Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Komunitas KILLCOVID19, Bergerak Bersama Melawan COVID-19

Komunitas KILLCOVID19, Bergerak Bersama Melawan COVID-19

Beragam tantangan mengiringi perjalanan Indonesia melawan virus corona. KILLCOVID19 hadir untuk membantu pemerintah menggerakkan kesadaran masyarakat.

Perang melawan virus corona sejatinya bukan hanya milik pemerintah dan tenaga kesehatan. Masyarakat juga punya peran kunci dalam memenangkan pertarungan ini. Terlebih di tengah berbagai kesulitan dalam mengatasi pandemi yang tak kunjung usai.

Atas semangat tersebut, muncullah gagasan untuk membangun komunitas COVID-19 untuk melawan virus corona. Diinisiasi oleh Adharta Ongkosaputra, pada 1 September 2020 dibentuklah Komunitas Lawan Libas COVID-19 atau KILLCOVID19.

“Kita melihat bahwa kondisi negara ini benar-benar di dalam kesulitan. Sehingga waktu bulan April, kita masuk di dalam gugus tugas bersama dengan BNPB, tetapi hanya relawan saja,” tutur CEO PT Aditya Aryaprawira itu, saat dihubungi Klikdokter, Kamis (7/1).

1 dari 4 halaman

Program KILLCOVID 19

Berdasarkan penjelasan Adharta, KILLCOVID19 dibentuk untuk mengampanyekan bahaya virus corona kepada masyarakat luas agar lebih waspada. Para relawan juga membagikan sumbangan berupa makanan, masker, hand sanitizer, dan obat-obatan bagi masyarakat.

Relawan komunitas KILLCOVID19 tersebar di beberapa provinsi di Indonesia, seperti, di Balikpapan, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Palembang, dan Medan. 

Artikel lainnya: Ibu, Lakukan Ini saat Anak Terinfeksi COVID-19

KILLCOVID19 memiliki beberapa program untuk membantu masyarakat memahami situasi pandemi di Indonesia saat ini. Program tersebut dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  1. Home Hospital

Program ini dibuat untuk tujuan edukasi, memagari supaya jangan sampai virus corona masuk ke dalam rumah. Caranya antara lain dengan memberikan pengertian mengenai protokol-protokol kesehatan yang harus dipatuhi selama pandemi.

  1. Little Circle

Kalau dalam satu rumah tangga sudah ada yang terpapar, relawan KILLCOVID19 akan membantu memutus rantai penularan itu, dengan program little circle.

Nantinya, gugus tugas KILLCOVID19 akan membantu untuk mencarikan ruangan isolasi atau memberikan obat bila harus diisolasi dari rumah.

  1. Pekan Perang Melawan COVID-19

Program Pekan Perang Melawan COVID-19 dilakukan dengan memasang spanduk-spanduk protokol kesehatan di beberapa titik strategis. Hal ini guna menyadarkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.

Dikatakan Adharta, semua program ini sudah berjalan dan dilakukan para relawan. KILLCOVID19 juga mencetak buku saku yang dibagikan secara cuma-cuma. Gerakan ini bertujuan agar masyarakat semakin paham akan situasi yang terjadi saat ini.

Artikel lainnya: Wajib Tahu, Ini Organ Tubuh yang Terdampak Virus Corona

2 dari 4 halaman

Target KILLCOVID19 dalam Pandemi Virus Corona

Target komunitas KILLCOVID19 tak main-main: nol pasien! Namun, disadari hal ini tidaklah mudah dan tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua pihak.

“Kita harus bekerja sama dengan seluruh komunitas, pemerintah, bersama-sama menurunkan jumlah pasien yang terpapar COVID-19. Menurunkan angka ini butuh waktu. Saya tidak tahu (persisnya), tapi menurut studi kami memang bisa cukup panjang,” kata Adharta.

Jadi, hal tersulit apa sih yang menghambat tercapainya target tersebut? Menurut lulusan Teknik Sipil Universitas Trisakti tahun 1980-an tersebut, tantangannya berasal dari masyarakat yang belum menaruh perhatian pada ancaman virus ini. Sebagian orang menganggap corona sebagai hal biasa. 

“Ada juga kendala ketakutan. Jadi masyarakat masih takut. Yang pertama itu takut biaya, karena belum ada penjelasan bahwa biaya ditanggung pemerintah. Selanjutnya, mereka juga takut sehingga menyembunyikan penyakit yang dialami,” ujar Adharta.

“Orang itu takut, malu, kalau ketahuan dia kena virus corona. Jadi dia berusaha menyembunyikan kondisinya. Ini sangat bahaya karena bisa menularkan ke orang lain, bahkan dirinya berisiko tinggi,” kata pria kelahiran 1958 ini lagi.

Hal inilah yang menjadi tugas relawan KILLCOVID19 untuk memberikan  masyarakat pemahaman  bahwa biaya pasien corona ditanggung pemerintah.

Artikel lainnya: Delirium, Gejala Baru COVID-19

3 dari 4 halaman

Bersatu Melawan COVID-19!

Sudah sepuluh bulan pandemi berjalan, dan belum ada tanda-tanda akan mereda. Akan tetapi, Adharta tak kehilangan harapan.

Pria yang berdomisili di daerah Kelapa Gading itu ingin masyarakat bisa hidup normal lagi dan tidak ada lonjakan pasien di rumah sakit sehingga pelayanan medis semakin baik.

“Kami juga berharap agar bisa menggalang atau menyebarkan KILLCOVID19 ini ke seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Supaya melalui gerakan ini kita bisa satu jiwa satu hati, satu tujuan untuk melawan COVID-19,” ujar Adharta.

Dia meyakini, tidak mungkin komunitasnya mengatasi COVID-19 sendiri. Seluruh komponen bangsa harus bersatu padu melawan pandemi ini akhir.

Artikel Lainnya: Syarat Terapi Plasma Konvalesen untuk Pengobatan COVID-19

KILLCOVID19 memiliki empat gugus tugas untuk memaksimalkan kerja mengedukasi dan membantu masyarakat terkait virus corona.

Keempat gugus tugas itu adalah untuk Gugus Tugas Humas, Gugus Tugas Rumah Sakit, Gugus Perlindungan Dokter, dan Gugus Penggalangan Dana.

Khusus Gugus Penggalangan Dana, Adharta menjelaskan, 90 persen sumber dana KILLCOVID19 berasal dari Yayasan Adharta. Namun, tak menutup kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi.

“Jika ada pembaca Klikdokter ada yang ingin berpartisipasi, Anda bisa mengunjungi website kami di KILLCOVID.or.id atau mengunjungi fanfage kami di Facebook, dengan kata kunci KILLCOVID 19,” jelas Adharta.

KILLCOVID19 juga bekerja sama dengan Benih Baik, yang diketuai oleh Andy F. Noya dalam menggalang dana melalui website Benih Baik.

Pada akhirnya, dia berharap agar ekonomi Indonesia bisa kembali normal, dan bisa menjalani hidup seperti dulu lagi. Untuk mencapai itu semua, Adharta mendorong masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan demi memutus mata rantai virus corona. 

Mau tahu Informasi seputar COVID-19? Anda bisa mengaksesnya di aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar