Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Tak Melulu Harus Jadi Leader, Ini Peran Penting Tipe Followership

Tak Melulu Harus Jadi Leader, Ini Peran Penting Tipe Followership

Selama ini Anda selalu diajarkan tentang leadership agar bisa jadi pemimpin yang baik. Tapi, tahukah Anda bahwa tipe followership juga diperlukan dan ada manfaatnya?

Kebanyakan orang tua menginginkan anaknya menjadi seorang pemimpin (leader) ketimbang pengikut (follower). Keinginan itu memang baik, tapi bukan berarti menjadi tipe followership itu buruk, lho.

Nyatanya, menjadi tipe pengikut dalam kepemimpinan juga ada memiliki banyak manfaat. Tak percaya? Ini fakta menurut psikolog!

 

1 dari 3 halaman

Tips Followership Juga Sama Pentingnya

Soal tipe leadership dan tipe followership, keduanya akan terus dibahas sampai si anak dewasa.

Ketika mereka mulai kuliah, lulus, lalu bekerja, perusahaannya pasti mewawancarai tentang kepemimpinan dalam sebuah organisasi.

Dikutip dari Psychology Today, ada sejumlah peran penting pengikut dalam kepemimpinan. Peran yang dimaksud, antara lain:

1. Tanpa Pengikut, maka Tidak Ada Kepemimpinan

Orang-orang mungkin berpikir, kepimpinan hanya dibangun oleh seorang pemimpin. Padahal nyatanya tidaklah demikian.

Kepemimpinan tidak akan ada tanpa seorang pengikut di belakangnya. Kepemimpinan juga tidak akan ada tanpa tujuan yang sama dan kekompakan antara pemimpin dan pengikut.

Jika seorang pemimpin ditinggalkan oleh pengikutnya, maka ia sudah bukan pemimpin lagi.

“Pengikut yang baik bisa mendukung pemimpinnya untuk lebih berkembang. Jadi, keduanya saling memberi manfaat,” ujar Ikhsan Bella Persada, M. Psi., Psikolog.

Artikel Lainnya: Ajarkan si Kecil Menjadi Pemimpin Sejak Dini

2. Pengikut Adalah Pihak yang Paling Banyak Mengerjakan Tugas Penting

Selesainya berbagai tugas penting hingga mencapai tujuan tak akan bisa diraih tanpa seseorang yang menerima perintah dan mengerjakannya. Ya, mereka adalah para follower.

Hanya pengikut setia dan gigih yang bisa mencapai tujuan utama. Tanpa adanya bukti kerja nyata, tujuan yang dirancang oleh pemimpin cuma angan-angan.

3. Pemimpin yang Baik Awalnya Datang dari Pengikut Pengikut yang Baik

Penelitian menunjukkan, pemimpin terbaik adalah seseorang yang juga bisa memahami sudut pandang pengikutnya. Konsep itu sangat masuk akal.

Seorang pemimpin yang memulai semuanya dari bawah dan pernah jadi tipe followership biasanya lebih bijak dalam mengambil keputusan.

Artikel Lainnya: Balita Mudah Akrab dengan Orang Asing, Tanda Ada Gangguan Psikologi

4. Pengikut Punya Kesempatan Belajar yang Lebih Banyak

Seorang tipe followership sering melakukan kesalahan. Nah, dari kesalahan-kesalahan tersebut, seorang pengikut dalam kepemimpinan jadi punya banyak kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi.

Pemimpin yang melakukan kecerobohan biasanya langsung terjatuh. Sedangkan, seorang pengikut masih akan diberikan kesempatan lebih dari satu kali untuk memperbaiki kesalahannya.

5. Pengikut Adalah Generasi Pemimpin Berikutnya

Bertahun-tahun menjadi seorang pengikut pasti banyak hal yang dipelajari dan dikembangkan.

Mereka belajar tentang kepemimpinan dengan cara mengikuti. Apabila pemimpinnya hebat, maka makin besar potensi yang tumbuh dari para pengikutnya.

“Orang yang akan menggantikan saya akan jauh lebih siap untuk memimpin daripada saya sendiri. Pasalnya, dia sudah banyak belajar selama ini dan saya memang memastikan hal itu harus terjadi,” kata Profesor Psikologi Kepemimpinan di Claremont McKenna College, Amerika Serikat, Ronald E. Riggio, Ph.D., kepada Psychology Today,

Artikel Lainnya: Mengapa Batita Suka Menggigit?

2 dari 3 halaman

Meski Punya Peran Penting, Perlukah Followership Diajarkan Sejak Dini?

Meski Punya Peran Penting, Perlukah Followership Diajarkan Sejak Dini?

Ada faktor utama kenapa hingga kini masih banyak orang tua yang enggan mengajarkan tipe followership kepada buah hatinya.

Orang tua khawatir, dengan mengajarkan hal tersebut sejak dini, anak tumbuh menjadi pribadi yang penakut, tidak berani ambil keputusan, dan tidak kreatif.

Lantas, benarkah tanggapan tersebut? Apa sebaiknya peran pengikut dalam kepemimpinan ini diajarkan ketika sudah besar saja? Atau, tidak perlu sama sekali dibahas dan hanya perlu didapatkan dari pengalaman sendiri saja?

“Pada dasarnya, setiap anak perlu perlu didorong menjadi seseorang yang mandiri dan bisa membuat keputusannya sendiri,” ujar Ikhsan, menanggapi pertanyaan di atas.

“Dalam proses perkembangannya, kita juga bisa beri tahu kepada anak bahwa apapun tugas yang diberikan harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Jadi, mau jadi follower atau leader, bebas-bebas saja. Asalkan, dasar-dasar penting yang mendukung sudah dimiliki oleh anak,” tegasnya.

Kini, Anda sudah mengetahui peran pengikut dalam kepemimpinan. Apa pun peran yang nanti diambil oleh anak, yang terpenting buah hati Anda bisa melakukannya dengan tepat dan bisa bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang banyak.

Butuh konsultasi kepada psikolog mengenai pola asuh anak? Anda bisa menggunakan layanan LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar