Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Tips Jadi Single Parent Meski Tak Akur dengan Mantan Pasangan

Tips Jadi Single Parent Meski Tak Akur dengan Mantan Pasangan

Hubungan yang tak baik dengan mantan dapat memperberat tugas Anda sebagai single parent. Untuk meminimalkan dampaknya, ini tipsnya untuk Anda.

Berpisah secara tidak baik-baik kadang bikin tugas sebagai single parent lebih berat. Pasalnya, jika ada masalah, Anda segan meminta bantuan pada mantan pasangan.

Hal semacam itu juga dapat berpengaruh pada kondisi anak, lho!

Lantas, bagaimana caranya agar pola asuh tetap berjalan baik meski hubungan Anda dengan mantan tidak baik-baik saja?

1 dari 3 halaman

Single Parent yang Tak Akur dengan Mantan Bisa Lakukan Ini

Mantan memang punya hak untuk tak langsung memaafkan dan berbaik hati kepada pasangan yang meninggalkan atau ditinggalkan.

Namun, pertikaian harus tetap diminimalkan, mengingat hal tersebut dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Lalu, harus bagaimana supaya pola asuh berjalan lancar dan anak tetap merasakan efek baiknya? Berikut tips yang bisa Anda terapkan:

  • Anggap Mantan sebagai ‘Rekan Kerja’

Di dalam bisnis atau pekerjaan, Anda mesti bersikap profesional di segala kondisi meski tak suka dengan rekan.

Hindari menunjukkan ketidaksukaan, apalagi pertengkaran, di depan anak dan orang lain. Di saat-saat tertentu, misalnya saat merayakan ulang tahun anak atau menghadiri pertemuan orang tua, Anda berdua mesti bersikap profesional.

Lupakan peran sebagai pasangan; Anda berdua tinggal lakukan peran sebagai orang tua. Tak perlu ramah berlebih, secukupnya saja seperti partner kerja.

Artikel Lainnya: Single Mom Rentan Mengalami Gangguan Kesehatan Mental Ini

  • Tetap Menghormati

Tips single parent yang satu ini sering diabaikan. Padahal, Anda cukup menghormati mantan pasangan sebagai ayah atau ibu dari si buah hati.

Tak perlu mencoba cara-cara akrab dengan mantan pasangan, apalagi jika masih sakit hati.

Hindari menunjukkan emosi negatif secara berlebih. Tidak perlu menjelek-jelekkan mantan pasangan kepada orang lain, termasuk di depan anak Anda.

Anak-anak yang terjebak dalam drama orang dewasa cenderung mengembangkan perasaan insecure.

Alhasil, anak jadi kesulitan untuk menjalin hubungan sosial dengan teman-teman sebaya dan orang yang lebih tua.

  • Tetap Jalin Komunikasi terkait Anak

Salah satu kunci dari pola asuh yang baik adalah komunikasi. Maka, hindari melarang anak untuk berkomunikasi dengan ayah atau ibunya, sekalipun Anda tidak suka dengan si mantan.

Bila memang ada hal yang perlu dibicarakan dan kondisinya memungkinkan, Anda tidak perlu menolak. Jika khawatir situasi akan buruk, cobalah bertemu di coffee shop; jangan di rumah.

Rumah sendiri kadang memberikan ruang lebih untuk bertindak emosional. Sedangkan di tempat umum, hal itu lebih sulit terjadi.

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, bangun hubungan yang profesional demi kondisi perkembangan anak.

Artikel Lainnya: Ingin Menikah Lagi? Begini Cara Berdiskusi dengan Anak Remaja Anda

  • Tetapkan Kesepakatan dan Batasan sebelum Resmi Bercerai

Anak bisa bingung jika ayah atau ibunya menerapkan pola asuh yang berbeda. Jadi, tips single parent yang satu ini menyarankan Anda berdua untuk menyepakati satu pola asuh.

Jangan sampai hal yang dilarang oleh si ibu justru diperbolehkan oleh ayahnya; begitu pula sebaliknya. Jadwal mengasuh nantinya juga mesti dibicarakan dengan jelas agar tidak terjadi salah paham.

“Akan lebih baik jika kesepakatan yang tersebut sudah dibicarakan dan disepakati kedua pihak sebelum resmi bercerai,” saran Gracia Ivonika, M. Psi., Psikolog.

  • Minta Bantuan kepada Anggota Keluarga yang Bisa Dipercaya

Apabila kondisinya tidak memungkinkan, Anda bisa meminta bantuan kepada anggota keluarga lain yang dapat dipercaya.

Sampai situasinya membaik; adik, kakak, atau orang tua Anda bisa membantu mengisi kekosongan peran pasca perceraian.

Luangkan waktu yang lebih banyak bersama anak setelah perceraian terjadi. Setelah menemukan waktu yang pas, Anda bisa bicara dengan anak dari hati ke hati terkait perpisahan dengan mantan pasangan.

Anak mungkin akan khawatir dengan hilangnya satu sosok. Di saat itulah, Anda bisa menegaskan bahwa orang-orang terdekatnya akan selalu ada untuk dia.

Artikel Lainnya: Ingin Menikah Lagi? Begini Cara Berdiskusi dengan Anak Remaja Anda

2 dari 3 halaman

Jika Orangtua Tetap Mempertahankan Ego, Ini Dampaknya

Ketika tak bersikap profesional dan melupakan peran sebagai orang tua akibat perceraian, efek negatifnya bisa dirasakan anak maupun diri sendiri.

“Anda mungkin stres dan saling emosi karena pertengkaran yang terus terjadi. Posisi anak juga akan semakin susah dan berat, karena dia tak punya kuasa atau kendali apa-apa dalam menghadapi masalah orangtuanya,” kata Gracia.

“Banyak anak yang terjebak dalam masalah relasi orangtua, termasuk perceraian. Ketika orangtuanya tidak bisa bekerja sama dengan baik, anak jadi rentan mengalami masalah emosi dan perilaku,” tambah Gracia.

“Perkembangan sosio-emosional anak menjadi terhambat dan terganggu. Rumah dan orangtua yang seharusnya menjadi sumber utama keamanan bagi si anak malah merupakan sumber kecemasan atau ketakutannya,” tambahnya lagi.

Bila kondisi mental terlanjur memburuk pasca perpisahan, mintalah bantuan kepada tenaga profesional seperti psikolog. Sebab, kondisi mental yang terganggu akan menghambat kerjasama Anda sebagai orangtua.

Untuk mengurangi stres setelah berpisah, lakukanlah hobi positif yang sempat terhenti. Sayangi diri sendiri, Anda punya hak untuk bahagia setelah melewati masalah pelik.

Orangtua yang bahagia akan menularkan energi dan perasaan positif tersebut kepada anaknya.

Itu dia tips menjadi single parent yang baik meski Anda tak akur dengan mantan pasangan.

Apabila punya pertanyaan seputar pola asuh anak, Anda dapat berkonsultasi dengan psikolog melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar