Sukses

Waspada Abfraksi Gigi, Kenali Penyebab dan Perawatannya

Dari sekian banyak masalah di gigi dan rongga mulut, abfraksi gigi mungkin masih asing. Yuk, kita kenali penyebab dan perawatan abfraksi gigi.

Dipakai setiap hari, untuk mengunyah, menggigit, hingga memotong makanan, tak heran akan muncul banyak masalah pada gigi, apalagi jika tidak dirawat. Dari sederet masalah gigi yang umum, mungkin Anda masih agak asing dengan abfraksi gigi.

Apa itu abfraksi gigi dan bagaimana cara perawatannya? Kita simak ulasannya berikut ini.

 

1 dari 3 halaman

Apa Itu Abfraksi Gigi?

Ketika mengunyah makanan, gigi melakukan beberapa gaya yang menimbulkan adanya tekanan dan regangan. Nah, akibat dari gaya tersebut maka pada leher gigi akan tercipta suatu lesi yang disebut dengan abfraksi gigi.

Secara sederhana, abfraksi merupakan hilangnya struktur gigi akibat gaya fleksural (kemampuan untuk menahan beban tekanan kunyah) dan beban kunyah yang besar.

Tekanan yang berlebih dapat menimbulkan kompresi dan tensi di daerah leher gigi. Tekanan berlebih pada email dan dentin tersebut akan memicu terjadinya disintregasi dan lepasnya mineral kristal.

Keadaan ini juga diperberat oleh proses menyikat gigi yang mampu menghilangkan kolagen dentin. Akibatnya, proses remineralisasi pun terhambat. 

Artikel Lainnya: Efek Buruk Menyikat Gigi Terlalu Keras

2 dari 3 halaman

Perawatan Abfraksi Gigi

Abfraksi akan membuat lapisan email dan dentin semakin menipis sehingga pasien dapat mengalami hipersensitivitas. Pasien akan merasa ngilu terutama ketika konsumsi minuman yang dingin.

Untuk mengatasinya, dokter gigi dapat melakukan desensitsasi atau dengan penambalan dengan bahan semen ionomer kaca.

Pemberian bahan desensitiasi akan melapisi gigi yang mengalami hipersensitivitas sehingga keluhan ngilu berkurang atau hilang. 

Akan tetapi, perawatan ini hanya dapat dilakukan apabila terjadinya abfraksi masih berada di kategori yang belum dalam.

Artikel Lainnya: Deretan Penyakit yang Berawal dari Gigi Sensitif

Apabila abfraksi sudah dalam atau semakin mendekati saluran akar, perawatan yang dapat dilakukan adalah dengan tumpatan dengan bahan semen ionomer kaca.

Bahan ini memiliki kelebihan, yaitu memicu terjadinya remineralisasi pada gigi karena kandungan fluor di dalamnya. 

Tumpatan dengan bahan semen ionomer kaca juga memiliki modulus elasticity yang sama dengan dentin. Efeknya, terjadi ikatan yang baik serta lebih tahan terhadap tekanan fleksural.

Itulah beberapa hal terkait abfraksi gigi yang bisa Anda ketahui. Agar kondisi ini tidak terjadi pada Anda rawatlah gigi setiap hari. 

Sikatlah gigi dengan pasta gigi berfluoride setidaknya dua kali sehari dan lakukan pemeriksaan rutin gigi setidaknya 6 bulan sekali.

Jika ada keluhan berupa gigi berlubang, nyeri, ataupun ngilu, jangan tunda berobat ke dokter gigi. Yuk, konsultasikan masalah gigi Anda langsung bersama dokter gigi melalui fitur LiveChat.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar