Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Sindrom Ehlers-Danlos, Kelainan Penyebab Kulit Mudah Memar hingga Robek

Sindrom Ehlers-Danlos, Kelainan Penyebab Kulit Mudah Memar hingga Robek

Mungkin Anda masih agak jarang mendengar sindrom ehlers-danlos. Kondisi ini bikin tubuh rentan memar dan kulit robek. Yuk, kenali penyebabnya.

Tubuh manusia dipenuhi dengan berbagai macam jaringan yang berfungsi untuk membantu tubuh bekerja dengan benar. Tapi, jika salah satu jaringan tersebut itu ada yang rusak, tubuh akan lebih mudah sakit, memar, cedera, dan sebagainya.

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai ketika jaringan tubuh melemah adalah sindrom Ehlers-Danlos. Kondisi apakah itu?

 

1 dari 3 halaman

Apa Itu Ehlers Danlos Syndrome?

Mengutip Mayo Clinic, Ehlers-Danlos Syndrome atau EDS merupakan sekelompok kelainan bawaan yang memengaruhi fungsi jaringan ikat. Jaringan ini termasuk kulit, sendi, dan dinding pembuluh darah.

Jaringan ikat merupakan campuran kompleks antara protein dan zat lain yang memberikan kemampuan dan elastisitas pada struktur di bawah tubuh. 

Orang yang memiliki sindrom Ehlers-Danlos biasanya memiliki persendian yang terlalu fleksibel serta kulit yang elastis dan rapuh. Hal ini bisa menjadi masalah jika Anda memiliki luka yang perlu dijahit, karena kulit tak cukup kuat untuk menahannya.

Menambahkan penjelasan ini, dr. Sara Elise Wijono, M.Res mengatakan, “Penderita Ehlers-Danlos Syndrome akan lebih mudah mengalami memar bahkan hingga kulit robek. Kondisi ini menyebabkan jaringan jadi rapuh, termasuk pada bagian kulit dan pembuluh darahnya.”

Bahkan dalam kasus berat—yang disebut sindrom vaskular Ehlers-Danlos—dinding pembuluh darah, usus, dan rahim penderita ikut rusak atau pecah.

Artikel lainnya: Kenali Bahaya Luka Dalam bagi Kesehatan Anda

Itu sebabnya, sindrom vaskular Ehlers-Danlos berpotensi menyebabkan komplikasi serius pada ibu hamil. Ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum merencanakan kehamilan. 

Dalam kebanyakan kasus, riwayat sindrom Ehlers-Danlos  dalam keluarga menjadi salah satu faktor risiko. Namun, Anda juga bisa menderita sindrom ini tanpa peran faktor genetik. 

Dengan kata lain, kerusakan gen dalam membentuk kolagen bisa saja membuat jaringan tidak terbentuk dengan sempurna. 

Ada banyak gejala sindrom Ehlers-Danlos. Namun, penyakit EDS ditandai dengan ciri-ciri umum seperti:

  • Memiliki Sendi yang Terlalu Fleksibel 

Karena jaringan ikat yang menyatukan antarsendi lebih longgar, persendian Anda dapat bergerak lebih fleksibel dari batasan normal. Akibatnya, nyeri sendi dan dislokasi jadi lebih sering terjadi. 

  • Kulit yang Terlihat Lebih Melar

Jaringan ikat yang melemah memungkinkan kulit Anda lebih meregang dari biasanya. Anda mungkin bisa menarik kulit lebih lebar. Bahkan, kulit juga akan terasa lebih lembut dan licin dari kebanyakan kulit normal. 

  • Kulit Mudah Memar dan Robek 

Kulit Anda juga lebih mudah tergores, luka, robek, dan memar. Proses penyembuhannya pun butuh waktu lebih lama dari orang normal lainnya.

Misalnya, jahitan yang sering digunakan untuk menutup luka akan robek dan meninggalkan bekas luka yang menganga. Bekas luka ini mungkin terlihat tipis dan berkerut. Tingkat keparahan gejala ini dapat bervariasi, tergantung jenis sindrom Ehlers-Danlos yang dialami.

Artikel lainnya: Penyakit Kulit yang Sering Dialami Pria

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Mengatasi EDS?

Sebelum mengobati penyakit EDS, Anda perlu mendapat diagnosis yang tepat terkait penyakit ini. Penderitanya harus melakukan serangkaian tes kesehatan di rumah sakit, termasuk melakukan uji genetik, biopsi kulit, tes darah, dan tes DNA. 

“Untuk mengatasi memar akibat penyakit EDS, Anda bisa mengompres memar dengan kain yang sudah dicelupkan ke dalam air dingin. Kompres dan pijat lembut dalam beberapa menit, dan lakukan treatment ini secara rutin,” saran dr. Sara.

“Selain itu, hindari benturan atau trauma akibat benda-benda tajam yang bisa merusak atau melukai kulit Anda,” dia menambahkan. 

Untuk mengobati sindrom Ehlers-Danlos, penderita wajib mengikuti perawatan yang sesuai dengan rekomendasi oleh dokter, misalnya:

  • Menjalani terapi fisik yang berfungsi untuk menjaga kestabilan otot dan persendian.
  • Melakukan prosedur pembedahan jika memang diperlukan untuk memperbaiki kondisi sendiri atau jaringan lainnya yang rusak.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang sudah diresepkan dokter.

Agar kulit atau sendi tidak mudah robek dan terluka, berhati-hatilah dalam beraktivitas. Hindari aktivitas berat yang memungkinkan sendi dan kulit rusak. Gunakan tabir surya untuk melindungi kulit, serta pilih sabun yang ramah untuk kulit.

Masih ingin berkonsultasi seputar topik ini? Manfaatkan layanan konsultasi Live Chat 24 Jam dari Klikdokter

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar