Sukses

Keluar Air Mata Saat Melakukan Swab Test, Wajarkah?

Beberapa orang sampai mengeluarkan air mata selama dan setelah menjalani swab test. Apakah hal ini wajar? Yuk, simak penjelasan medisnya di sini.

Tentu kini Anda tak lagi asing dengan istilah swab test. Ya, metode ini dinilai yang paling akurat dalam mendeteksi infeksi virus corona dalam tubuh. Namun, kalau diperhatikan, banyak orang yang menangis—atau mata terlihat berkaca-kaca—selama dan setelah tes usap dilakukan.

Apakah itu termasuk salah satu efek swab test? Yuk, kita cari tahu jawaban dokter soal ini.

 

1 dari 3 halaman

Mengenal Prosedur Swab Test

Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya Anda mengetahui langkah dan prosedur swab test terlebih dahulu.

Seperti dijelaskan oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, swab test dilakukan untuk mendeteksi keberadaan virus atau bakteri penyebab penyakit tertentu, salah satunya virus corona.

Pengambilan swab test dilakukan oleh dokter atau tenaga medis sesuai dengan prosedur yang diterapkan oleh WHO.

“Pertama, biasanya dokter akan meminta pasien untuk sedikit mendongakkan kepala, agar proses pengambilan swab ataupun sampel lendirnya lebih mudah,” kata dr. Iqbal.

Selanjutnya, dokter atau pemeriksa akan memasukkan alat swab yang menyerupai cotton bud tapi sedikit lebih panjang. Hal ini untuk menjangkau bagian atas tenggorokan yang terletak di belakang hidung atau disebut nasofaring.

Artikel lainnya: Bahaya Swab Test Mandiri Tanpa Bantuan Tenaga Kesehatan Terlatih

Setelah itu, dokter atau pemeriksa akan sedikit menggerakkan atau memutar alat swab beberapa kali, kurang lebih 10-15 detik. Tujuannya agar lendir tersebut bisa menempel di alat swab.

Setelah pengambilan lendir, dokter akan menarik alat swab tadi secara perlahan. Sampel yang diambil akan dimasukkan ke dalam tabung plastik dan ditutup rapat. 

“Tabung itu akan dibawa ke laboratorium, diolah, lalu dimasukkan ke dalam alat khusus PCR. Nanti hasilnya akan diketahui 1-2 hari ke depan,” ujar dr. Iqbal. 

Dia juga menambahkan, swab test memiliki tiga tahapan. Pertama, proses pengambilan sampel. Yang kedua, dokter akan mengekstraksi materi genetik dari sampel, lalu penggandaan atau memperbanyak dari materi genetik tersebut.

“Yang terakhir adalah pembacaan hasil. Nanti diketahui hasilnya itu positif atau negatif,” dr. Iqbal menjelaskan.

Artikel lainnya: Hasil Tes Swab di Hidung Kanan dan Kiri Berbeda, Ini Alasannya!

2 dari 3 halaman

Efek Swab Test Bikin Menangis, Ini Alasannya

Mungkin bagi Anda yang pernah swab test sudah paham mengapa bisa sampai mengeluarkan air mata. Namun, Anda yang belum pernah mungkin bertanya-tanya mengapa beberapa orang menangis saat swab test? Apakah benar sesakit itu?

Dokter Iqbal menjelaskan bahwa proses swab test COVID-19 itu mengenai atau merangsang bagian kelenjar air mata yang ada di belakang hidung. Hal inilah yang mengakibatkan seseorang mengeluarkan air mata saat menjalani tes usap.

Ketika seseorang melakukan swab test virus corona dengan metode reaksi rantai polimerasi (PCR), alat pendeteksi dimasukkan melalui rongga hidung dan mulut.

Tentu seseorang akan merasa sedikit tidak nyaman, seperti digelitik atau ditusuk oleh alat swab. Bila seseorang mengeluarkan air mata saat di-swab, hal itu adalah normal.

Karena itu, petugas akan meminta Anda mendongakkan badan, tetap tenang, dan tidak tegang agar rasa sakit serta ketidaknyamanan bisa diminimalkan. Setelah tes usap selesai dilakukan, rasa sakit tersebut akan berangsur menghilang.

Terus ikuti perkembangan COVID-19 dan vaksinnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter. Anda juga bisa memanfaatkan layanan Live Chat untuk berkonsultasi langsung dengan dokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar