3 dari 4 halaman

Hal Lain yang Harus Diperhatikan Tentang Uban dan Stres

Menurut dr. Devia Irine Putri, rambut beruban juga bisa dipicu oleh hal lain.

"Selain stress bisa juga rambut putih disebabkan karena genetik (keturunan), merokok, kekurangan vitamin B12, dan kondisi medis tertentu seperti autoimun dan gangguan tiroid," katanya.

Tidak hanya rambut yang terkena dampaknya, dr. Devia mengatakan beberapa kondisi ini juga dapat muncul akibat stres:

  • Bisa memengaruhi kesehatan mental, termasuk mempengaruhi mood, dan pola tidur.
  • Memengaruhi daya tahan tubuh, jadi mudah sakit.
  • Meningkatkan risiko obesitas.
  • Gangguan siklus haid.
  • Gangguan seksual.
  • Meningkatkan risiko penyakit jantung.

Apabila mengalami stres, Anda harus segera cari cara untuk mengatasinya. Sebab, stres bisa memicu masalah kesehatan yang serius. Lakukan meditasi atau minta bantuan profesional seperti psikolog guna mengatasi stres. Cari tahu fakta unik kesehatan lainnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar