Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Kondisi Mental Pengaruhi Efektivitas Vaksin COVID-19?

Benarkah Kondisi Mental Pengaruhi Efektivitas Vaksin COVID-19?

Tak cuma kondisi fisik, peneliti Amerika Serikat mengatakan kondisi mental seseorang juga pengaruhi efektivitas vaksin COVID-19. Selengkapnya, simak di sini.

Salah satu aturan yang sudah populer di masyarakat saat seseorang mau divaksinasi ialah harus dalam keadaan fisik yang fit. Hal itu tak cuma berlaku untuk vaksin COVID-19, hampir semua vaksinasi memberlakukan aturan yang sama. 

Tapi, tahukah Anda bahwa kondisi mental seseorang juga perlu diperhatikan ketika hendak divaksinasi?

 

1 dari 4 halaman

Pengaruh Kondisi Mental terhadap Efektivitas Vaksin COVID-19

Hubungan antara kondisi mental seorang pasien dengan efektivitas vaksin COVID-19 pertama kali dibahas oleh peneliti Amerika Serikat bernama Annelise Madison. 

Hasil penelitiannya dipublikasikan dalam Journal Perspective on Psychological Science. Penelitian yang dilakukan Madison berfokus pada beberapa vaksin berbeda selama 30 tahun terakhir. 

Menurutnya, seseorang yang rutin melakukan self-care hingga kondisi mentalnya terjaga lebih bisa mendapatkan manfaat positif dari suntikan vaksin. Madison juga berpendapat, self-care menjadi kunci dari efikasi vaksin. 

Efikasi vaksin adalah persentase penurunan kejadian penyakit pascavaksinasi. Ranah efikasi masih dalam uji coba vaksin. 

Sedangkan, efektivitas ialah kemampuan vaksin untuk menurunkan angka kejadian penyakit ketika vaksin tersebut sudah lulus uji coba dan didistribusikan ke masyarakat. 

Artikel Lainnya: Perlu Dijaga, Kesehatan Mental Pasien Virus Corona Juga Penting!

2 dari 4 halaman

Bukan Tak Efektif, Hanya Bikin Lama Pembentukan Antibodi

Pandemi memang mengubah hidup banyak orang. Keterbatasan ruang gerak dan sosial, kesulitan ekonomi, hingga kematian orang yang dicintai akibat COVID-19 menekan seseorang sehingga rentan alami gangguan mental. 

Orang yang dalam keadaan stres, depresi, kesepian, dan punya perilaku kesehatan yang buruk bisa memengaruhi efek samping vaksin. 

Ia membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengembangkan kekebalan (antibodi) terhadap COVID-19. 

Bukan tidak efektif sama sekali, melainkan hanya memperlama proses pengembangan antibodi. Jadi, orang yang punya masalah mental tetap bisa mendapatkan vaksinasi apa pun, termasuk vaksin COVID-19. 

Lagipula, Madison berpendapat orang dengan masalah tersebut bisa mengatasinya dengan melakukan pola hidup sehat 24 jam sebelum mendapatkan vaksin COVID-19. 

Pola hidup sehat yang dimaksud yaitu olahraga dan istirahat cukup. Penerapan jangka pendek seperti itu ternyata mampu membuat kinerja vaksin jadi lebih baik.

Hal serupa dikatakan oleh dr. Devia Irine Putri. “Dengan pola hidup sehat, orang-orang yang punya masalah kesehatan mental tetap bisa memaksimalkan efektivitas vaksinnya,” terangnya. 

Kondisi mental yang bermasalah bukan jadi halangan untuk mendapatkan vaksin. 

Artikel Lainnya: Penyintas COVID-19 Rentan Kena Gangguan Mental Ini!

3 dari 4 halaman

Hal yang Harus Dilakukan agar Efektivitas Vaksin Terjaga

Dari sudut pandang psikologi, Ikhsan Bella Persada, M. Psi., Psikolog mengungkapkan kesehatan mental yang baik memang berpengaruh terhadap kekebalan tubuh. 

Karena itulah, penting bagi orang-orang untuk memerhatikan hal ini sebelum divaksinasi. 

“Pengaruh mental terhadap kesehatan memang tak main-main. Jadi, selain fisik, Anda juga perlu perhatikan kesehatan mental sebelum vaksinasi. Ada beberapa persiapan yang bisa dilakukan agar hasilnya maksimal,” tuturnya. 

Beberapa langkah yang bisa dilakukan selain istirahat dan olahraga sebelum menerima vaksin COVID-19, yaitu:

  • Pahami Tujuan Vaksinasi

Terkadang ketakutan terhadap efek samping vaksin dan lain-lain membuat pikiran kita menjadi kalut. 

Padahal, hingga saat ini efek samping yang kebanyakan dirasakan adalah nyeri sedikit di bagian tersuntik dan demam yang bisa diturunkan oleh parasetamol. 

“Ketika tahu akan divaksinasi, coba persiapkan diri dulu. Pahami bahwa vaksin ini memang tujuannya baik,” saran Ikhsan.

“Sadari juga efek samping ringan yang umumnya akan terjadi. Dengan begitu, kita jadi bisa menyiapkan diri dan mengurangi kecemasan,” lanjutnya. 

Artikel Lainnya: Rawat Anggota Keluarga Penderita COVID-19 Sebabkan Tekanan Mental

  • Saring Informasi tentang Vaksin 

Mencari informasi vaksin dari sumber yang valid juga disarankan oleh Psikolog Ikhsan. Menyerap banyak hoaks atau informasi dengan terburu-buru dapat membuat Anda stres dan tidak tenang. 

  • Jangan Lupa Relaksasi

Melakukan kegiatan yang menyenangkan itu sangat penting. Stres dan cemas akan hilang dengan sendirinya bila kita menikmati kegiatan yang dilakukan. 

Terapkan juga teknik pernapasan dalam. Bila perlu, Anda bisa berkonsultasi dulu dengan psikolog untuk mengurai pikiran-pikiran penyebab stres. 

Jaga kesehatan mental Anda mulai sekarang agar tubuh bisa mengembangkan kekebalannya dengan lebih baik. 

Bila ingin konsultasi ke dokter seputar vaksinasi COVID-19, gunakan LiveChat. Anda juga bisa mendapatkan banyak tips kesehatan mental dari psikolog di Klikdokter!

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar