Sukses

Pubertas Dini pada Anak, Penyebab dan Efeknya

Suara si kecil memberat atau ia mengalami menstruasi di usia terlalu dini? Mungkin, itu merupakan tanda pubertas dini. Kenali dan waspadai!

Anak perempuan usia 8 hingga 13 tahun dan laki-laki usia 9 hingga 14 tahun, biasanya akan mengalami perubahan besar pada tubuhnya. Keadaan ini dikenal dengan pubertas.

Namun pada beberapa anak, pubertas dapat terjadi lebih cepat dari rentang waktu tersebut. Medis menyebut keadaan ini sebagai pubertas dini.

Seorang anak perempuan dikatakan mengalami pubertas dini apabila mengalami gejala pubertas saat usianya kurang dari 8 tahun. Sedangkan pada anak laki-laki, mereka dikatakan mengalami kondisi tersebut apabila mengalami gejala pubertas sebelum usia 9 tahun.

1 dari 3 halaman

Penyebab Pubertas Dini pada Anak

Menurut dr. Devia Irine Putri, secara umum terdapat dua hal yang dapat menjadi faktor penyebab pubertas dini pada anak.

  1. Central Precocious Puberty (CPP)

Kondisi ini terjadi ketika pelepasan hormon GnRH yang terlalu awal. Penyebab pelepasan hormon tersebut masih belum diketahui pasti hingga saat ini.

"Adanya tumor, infeksi, hidrosefalus, hipotiroid kongenital, hiperplasia adrenal kongenital, atau masalah di otak dan sumsum tulang belakang diduga sebagai pemicunya," ungkap dr. Devia.

Artikel Lainnya: Anak Perempuan Sekarang Lebih Cepat Alami Pubertas, Benar atau Tidak?

  1. Peripheral Precocious Puberty (PPP)

Penyebab pubertas dini ini berhubungan dengan kelainan genetik, tumor di kelenjar adrenal atau pituitari, dan tumor atau kista di organ reproduksi.

Pubertas dini memiliki tanda-tanda awal yang serupa dengan pubertas normal. Hal yang menjadi pembeda adalah waktu terjadinya.

Adapun tanda pubertas pada anak perempuan, yaitu:

  • Payudara mulai tumbuh 
  • Menstruasi, biasanya tidak sampai 2 atau 3 tahun setelah gejala awal mulai

Sementara itu, gejala pubertas pada anak laki-laki adalah sebagai berikut:

  • Testis, penis, dan skrotum mulai tumbuh
  • Suara menjadi berat

Pada kelompok anak perempuan dan laki-laki, pubertas yang mereka alami juga umumnya ditandai dengan munculnya jerawat, dan memiliki bau badan seperti orang dewasa.

Artikel Lainnya: Tips Mempersiapkan Anak Perempuan Memasuki Pubertas

2 dari 3 halaman

Menyingkap Efek Pubertas Dini pada Anak

Tidak hanya menyebabkan perubahan bentuk tubuh, pubertas dini pada anak juga bisa menyebabkan berbagai efek lainnya.

Dampak anak-anak mengalami pubertas dini adalah sebagai berikut:

  1. Masalah Sosial dan Emosi

"Cenderung malu atau merasa tidak percaya diri karena tubuhnya berbeda dengan anak-anak sebayanya," ujar dr. Devia.

  1. Tubuh Lebih Pendek

Berdasarkan dr. Devia, anak yang mengalami pubertas dini akan memiliki tubuh yang lebih pendek dibanding anak-anak lain.

Hal ini disebabkan pertumbuhan tulang yang cepat matang namun cepat berhenti sebelum waktunya.

Artikel Lainnya: Anak Laki-laki Telat Puber, Adakah Efeknya bagi Kesuburan Nanti?

  1. Stres

Karena memiliki bentuk tubuh yang berbeda dari anak lain seusianya, mereka yang mengalami pubertas dini bisa saja merasa tertekan hingga akhirnya stres.

  1. Risiko Kanker Payudara

Penelitian yang terbit dalam Journal of Adolescent Health pada September 2020 silam menemukan hubungan antara pubertas dini pada anak perempuan dan peningkatan risiko kanker payudara di kemudian hari.

Meski masih butuh studi lanjutan untuk memastikannya, keadaan tersebut harus diwaspadai sebelum benar-benar terjadi.

Pubertas dini tak hanya mengubah bentuk tubuh anak. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan berbagai masalah kesehatan lain, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Oleh karena itu, setiap orangtua perlu mewaspadai adanya pubertas dini pada anak. Apabila butuh saran dan bantuan menghadapi kondisi ini, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar