Sukses

Dampak Virus Corona Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut

Tidak hanya berpengaruh pada sistem pernapasan, tapi dampak virus corona juga memengaruhi kesehatan gigi dan mulut manusia.

Sejak muncul di akhir tahun 2019, virus corona diketahui langsung menyerang dan merusak organ paru. Sayangnya, tidak hanya kesehatan paru-paru saja yang terancam, banyak organ tubuh lain yang ikut terdampak.

Menurut beberapa kabar terbaru, kesehatan gigi dan mulut dapat menurun akibat infeksi virus corona. Benarkah demikian?

 

1 dari 3 halaman

Hubungan Virus Corona Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut

Dilansir dari New York Times, salah satu pasien yang sembuh dari infeksi virus corona melaporkan gejala long covid berupa nyeri otot dan gigi copot.

Lalu, diwartakan Huffington Post, beberapa pasien COVID-19 mengalami kondisi kesehatan mulut dan gigi yang memburuk.

Setelah pulih dari COVID-19, kondisi gigi dan gusi penyintas jadi tak sehat, warna gigi mereka berubah lebih gelap, dan ada yang mengaku giginya jadi copot.

Selanjutnya, sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of California Dental Association pada Oktober 2020 lalu juga menunjukkan, pasien virus corona dengan penyakit gusi bawaan lebih berisiko lebih tinggi mengalami gagal napas.

Lantas, apa hubungan COVID-19 dengan kondisi mulut dan gigi? Mengutip laman Health Care Utah University, penelitian terbaru mengatakan penyakit gusi dapat menyebabkan pasiennya mengalami komplikasi lain di tubuh.

Artikel Lainnya: Ini yang Terjadi saat Virus Corona Menginfeksi Mulut

Penyakit gusi dapat memengaruhi struktur pendukung gigi seperti jaringan gusi dan tulang di sekitar gigi.

Umumnya, tubuh akan merespons infeksi di gusi lewat peradangan. Adanya peradangan ini menyebabkan munculnya badai sitokin.

Badai sitokin terjadi ketika tubuh mengalami peradangan dan mengeluarkan sel kekebalan tubuh dalam jumlah banyak.

Respons peradangan yang berlebihan dapat menghancurkan jaringan dan sel-sel, termasuk di bagian mulut. Tak dimungkiri Anda bisa terkena komplikasi kesehatan lainnya, termasuk kondisi COVID-19 yang semakin parah.

Menanggapi hal ini, drg. Wiena Manggala Putri mengatakan masih terlalu dini untuk mengonfirmasikan hubungan yang jelas antara virus corona dan kesehatan mulut.

Dokter dan ahli masih membutuhkan lebih banyak data serta penelitian lebih lanjut guna mengetahui dampak COVID-19 terhadap gigi.

Artikel Lainnya: Awas, Tak Bisa Rasakan Pedas Bisa Jadi Gejala COVID-19!

2 dari 3 halaman

Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut Selama Pandemi

Kendati masih belum jelas hubungannya, menjaga kebersihan gigi dan mulut selama masa pandemi ini sifatnya penting.

Ada pun beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Berikut yang dianjurkan oleh oleh drg. Wiena:

  1. Menyikat gigi rutin sebanyak 2 kali sehari. Jangan lupa juga membersihkan sela-sela gigi minimal 1 kali dalam sehari. Berkumur dengan obat kumur untuk menyempurnakan pembersihan gigi minimal 1 kali sehari.
  2. Konsumsi makanan yang sehat seperti buah dan sayur. Anda diminta untuk menghindari makan makanan yang dapat merusak kesehatan gigi, seperti makanan manis dan keras.

Jika makan-makanan yang manis, imbangi dengan makanan yang sehat dan jangan lupa untuk membersihkan gigi secara teratur seperti poin pertama.

  1. Jangan lupa mengganti sikat gigi secara berkala, yakni setiap tiga bulan sekali. Hal ini mencegah virus/bakteri yang menempel pada sikat tidak masuk ke dalam mulut.

Artikel Lainnya: Inilah Sederet Manfaat Jahe untuk Ibu Menyusui

  1. Tetap lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi untuk mengetahui perkembangan kesehatan gigi Anda.

Namun tetap diingat, jangan lupa untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti pakai masker saat mengantri di dokter gigi, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan orang lain.

Sehabis pergi dari rumah sakit, jangan lupa juga untuk segera mandi dan meletakkan baju ke dalam bak cucian.

Itu dia beberapa fakta medis mengenai kesehatan gigi yang bisa terdampak selama masa pandemi.

Cari tahu informasi kesehatan gigi dan mulutnya lainnya dengan membaca artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar