Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Daun Kelor Bermanfaat untuk Memperbanyak ASI, Mitos atau Fakta?

Daun Kelor Bermanfaat untuk Memperbanyak ASI, Mitos atau Fakta?

Daun kelor konon menyimpan kandungan yang bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI. Apakah medis sependapat dengan hal ini? Cari tahu faktanya!

Tidak setiap ibu dapat memproduksi ASI dalam jumlah memadai. Mereka yang mengalami kondisi tersebut sering kebingungan, hingga rela memanfaatkan cara alami yang konon efektif meningkatkan produksi ASI.

Salah satu cara yang dimaksud adalah dengan memanfaatkan daun kelor. Disebutkan, manfaat daun kelor untuk memperbanyak ASI bukanlah isapan jempol belaka.

Namun, apakah medis setuju dengan klaim tersebut?

1 dari 4 halaman

Menilik Kandungan Gizi dalam Daun Kelor

Daun kelor atau juga dikenal moringa disinyalir memiliki kandungan mineral, seperti kalsium, kalium, seng, magnesium, besi dan tembaga.

Selain itu, daun kelor juga diduga merupakan sumber vitamin yang baik, seperti vitamin A, B, C, E, asam folat, piridoksin, dan asam nikotinat.

Daun kelor pun disebut mengandung antioksidan, polifenol yang baik untuk kesehatan tubuh.

Dilansir dari Healthline, seberat 21 gram daun kelor dapat mengandung pasokan gizi sebagai berikut:

  • Protein: 2 gram
  • Vitamin B6: 19 persen dari angka kecukupan gizi
  • Vitamin C: 12 persen persen dari angka kecukupan gizi
  • Besi: persen dari persen dari angka kecukupan gizi
  • Riboflavin (B2): 11 persen dari persen dari angka kecukupan gizi
  • Vitamin A (dari beta-karoten): 9 persen dari persen dari angka kecukupan gizi
  • Magnesium: 8 persen dari angka kecukupan gizi

Artikel lainnya: Berbagai Makanan yang Baik Dikonsumsi Ibu di Masa Nifas

2 dari 4 halaman

Manfaat Daun Kelor untuk ASI, Mitos atau Fakta?

Dijelaskan oleh dr. Reza Pahlevi, produksi ASI dipengaruhi oleh asupan gizi yang dikonsumsi oleh ibu menyusui. Salah satu cara memenuhi asupan gizi agar produksi ASI meningkat adalah dengan mengonsumsi daun kelor.

“Kandungan dari daun kelor memiliki sifat untuk meningkatkan produksi ASI. Selain itu, daun kelor juga mengandung berbagai vitamin dan mineral. Ada asam amino juga yang bisa menunjang gizi ibu yang sedang menyusui,” kata dr. Reza.

Daun kelor sejak lama digunakan untuk meningkatkan suplai ASI pada ibu menyusui. Sebab, daun kelor memiliki zat galactagogue yang dapat bantu mengoptimalkan produksi ASI.

Tidak hanya dapat meningkatkan produksi ASI, daun kelor juga bisa memberikan beragam manfaat ini pada ibu menyusui:

1. Memenuhi Kebutuhan Kalsium

Ibu menyusui membutuhkan dosis kalsium ekstra. Selain untuk menunjang produksi ASI, kalsium juga bermanfaat bagi kesehatan tulang ibu menyusui dan menunjang tumbuh kembang bayi yang optimal.

Artikel lainnya: Ini Dia Superfood Versi Lokal yang Layak Anda Konsumsi

2. Mencegah Kelelahan

Daun kelor mengandung zat besi yang sangat penting bagi ibu menyusui. Jumlah zat besi yang cukup dalam tubuh dapat membantu ibu dalam mengatasi kelelahan.

Selain itu, wanita yang baru saja melahirkan cenderung kehilangan banyak darah selama persalinan. Daun kelor dapat membantu tubuh memproduksi darah berkat kandungan zat besi di dalamnya.

3. Membantu Pembekuan Darah

Daun kelor kaya vitamin K yang dapat membantu proses pembekuan darah. Hal ini penting bagi ibu yang baru saja melahirkan agar terhindar dari perdarahan abnormal.

4. Menjaga Kesehatan Rahim

Mengonsumsi daun kelor juga dapat bantu mengatasi nyeri persalinan. Sifat antiradang dan antibakteri di dalamnya bisa menghilangkan kelesuan rahim setelah melahirkan.

Artikel Lainnya: Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan

3 dari 4 halaman

Cara Tepat Mengonsumsi Daun Kelor untuk Ibu Menyusui

Berdasarkan dr. Reza, mengolah daun kelor untuk ibu menyusui sama seperti penanganan sayur pada umumnya, biasanya dengan cara direbus.

“Ada juga penelitian yang menggunakan tepung daun kelor. Jadi, daun kelornya dijadikan tepung terlebih dulu, kemudian ditambahkan ke dalam makanan ibu menyusui,” ucap dr. Reza.

Guna mendapatkan manfaat yang optimal, konsumsi daun kelor sebaiknya dibatasi hanya 1000 miligram per kilogram berat badan. Apabila dikonsumsi lebih dari 3000 miligram per kilogram berat badan, daun kelor malah bisa menyebabkan efek samping merugikan.

Bagi Anda yang belum terbiasa mengonsumsi daun kelor, tak ada salahnya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan menentukan seberapa banyak porsi daun kelor yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

Kabar mengenai daun kelor pelancar ASI bukanlah isapan jempol belaka. Maka, tak ada salahnya jika Anda ingin mengonsumsinya agar produksi ASI berlimpah. Tapi, jangan sampai lupa dikombinasikan dengan asupan sehat dan bergizi lainnya, ya!

Apabila Anda punya pertanyaan tentang menyusui atau hal lain yang berhubungan dengan kesehatan, silakan ajukan pertanyaan melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar