Sukses

Bisakah Anak Terkena Kanker Penis? Ini Jawabannya!

Kanker penis bisa menghantui para pria. Akan tetapi, apakah anak-anak juga dapat terkena masalah kesehatan serius ini?

Mendengar kata “kanker” saja rasanya sudah menakutkan, apalagi kalau sampai mengalaminya? Penyakit mematikan tersebut memang sangat ganas dan dapat berkembang dengan cepat.

Selain payudara dan kulit, organ lainnya yang dapat terkena kanker adalah penis. Umumnya penyakit ini terjadi pada pria dewasa. Lantas, apakah anak-anak bebas dari risiko kanker penis?

Agar lebih memahaminya, simak penjelasan berikut ini demi menjaga kesehatan organ intim anak.

1 dari 3 halaman

Apakah Anak Bisa Terkena Kanker Penis?

Menurut dr. Devia Irine Putri, kanker penis pada anak sebenarnya tidak umum terjadi. Kebanyakan kasus memang lebih ditemukan pada orang dewasa.

Hal tersebut umumnya dapat disebabkan oleh berbagai faktor risiko, salah satunya usia dewasa. Kanker penis paling sering terjadi pada pria berusia lebih dari 50 tahun.

Melansir Cancer.net, di Amerika Serikat, usia rata-rata diagnosis kanker penis adalah sekitar 68 tahun. Sekitar 80 persen pria dengan kanker penis di sana setidaknya berusia 55 tahun saat didiagnosis.

Namun, pria kulit hitam dan pria Hispanik mungkin cenderung dapat mengalami lebih awal pada usia rata-rata 60 tahun.

Di seluruh dunia, sekitar 20 persen pria yang didiagnosis kanker penis berusia di bawah 40 tahun.

Data-data tersebut menunjukkan kanker penis memang tidak umum terjadi pada anak-anak.

Artikel Lainnya: Ukuran Penis Membesar, Walau Tidak Ereksi. Jangan Gede Rasa Dulu, Bisa Jadi Kanker

Faktor usia tersebut biasanya juga diikuti dengan berbagai faktor risiko lainnya, yakni:

1. Infeksi HPV

Infeksi ini menjadi faktor risiko terpenting pada kanker penis. Aktivitas seksual dengan penderita HPV merupakan cara penularan paling umum.

Ada berbagai jenis HPV yang disebut strain. Menurut penelitian, terdapat beberapa jenis HPV yang berhubungan erat dengan kanker tertentu.

2. Merokok

Kebiasaan ini dapat berkontribusi dalam perkembangan kanker penis, terutama pada penderita HPV.

3. Fimosis

Hal ini bisa terjadi ketika kulup menjadi kencang dan sulit ditarik kembali. Orang dengan fimosis memiliki peningkatan risiko terkena kanker penis.

Kondisi tersebut kemungkinan besar dikarenakan penderita fimosis cenderung tidak dapat membersihkan penis secara menyeluruh.

Kebersihan penis yang buruk dapat meningkatkan kemungkinan peradangan kronis. Hal inilah yang dapat menyebabkan kanker.

Artikel Lainnya: Anak Laki-laki juga Perlu Vaksin HPV?

4. Smegma

Smegma adalah zat kental yang dapat terbentuk di bawah kulup. Penyebabnya yaitu sel kulit mati, bakteri, dan sekresi berminyak dari kulit.

Smegma sebelumnya diyakini dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker penis. Tetapi, hanya ada sedikit bukti yang mendukung anggapan tersebut.

5. HIV/AIDS

Ketika seseorang mengidap HIV, sistem kekebalan tubuh jadi kurang mampu melawan kanker stadium awal.

6. Pengobatan Psoriasis

Obat psoralen yang dikombinasikan dengan sinar ultraviolet dapat meningkatkan risiko kanker penis.

Artikel Lainnya: Inilah Alasan Tekuat Kenapa Anak Harus Disunat

2 dari 3 halaman

Cara Mencegah Kanker Penis Sejak Dini

Meski kasusnya sangat jarang terjadi pada anak-anak, tidak ada salahnya melakukan pencegahan kanker penis sejak dini. Beberapa langkah yang bisa dilakukan pada anak yaitu:

1. Jaga Kebersihan Penis

Menurut dr. Devia, hal pertama yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan organ intim. Bersihkan secara hati-hati dan menyeluruh di bawah kulup dengan teratur agar dapat menurunkan risiko kanker penis.

2. Hindari Gaya Hidup Buruk

Selalu terapkan pola makan dan hidup sehat pada anak. Hindari paparan rokok dan alkohol untuk membantu menurunkan risiko kanker penis.

3. Menjalani Sirkumsisi

Sirkumsisi atau sunat perlu dilakukan pada anak. Karena, sunat sebelum dewasa dapat memberikan perlindungan dari kanker penis.

Orang yang telah disunat di masa mudanya memiliki risiko kanker penis yang jauh lebih rendah.

Namun, sunat hanya bisa mengurangi risiko kanker penis, bukan menghilangkan atau mencegah secara total. Jadi, imbangi pula dengan berbagai tindakan pencegahan lainnya.

Agar kesehatan organ intim anak tetap terjaga, utamakan kebersihannya dan lakukan perawatan sesuai anjuran dokter. Segera konsultasi ke dokter bila terjadi keluhan pada penis anak.

Gunakan LiveChat di Klikdokter untuk konsultasi langsung dengan dokter spesialis anak atau dokter spesialis kulit dan kelamin lebih cepat.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar