Sukses

Alasan Pengidap TBC Lebih Rentan Terkena Virus

Para penderita TBC wajib berhati-hati! Pasalnya, mereka lebih rentan pada penularan virus. Adakah alasan khusus di balik fakta tersebut?

Tuberkulosis atau TBC merupakan infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Mikroba ini sering menyerang paru-paru dan dengan mudah menular ke orang lain. Penularan umumnya terjadi melalui udara, saat penderita memercikkan lendir ketika batuk atau bersin.

Namun, tak hanya akan mengalami masalah pada sistem pernapasan, penderita TBC juga disebut-sebut lebih rentan terserang penularan virus. Apa alasan di balik kondisi ini?

 

1 dari 3 halaman

Mengapa Penderita TBC Lebih Rentan Terinfeksi Virus?

Menanggapi hal ini, dr. Devia Irine Putri menjelaskan, “TBC tidak hanya menyerang sistem saluran pernapasan. Penyakit ini juga bisa menurunkan daya tahan tubuh penderitanya.”

Tak hanya imunitas yang menurun, seperti dikutip dari sehatnegeriku.kemkes.go.id, kondisi paru penderita TBC aktif juga lebih berisiko terinfeksi.

“Akibatnya, penderita TBC akan lebih rentan mengalami sakit, termasuk lebih rentan tertular virus COVID-19,” dr. Devia menambahkan.

Itu sebabnya, saat didiagnosis TBC, penderita perlu segera mendapatkan pengobatan selama minimal 6 bulan. Pengobatan yang terputus atau tidak selesai bisa menyebabkan bakteri kebal pada obat TB.

Artikel lainnya: Benarkah Remaja Lebih Rentan Terkena Tuberkulosis?

2 dari 3 halaman

Tips Jaga Kesehatan Penderita TBC

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan penderita TBC. Dijelaskan oleh dr. Devia, berikut ulasannya:

1. Tetap Minum Obat TBC 

Penderita TBC biasanya akan diberikan obat sesuai dengan anjuran dokter. Anda diminta rutin meminum obat guna meminimalkan risiko komplikasi atau dampak buruk dari penyakit TBC.

Namun, di masa pandemi, jadwal kunjungan rutin ke rumah sakit akan sedikit berubah. Konsultasikan kepada penyedia layanan kesehatan soal prosedur terbaik mengenai kunjungan atau kontrol rutin untuk perawatan TBC.

Jangan lupa untuk menggunakan masker dan tetap menjaga jarak dengan orang lain di mana pun Anda berada.

2. Gunakan Masker 

Penderita TBC wajib menggunakan masker saat ada di luar rumah, baik saat pandemi maupun tidak.

“Anda juga diminta untuk menjaga kebersihan diri, menjaga jarak dengan orang sekitar, dan menghindari kerumunan. Intinya tetap lakukan protokol 5M,” jelas dr. Devia Irine. 

5M sendiri adalah singkatan dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, dan menjauhi kerumunan.

Artikel lainnya: Setelah Sembuh Bisakah Tuberkulosis Datang Lagi?

3. Atur Pola Makan Sehat 

Penderita TBC diharapkan untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, seperti buah dan sayur. Selain meningkatkan sistem imunitas di dalam tubuh, makanan sehat juga bisa membantu mempercepat pemulihan penyakit TBC. 

4. Olahraga 

Punya penyakit TBC bukan berarti Anda tidak bisa melakukan olahraga. Jika dilakukan dengan tepat, penderita TBC bisa terhindar dari gangguan pernapasan saat berolahraga.

Anda juga diperbolehkan untuk olahraga di luar rumah dengan catatan tetap menjaga jarak dengan orang lain.

Beberapa pilihan olahraga yang bisa dilakukan penderita TBC, seperti yoga, jalan santai di sekitar rumah, senam, dan angkat beban ringan di dalam rumah. Batasi waktu olahraga agar Anda tidak mudah lelah, dan atur pernapasan dengan baik.

5. Kelola Stres dengan Baik 

Siapa pun bisa mengalami stres, termasuk para penderita TBC. Anda diminta untuk mengelola stres dengan baik agar daya tahan tubuh tidak menurun dan memburuk.

Lakukan kegiatan yang menyenangkan atau yang merelaksasi diri, seperti yoga. Anda juga diminta untuk beristirahat cukup guna mencegah kelelahan. 

TBC bisa membuat penderitanya lebih rentan terinfeksi virus karena imunitas yang rendah. Itu sebabnya, lakukan pengobatan TBC secara teratur hingga tuntas. Pelihara juga daya tahan tubuh dengan lima cara di atas.

Jika ingin berkonsultasi seputar topik langsung dengan dokter seputar mencegah penularan virus? Manfaatkan layanan Live Chat dari aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar