Sukses

Anak Sering Buang Air Besar Setelah Makan, Normalkah?

Si kecil sering buang air besar setelah makan. Apakah ini hal yang normal terjadi atau ada masalah kesehatan yang mendasari? Temukan jawabannya di sini.

Buang Air Besar (BAB) adalah salah satu kegiatan alami yang dilakukan setiap hari oleh manusia. Mulai dari bayi hingga lansia, bisa buang air besar dalam jumlah satu sampai dua kali dalam sehari.

Akan tetapi, bagaimana jika bayi selalu buang air besar setelah makan atau menyusui? Apakah kondisi tersebut normal? Mari ketahui jawaban dokter melalui ulasan berikut ini.

 

1 dari 3 halaman

Normalkah Jika Bayi Selalu Buang Air Besar Setelah Makan?

Menurut dr. Devia Irine Putri, buang air besar setelah makan merupakan kondisi yang normal.

Orang tua tidak perlu merasa cemas melihat anaknya selalu BAB setelah makan. Kondisi ini bisa terjadi karena anak masih memiliki refleks gastrokolik.

“Bayi BAB setelah makan itu normal. Kondisi ini bisa disebut dengan refleks gastrokolik, yakni refleks tubuh di mana ketika lambung diisi, maka usus besar akan terangsang. Akibatnya, timbul sensasi ingin buang air besar,” jelas dr. Devia.

“Tak masalah kalau setelah makan langsung BAB. Tapi, ini bukan berarti mengeluarkan makanan yang baru saja dimakan. Makanan yang masuk untuk bisa sampai ke anus itu butuh 3 hingga 4 jam. Jadi yang dikeluarkan itu adalah makanan yang sebelumnya,” jelas dr. Devia.

Artikel Lainnya: Ini Sebabnya Anda Buang Air Besar Setelah Makan

Mengutip laman Baby Center, bayi yang diberikan ASI juga lebih mungkin untuk buang air besar setelah menyusu ketimbang bayi yang diberikan susu formula.

Sebab, kandungan susu formula lebih sulit untuk dicerna sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk melewati sistem pencernaan bayi.

Lagi-lagi, Anda tidak perlu khawatir ketika bayi langsung buang air besar setelah mereka minum ASI karena ini adalah normal.

Orangtua juga harus memerhatikan suatu hal, jika berat badan bayi masih stabil bahkan naik, maka ini kondisi yang normal.

Jika berat bayi Anda terus turun setelah buang air besar ini bisa menandakan kondisi kesehatan yang serius.

Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), BAB setelah makan tidak akan menyebabkan penurunan berat badan si kecil.

Selama bentuk feses anak masih normal dan teksturnya seperti buah pisang atau pasta, tandanya anak masih dalam kondisi sehat.

Artikel Lainnya: Balita Sulit BAB Akibat Makan Pisang, Ini Penjelasannya!

2 dari 3 halaman

BAB yang Harus Diwaspadai

Dokter Devia juga mengimbau orangtua untuk memerhatikan kebiasaan BAB anak. Apabila frekuensi BAB semakin sering (misalnya lebih dari 4 kali dalam sehari) serta konsistensi fesesnya berubah, maka kondisi ini perlu dikonsultasikan ke dokter.

Selain itu, jika feses anak jadi lebih cair atau terdapat lendir dan darah, orang tua harus segera memeriksakan bayi ke dokter. Dikhawatirkan, kondisi feses yang tak normal ini disebabkan oleh diare.

Umumnya, diare yang dialami bayi akan sembuh dengan sendirinya. Bila diare tidak kunjung sembuh dalam satu waktu minggu, segera bawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan tepat. Sementara itu, tetap berikan bayi Anda ASI seperti biasa agar ia tidak dehidrasi.

Apabila si kecil sudah berusia lebih dari enam bulan, berikan air mineral cukup dan makanan yang kaya akan serat.

Misalnya, pisang dan pepaya guna membantu melancarkan sistem pencernaannya. Temukan informasi kesehatan lainnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar