Sukses

Daftar Makanan yang Buat Kecerdasan Anak Terhambat

Ternyata, terdapat beberapa makanan yang membuat kecedasan atau otak anak terlambat berkembang. Apa saja makanan yang dimaksud? Yuk, cari tahu!

Makanan adalah salah satu faktor penentu tumbuh kembang anak. Apabila Bunda memberikan makanan sehat dan bergizi seimbang, tumbuh kembang si kecil dapat optimal.

Sebaliknya, apabila Bunda memberikan makanan yang hanya bersifat mengenyangkan namun tidak bergizi, si kecil lebih berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang.

Bahkan, ada pula beberapa makanan yang berpotensi buat kecerdasan anak tak berkembang dengan baik, lho!

1 dari 3 halaman

Asupan Makanan Pengaruhi Kecerdasan Anak

Berdasarkan dr. Atika, makanan memang dapat berpotensi memengaruhi kecerdasan otak dan tumbuh kembang anak. Sebab untuk dapat bertumbuh dan berkembang, otak butuh serangkaian gizi.

“Sebaiknya segala jenis gizi bisa didapatkan anak dalam jumlah seimbang, baik itu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral,” kata dr. Atika.

Ada pula beberapa asupan gizi yang diduga dapat berpotensi menurunkan risiko gangguan kognitif ringan pada anak. Beberapa asupan gizi tersebut, misalnya karotenoid, vitamin C dan vitamin B6.

”Kemungkinan karena sifatnya antioksidan. Selain itu, diteliti juga konsumsi asam lemak tidak jenuh rantai tunggal dan kolesterol dalam jumlah yang cukup bisa mencegah gangguan kognitif ringan tersebut,” jelas dr. Atika.

Artikel Lainnya: 10 Makanan Terbaik untuk Kebutuhan Nutrisi Otak Anak

2 dari 3 halaman

Makanan yang Membuat Kecederasan Anak Terlambat Berkembang

Lantas, apa saja makanan yang membuat kecerdasan anak terlambat berkembang? Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Fast Food

Fast food alias makanan cepat saji mengandung lemak trans yang tinggi. Senyawa tersebut terbukti dapat mengganggu kesehatan dan mempengaruhi daya ingat.

Selain itu, fast food juga dapat mengurangi produksi serotonin dalam tubuh yang berperan  mengelola suasana hati, termasuk mencegah depresi.

Fast food dapat pula meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL), yang berhubungan erat dengan risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.

“Penelitian menemukan bukti bahwa terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula berpotensi menyebabkan gangguan fungsi otak yang berkaitan dengan pembelajaran dan memori,” ucap dr. Atika.

Menurut penelitian yang dilakukan Brown University, Amerika Serikat, kebiasaan makan fast food berlebihan dapat membuat sel-sel otak kesulitan merespons insulin.

Pasokan insulin yang tinggi dapat membuat otak sulit merespons hormon. Hal ini menyebabkan Anda alami keterbatasan dalam berpikir, bahkan menciptakan ingatan baru atau halusinasi.

2. Makanan dan Minuman Berkafein

Konsumsi kafein berlebih pada anak dapat menyebabkan kegelisahan, kegugupan, kurang tidur, hiperaktif, sakit kepala, dan sakit perut.

Semua keluhan tersebut berbahaya bagi perkembangan mental dan kesehatan anak. Kafein adalah zat yang secara alami ditemukan dalam cokelat, teh, dan kopi.

Artikel Lainnya: Hati-hati, Konsumsi Mi Instan Bisa Memicu Hipertensi

3. Makanan yang Mengandung Gula Tinggi

Makanan manis atau mengandung gula tinggi termasuk ke dalam daftar yang dapat berisiko merusak perkembangan otak anak.

Faktanya, konsumsi makanan yang mengandung gula tinggi secara berlebih dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif dan memengaruhi nafsu makannya.

Makanan manis juga dapat menyebabkan sakit perut dan melemahkan kekebalan tubuh. Jadi, sebaiknya hindari terlalu sering memberikan anak permen, es krim, atau makanan manis lainnya.

4. Makanan yang Mengandung Pewarna Buatan

Makanan untuk anak-anak biasanya dibuat dengan warna yang bervariasi. Hal ini guna menarik perhatian anak terhadap makanan tersebut.

Sayangnya, tak sedikit produsen nakal yang menggunakan pewarna buatan dalam produknya.

Pewarna buatan yang dikonsumsi anak telah dikaitkan dengan serangkaian masalah kognitif, termasuk Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), kecemasan, hiperaktif, dan sakit kepala.

Artikel Lainnya: Cetak Generasi Unggul dengan Nutrisi Lengkap!

5. Mi Instan

Mi instan hanya bersifat mengenyangkan, namun tidak memiliki gizi memadai untuk tumbuh kembang anak. 

Terlalu sering konsumsi mi instan bahkan dihubungkan dengan perubahan suasana hati, dan gangguan perilaku pada anak.

6. Minuman Bersoda

Memberikan minuman bersoda pada anak dapat menghambat pertumbuhan giginya. Selain itu, minuman bersoda juga dapat dapat merusak otak anak.

Selain minuman bersoda, yang perlu Bunda hindari juga adalah memberikan minuman kemasan, seperti jus, kepada anak. Hal ini karena minuman kemasan tersebut mengandung gula tinggi, dan tidak terbuat dari buah asli.

Artikel Lainnya: Kebanyakan Makan Jajanan Bermicin, Apakah Berbahaya?

7. Daging Olahan

Sosis dan nugget merupakan jenis makanan dari daging olahan, yang pada proses pembuatannya mencampur bahan kimia. Tentu, jenis makanan tersebut akan berbahaya bila dikonsumsi terlalu sering oleh anak.

Mengonsumsi daging olahan terlalu sering mengakibatkan, bahan kimia menumpuk di tubuh anak dan menghambat pertumbuhannya.

Itu dia beberapa makanan yang bikin kecerdasan anak terlambat berkembang, khususnya apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Batasi atau ganti dengan asupan yang lebih sehat agar fungsi otak dan tumbuh kembang si kecil tidak mengalami gangguan.

Perlu Anda ketahui, meskipun konsumsi makanan tertentu secara berlebihan dapat ganggu perkembangan anak, ada sejumlah faktor lain yang memengaruhinya.

Ingin tahu penyebab kecerdasan anak terlambat berkembang selain makanan-makanan di atas? Anda bisa konsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

Temukan produk-produk nutrisi untuk menunjang pertumbuhan kecerdasan Si Kecil di Belanja Sehat Klikdokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar