Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Waspada, Jarak Melahirkan Terlalu Dekat Tingkatkan Risiko Autisme

Waspada, Jarak Melahirkan Terlalu Dekat Tingkatkan Risiko Autisme

Ibu yang memiliki jarak waktu persalinan yang terlalu dekat dengan sebelumnya dianggap menimbulkan risiko autisme pada bayinya, benarkah hal ini?

Dikaruniai anak merupakan anugerah terindah bagi pasangan yang sudah menikah. Namun, setiap pasangan tetap perlu merencanakan jumlah anak yang ingin dimiliki. Lalu, jarak kelahiran antaranak pun perlu diperhatikan.

Pasalnya, terdapat sebuah temuan yang mengatakan jarak kelahiran anak yang terlalu dekat berisiko menyebabkan gangguan autisme pada bayi yang dilahirkan.

Benarkah demikian? Berikut tanggapan dokter mengenai hal tersebut.

1 dari 3 halaman

Benarkah Jarak Melahirkan Terlalu Dekat Sebabkan Autisme?

Sebuah studi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan, hubungan jarak kelahiran yang singkat dapat menyebabkan anak terlahir dengan gangguan autisme.

Namun, penelitian itu tidak menjelaskan dengan rinci mengenai kondisi ibu yang hamil tersebut. Misalnya, apakah kehamilannya tidak direncanakan, serta ada atau tidaknya gangguan kesuburan, tekanan darah tinggi, dan diabetes pada ibu.

Menurut dr. Devia Irine Putri, jarak kelahiran mungkin dapat memengaruhi anak terlahir dengan autisme.

Namun, ia mengatakan hal tersebut perlu dilihat kembali berdasarkan kondisi ibu saat hamil. Apakah sang ibu memang memiliki faktor lain yang dapat menyebabkan anak lahir dengan autisme atau tidak.

“Dari beberapa penelitian memang disebutkan jarak persalinan yang terlalu dekat bisa meningkatkan risiko autisme. Tapi, ada banyak faktor lainnya yang memengaruhi juga, misalnya genetik, paparan saat kehamilan (obat atau alkohol), kelahiran prematur, dan usia ibu yang tua saat hamil,” kata dr. Devia.

Artikel lainnya: Ukuran Panggul Ibu Hamil Pengaruhi Proses Melahirkan

Gangguan autisme pada anak biasanya muncul sebelum usia 3 tahun. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan berkomunikasi dan bersosialisasi, serta sering melakukan perilaku berulang.

Biasanya, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi susu atau suplemen kehamilan mengandung asam folat. Kandungan ini baik untuk perkembangan otak dan sumsum tulang belakang, serta dapat mengurangi risiko anak terlahir dengan gangguan autisme.

“Apabila asupannya kurang, masalah yang terjadi paling awal adalah gangguan perkembangan. Anak bisa terlahir dengan kecacatan seperti neural tube defect (cacat saraf tabung),” jelas dr. Devia.

Ibu yang hamil lagi dalam jarak waktu dekat harus kembali mengonsumsi suplemen atau susu kehamilan. Tapi, bagaimana bila asam folat pada tubuh ibu hamil berlebihan? Apakah hal ini menguntungkan atau justru merugikan?

Dokter Devia menjelaskan, pada dasarnya kelebihan atau kekurangan asam folat pada ibu hamil dapat memengaruhi perkembangan otak anak.

“Beberapa laporan menyebutkan, terlalu banyak konsumsi asam folat (melebihi dosis yang dianjurkan hingga kadarnya di dalam tubuh sangat tinggi) bisa meningkatkan risiko autisme. Begitu juga bila kekurangan folat,” ungkapnya.

Artikel lainnya: Benarkah Usia Ayah Pengaruhi Kesehatan Bayi?

2 dari 3 halaman

Berapa Lama Jarak Kelahiran Antaranak yang Ideal?

Dokter Devia menyarankan, jarak paling ideal adalah 18 bulan setelah kelahiran anak sebelumnya.

Kehamilan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah kelahiran terakhir dapat meningkatkan risiko-risiko berikut ini pada bumil:

  • Anemia defisiensi zat besi, yaitu anemia yang diakibatkan oleh kurangnya zat besi pada tubuh.
  • Solusio plasenta, yaitu komplikasi kehamilan ketika plasenta terlepas dari dinding rahim bagian dalam sebelum proses persalinan terjadi.

Sementara, jarak kehamilan kurang dari enam bulan dapat menyebabkan risiko kelahiran anak dengan kondisi:

Penelitian menunjukkan, jarak kehamilan yang lebih lama dapat menurunkan risiko yang tidak diinginkan pada bayi yang dilahirkan. Selain itu, ibu juga bisa lebih siap secara fisik dan mental. Proses kehamilan dan persalinan pun akan berjalan dengan lancar.

Demi menghindari risiko yang mungkin terjadi, sebaiknya perhatikan jarak kehamilan Anda. Bila kembali hamil dalam jarak dekat, pastikan selalu konsultasi dengan dokter kandungan agar tidak terjadi masalah selama kehamilan dan persalinan.

Konsultasi ke dokter kandungan kini lebih praktis lewat Live Chat KlikDokter. Gunakan juga Kalender Kehamilan untuk mengetahui perkembangan kandungan.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar