Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Figur Publik Divaksin COVID-19, Ini Dampak Psikis ke Masyarakat

Figur Publik Divaksin COVID-19, Ini Dampak Psikis ke Masyarakat

Raffi Ahmad menjadi selebriti pertama yang mendapatkan vaksin COVID-19 (13/1). Lantas, apa pengaruh influencer dalam program vaksinasi terhadap psikologis masyarakat?

Penyuntikkan vaksin COVID-19 menjadi buah bibir banyak orang. Bukan cuma karena Presiden Joko Widodo yang disuntik pertama kali, melainkan juga karena ada satu artis yang jadi penerima vaksin COVID-19 kemarin, yakni Raffi Ahmad.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kenapa pemerintah memanggil artis tersebut untuk disuntik pertama kali? Adakah pengaruhnya untuk program vaksinasi COVID-19?

 

1 dari 4 halaman

Jadi Prioritas Penerima Vaksin, Ini Pengaruhnya pada Psikologis Masyarakat

Tentunya semua keputusan yang diambil pemerintah memiliki tujuan baik, termasuk menjadikan sosok publik figur tertentu sebagai prioritas penerima vaksin.

Menurut Ikhsan Bella Persada, M. Psi., Psikolog, publik figur memiliki kekuatan dan kepercayaan dari masyarakat.

“Apalagi seperti Raffi Ahmad, sosok ini memang dikenal dan dikagumi banyak orang. Dengan mengajak dia, diharapkan bisa membuat masyarakat lebih percaya dan tertarik dengan vaksin,” jelasnya.

Ikhsan menambahkan, “Sebenarnya, masih banyak orang yang takut dan ragu soal vaksin.

Jadi, dengan memanggil figur publik, hal ini dirasa sebagai salah satu langkah untuk meyakinkan bahwa vaksin aman dan masyarakat perlu divaksin.”

Artikel Lainnya: MedFact: Vaksin Sinovac Bisa Memperbesar Penis?

Raffi Ahmad memang punya jumlah followers yang sangat banyak di Instagram (hampir 50 juta followers). Kanal YouTube-nya pun telah di-subscribe oleh 19 juta orang.

Hingga saat ini, Raffi Ahmad dan keluarganya juga masih sangat aktif di dunia pertelevisian, Jadi, kemungkinan besar apa yang dilakukannya akan ditiru oleh banyak orang, termasuk saat jadi penerima vaksin COVID-19

Pengaruh influencer terhadap masyarakat memang tak main-main. Hampir semua tren yang berkembang di masyarakat berawal dari sosok influencer.

Influencer itu sendiri tak melulu artis. Tak sedikit juga influencer atau selebgram (Instagram), selebtweet (Twitter), dan selebtok (TikTok) yang berasal dari kalangan biasa. Meski bukan artis, mereka punya jumlah pengikut yang tak kalah banyak.

Masyarakat mengikuti mereka di media sosial karena tertarik dengan konten yang mereka buat.

Karena itulah, bila ingin menarik perhatian masyarakat, banyak pihak yang cenderung akan bekerja sama dengan influencer.

Artikel Lainnya: Catat, Pengidap Penyakit Komorbid Ini Tak Boleh Terima Vaksin Sinovac

2 dari 4 halaman

Akankah Menimbulkan Kecemburuan Sosial di Masyarakat?

Ketika artis dan influencer dijadikan sebagai prioritas penerima vaksin COVID-19, tak bisa dimungkiri beberapa orang pasti kurang suka dengan keputusan itu.

Akan tetapi, jumlah yang pro dengan keputusan pemerintah mungkin lebih banyak dibanding yang kontra.

“Hal semacam ini juga sepertinya tak akan menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. Karena, masyarakat juga sudah diinformasikan lebih dulu tentang siapa saja penerima vaksin COVID-19 gelombang pertama,” kata Ikhsan.

Justru, apabila hasilnya baik, hal ini akan semakin meyakinkan masyarakat untuk tidak ragu lagi saat disuntikkan vaksin.

“Meskipun presiden atau influencer sudah disuntik sampai disiarkan secara langsung, memang pasti ada saja yang memberikan respons negatif. Sederhananya, tidak ada jaminan bahwa siaran langsung dan tokoh yang disuntik bikin masyarakat langsung tertarik,” jelas Ikhsan.

“Hal itu tidak jadi masalah. Yang menjadi masalah atau bahaya adalah ketika masyarakat memercayai berbagai hoax vaksin tanpa mencari tahu kebenaran,” tambahnya.

Artikel Lainnya: Pantangan Minum Alkohol Usai Divaksinasi COVID-19, Ini Faktanya!

3 dari 4 halaman

Apa Anda Mudah Terpengaruh Influencer?

Sangat mudah untuk menentukan apakah Anda sudah terpengaruh influencer atau tidak.

Jika Anda menyetujui, menyalin pola pikir influencer, dan langsung mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari, maka Anda memang sudah terpengaruh.

Selama influencer yang diikuti memberikan contoh positif, hal itu tak jadi masalah. Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah siapa sosok yang Anda pilih.

Oleh karena itu, lebih bijaksanalah dalam memilih tokoh yang hendak diikuti. Sebab, pengaruh influencer pada masyarakat memang tak main-main. Jangan sampai Anda mendapat pengaruh buruk dari tokoh yang punya kebiasaan buruk juga.

Ingin bertanya seputar vaksin COVID-19 langsung kepada dokter? Gunakan fitur LiveChat. Anda juga bisa cari tahu info RS rujukan dan tes PCR di Pusat Informasi COVID-19 Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar