Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Anak Tak Mau Makan dan Susah Menelan, Waspada Penyakit Herpangina

Anak Tak Mau Makan dan Susah Menelan, Waspada Penyakit Herpangina

Anak rewel, tak mau makan, dan susah menelan? Waspada, mungkin itu merupakan tanda penyakit herpangina. Kenali dan atasi agar tak terus mengganggu anak.

Anak terus-menerus rewel dan tidak mau makan? Jangan-jangan, hal tersebut dilakukan anak sambil memegang tenggorokannya? Jika demikian, mungkin ia mengalami penyakit herpangina.

Penyakit berupa bisul dan lecet di tenggorokan itu memang rentan dialami oleh anak di usia 3 hingga 10 tahun.

 

1 dari 5 halaman

Penyebab Herpangina pada Anak

Lecet atau bisul di belakang tenggorokan dan langit-langit mulut si kecil disebabkan oleh infeksi virus dari kelompok Enterovirus, seperti Enterovirus 71, Echovirus, serta Coxsackievirus A dan B. 

Herpangina termasuk penyakit yang menular. Tujuh hari setelah terinfeksi merupakan masa-masa yang paling menular. Bisa saja di dalam tujuh hari itu belum ada gejala, karena masih masa inkubasi. Kendati demikian, di masa itulah penyakit sangat mudah menular. 

Saat sudah muncul gejala, orangtua sebaiknya memisahkan anak yang sakit dengan anggota keluarga lain yang sehat agar tidak saling bersentuhan. Pasalnya, penyakit ini dapat pula menular ke orang dewasa meski risikonya tergolong kecil.

Faktanya, herpangina sering terjadi di musim panas. Oleh karena itu, anak-anak yang tinggal di negara tropis lebih berisiko mengalami infeksi virus ini. 

Anak yang kerap menggunakan fasilitas bermain bersama, dan mereka yang jarang mencuci tangan lebih rentan terinfeksi herpangina.

Artikel Lainnya: Bayi Susah Menelan, Harus Bagaimana Mengatasinya?

2 dari 5 halaman

Bagaimana Gejala Herpangina?

Herpangina dapat menimbulkan gejala berbeda-beda. Namun secara umum, berikut adalah beberapa gejala herpangina pada anak yang sering ditemukan:

  • Tenggorokan anak nyeri
  • Tak nafsu makan dan susah menelan karena tenggorokan meradang
  • Dehidrasi sehingga anak mengalami mulut kering dan urine berwarna gelap
  • Demam 
  • Sakit kepala
  • Kelenjar getah bening bengkak
  • Badan lemas dan tak berkeinginan untuk beraktivitas
  • Muntah
  • Terdapat benjolan kecil menyerupai bisul di langit-langit mulut dan tenggorokan. Area ini biasanya juga jauh lebih merah daripada biasanya.

Artikel Lainnya: Jangan Abaikan 5 Gejala Sakit Tenggorokan Ini

3 dari 5 halaman

Bagaimana Cara Mengatasi Herpangina pada Anak?

Tidak ada obat khusus untuk mengobati herpangina pada anak. Selama gejalanya belum parah, orangtua bisa melakukan perawatan di rumah. Berikut langkah-langkahnya:

  • Kumur Air Garam Hangat

Berkumur dengan air garam hangat secara teratur bisa membantu mengurangi rasa nyeri sekaligus membersihkan mulut dan tenggorokan. 

Lakukan beberapa kali dalam sehari dan terus lakukan sampai gejala mereda. 

  • Perbanyak Asupan Air Putih 

Cegah dehidrasi pada anak dengan memberikannya air putih dalam jumlah cukup. 

Air putih yang diberikan sebaiknya tidak bersuhu dingin atau panas. Lebih baik berikan air putih yang bersuhu ruang.

  • Berikan Makanan Ini

Saat sakit herpangina, anak susah mengonsumsi dan menelan makanan padat atau banyak bumbu. 

Oleh sebab itu, lebih baik berikan buah pisang, bubur, sayuran yang dikukus agak lembut, dan biskuit yang dilembutkan dengan susu. 

Berdasarkan dr. Sepriani Timurtini Limbong, orangtua sebaiknya tidak memberikan makanan yang bisa mencetuskan peradangan. 

Beberapa contoh makanan tersebut, yaitu makanan pedas dan asam, makanan kering, daging olahan, makanan dan minuman manis, serta makanan berminyak dan berlemak tinggi. 

  • Berikan Obat Ini

Untuk mengatasi demam dan nyeri yang dirasakan anak, orangtua bisa memberikan parasetamol atau ibuprofen yang dijual bebas di apotek. 

Perhatikan indikasi dan patuhi aturan pakai yang biasanya tertera di label kemasan.

Artikel Lainnya: Apa Penyebab Radang Tenggorokan pada Anak?

4 dari 5 halaman

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan tunda ke dokter bila demam anak tak kunjung turun, apalagi jika selalu di atas 39 derajat Celsius. 

Apabila nyeri tenggorokan tak kunjung membaik setelah diberikan pengobatan rumahan selama 5 hari, anak muntah-muntah dan mengalami dehidrasi parah, lebih baik segera bawa ke rumah sakit. 

Dokter akan memberikan pengobatan yang lebih efektif dan sesuai gejala. 

Untuk meredakan nyeri di mulut dan tenggorokan, dokter biasanya akan memberikan krim atau anestesi topikal (oles). Dengan perawatan yang tepat, keluhan herpangina pada anak diperkirakan dapat hilang dalam waktu seminggu. 

Jangan anggap sepele herpangina, apalagi jika sudah mengalami gejala-gejala perburukan kondisi seperti yang telah disebutkan. 

“Herpangina yang berkoinfeksi dengan infeksi lain, atau herpangina dengan komplikasi berat seperti pneumonia bisa berakibat fatal pada anak,” ucap dr. Sepriani.

Tentunya orangtua tak mau hal itu sampai terjadi, bukan? Jadi, jangan menunda-nunda untuk mengobati anak yang mengalami herpangina, apalagi jika gejalanya tampak berat.

Waspada dan kenali gejala herpangina pada anak. Segera bawa si kecil berobat ke dokter apabila gejala tampak berat. Jika butuh tuntunan lebih lanjut sehubungan dengan penyakit tersebut, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar