Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Bikin Orangtua Stres, Kenali Fase Terrible Two pada Anak

Bikin Orangtua Stres, Kenali Fase Terrible Two pada Anak

Kelucuan anak sekejap hilang dan bikin stres orangtua ketika dia mengalami fase terrible two. Wah, fase apa lagi ini? Bagaimana cara mengatasinya?

Pernah mendengar soal fase terrible two? Tahap ini dialami oleh anak yang usianya menginjak 2 tahun ke atas. Dari kata “terrible”-nya saja, mungkin perasaan Anda sebagai orangtua langsung tak enak. 

Fase apa sebenarnya ini? Daripada menebak-nebak seperti apa fase anak terrible two ini, langsung saja simak penjelasan berikut. 

 

1 dari 6 halaman

Apa Itu Fase Terrible Two pada Anak?

Seperti yang sempat disinggung di atas, fase terrible two terjadi ketika anak menginjak usia 2 tahun. Di usia tersebut, sebagian anak mulai menunjukkan perilaku negatif, seperti sering mengamuk, menantang, dan frustrasi. 

Meski muncul di usia 2 tahun, bukan tak mungkin perilaku ini bertahan sampai beberapa tahun selanjutnya. Karena itulah, sebagai orangtua, Anda harus ekstra sabar menghadapi si kecil. 

Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp. A., sebenarnya tidak semua anak akan melakukan perilaku menjengkelkan di usia 2 tahun.

“Hal ini juga bergantung pada karakteristik, pribadi anak, dan bagaimana pola asuh yang diajarkan orang tua selama ini,” dia menerangkan. 

“Kalau sejak kecil si anak diajarkan empati dengan berbagi dan lain-lain, kemungkinan anak untuk mengalami fase terrible two makin kecil. Kalau dari kecil tidak diajari, apalagi dia baru punya adik atau ada perubahan drastis di keluarga, perilaku agresif akan muncul,” tutur dr. Reza. 

Selain itu, meski tidak semuanya, menurut dr. Reza, ibu yang mengonsumsi minuman beralkohol lebih berisiko memiliki anak dengan masalah neuro behaviour. Kondisi tersebut antara lain ditandai dengan gangguan perilaku, memori, dan kognisi. 

“Beberapa jurnal penelitian memang melaporkan bahwa ada tendensi si anak akan hiperaktif dan mencari perhatian, termasuk kondisi terrible two ini,” kata dr. Reza. 

Artikel lainnya: Apa Bedanya Mendidik dan Menghukum Anak?

2 dari 6 halaman

Apa Tanda Anak Sudah Masuk Fase Terrible Two?

Ketika anak memasuki usia 1 tahun ke atas, kondisi fisik dan intelektualnya sedang berkembang. Ia mulai berjalan, bicara, dan punya keinginan eksplorasi yang sangat tinggi. 

Sayangnya, keinginan mereka lebih besar ketimbang kemampuan verbalnya. Alhasil, anak-anak cenderung frustrasi ketika ingin mengomunikasikan keinginan dan kondisinya sendiri. 

Mereka menjadi tidak sabar, egois, dan melebih-lebihkan supaya mendapat perhatian dari orang sekitarnya. Di lain sisi, kemampuan anak untuk mengerti perasaan orang lain juga belum sempurna. 

Sejumlah ciri si kecil sudah mulai masuk ke fase ini, antara lain:

  • Tantrum

Teriakan histeris dan rengekan yang terus-menerus menjadi ciri yang pertama. Anak-anak akan memukul, menendang, hingga melempar barang. Biasanya tantrum berlangsung selama 5 menit. 

  • Sering Melawan

Anak ingin menguji keterampilan dan kemampuannya sendiri. Hal ini dapat menyebabkan anak menolak dan melawan hal-hal yang biasa Anda perintahkan. 

Saat anak mengembangkan kemandiriannya, mereka bersikeras untuk melakukan segalanya sendiri meski hasilnya belum baik.

  • Perubahan Suasana Hati yang Cepat

Satu menit anak bahagia dan penuh kasih, menit berikutnya ia berteriak dan menangis. Kondisi ini disebabkan oleh rasa frustrasi untuk melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan orang lain. Atau sebaliknya, dia ingin dibantu tapi tak ada yang menggubrisnya.

Artikel lainnya: Pentingnya Fase Anak Berkata “Tidak” pada Perkembangannya

3 dari 6 halaman

Batasan Tak Normal dari Fase Terrible Two

Orangtua mungkin bingung, benarkah fase terrible two pada anak ini bukan awal dari masalah lain, misalnya gangguan perilaku? 

Dokter Reza berpendapat, hal tersebut bisa ditandai dengan berlanjutnya perilaku agresif. Fase anak terrible two yang normal tidak berlangsung lama atau tidak berlanjut. Hal ini akan mereda seiring bertambahnya usia, sekitar menuju 4 tahun.

Sebuah studi tahun 2008 yang dipublikasikan dalam The Journal of Pediatrics pernah membahas hal ini. Tanda-tanda yang harus diperhatikan pada anak tantrum karena bisa berpotensi jadi masalah gangguan perilaku, yaitu: 

  • Amukan yang konsisten, termasuk memukul, menendang, menggigit, kekerasan fisik lainnya terhadap orangtua atau pengasuh.
  • Anak berusaha melukai dirinya sendiri dan terjadi 10-20 kali sehari dan berlangsung lebih dari 25 menit.
  • Anak tidak mampu menenangkan diri. 

Artikel lainnya: Time-Out, Metode Mendisiplinkan Anak yang Patut Dicoba

4 dari 6 halaman

Cara Mengatasi Anak Terrible Two

Untuk menolong anak dan orangtua melewati fase tersebut, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan:

  • Terapkan waktu makan serta tidur yang teratur. Perilaku anak yang moody lebih berpeluang terjadi saat mereka lelah dan lapar.
  • Berikan apresiasi terhadap perilaku baiknya.
  • Jangan berteriak ataupun memukul. Hal ini justru menjadi contoh bahwa teriakan dan pukulan adalah hal normal untuk dilakukan.
  • Alihkan perhatiannya. Tunjukkan hal-hal yang lucu dan menarik saat si kecil mulai merengek.
  • Terapkan aturan sederhana secara konsisten, dan beri penjelasan singkat. Contohnya, beri tahu buah hati Anda kalau ia harus memegang tangan Anda saat menyeberang agar tidak ada yang terluka.
  • Berikan anak punya kendali dengan menawarkannya pilihan. Contohnya, Anda dapat bertanya "Mau pakai yang biru atau baju yang kuning?"
  • Jangan menyerah dan Anda harus konsisten. Jika anak mengamuk dan merengek di toko makanan karena tidak dibelikan permen, cukup bawa keluar anak Anda dari situasi itu. Tunggulah sampai keadaan tenang. 
  • Anak membuat kekacauan? Tetaplah tenang! Hitunglah sampai 10 atau ambil napas dalam-dalam sebelum bertindak.

Artikel Lainnya: Anak Main Hujan-hujanan, Banyak Manfaatnya!

5 dari 6 halaman

Kapan Harus ke Dokter Anak dan Psikolog?

Anda dapat mencari bantuan dokter dan tenaga profesional seperti psikolog ketika anak Anda:

  • menarik diri terus
  • tidak melakukan kontak mata
  • sangat agresif 
  • melakukan kekerasan terhadap orang lain, hewan, dan dirinya sendiri 
  • Dan perilaku anak sudah sampai bikin masalah rumah tangga

Gracia Ivonika, M. Psi., Psikolog mengatakan, “Kadang bukan cuma anak yang butuh bantuan dari tenaga profesional, orangtuanya pun perlu. Ada orangtua yang kewalahan dan butuh diarahkan terkait pola asuh anak di masa terrible two.”

Itu sebabnya, jangan sungkan untuk meminta bantuan atau sekadar berdiskusi kepada dokter anak maupun psikolog soal perkembangan anak.

Bila masih ada pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang dan pola asuh anak, konsultasikan kepada dokter lewat fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar