Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Gunakan Air Masak untuk Minum Berisiko Sebabkan Stunting pada Anak?

Gunakan Air Masak untuk Minum Berisiko Sebabkan Stunting pada Anak?

Air tanah yang dimasak dan dikonsumsi sehari-hari katanya berpotensi menjadi penyebab stunting pada anak. Apakah medis setuju dengan anggapan ini? Cari tahu faktanya!

Stunting merupakan kurang gizi kronis yang terjadi saat periode awal tumbuh kembang anak. Kondisi ini membuat anak bertubuh lebih pendek, sistem kekebalan tubuhnya tidak optimal, serta lebih berisiko mengalami gangguan perkembangan otak. 

Stunting ternyata tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan anak di fase awal kehidupannya. 

Faktanya, kondisi tersebut juga bisa terjadi akibat memberikan anak air masak yang tidak higienis.

1 dari 3 halaman

Air Masak Bisa Sebabkan Stunting

Berdasarkan dr. Arina Heidyana, air masak memang terbukti bisa meningkatkan risiko stunting pada anak. Namun, menurutnya, risiko tersebut hanya dapat terjadi apabila memberikan air masak yang tidak higienis.

“Yang bisa meningkatkan risiko stunting adalah air masak dari sumur. Air dari sumur berpotensi mengandung bakteri, parasit, timah, dan bahan kimia lain yang tidak baik untuk perkembangan anak,” ujar dr. Arina.

Jenis air yang terkontaminasi oleh bahan-bahan tersebut ternyata juga bisa meningkatkan risiko diare dan berbagai gangguan kesehatan lainnya, khususnya jika diberikan secara terus-menerus.

Artikel Lainnya: Tanda Anak Stunting yang Perlu Anda Perhatikan

2 dari 3 halaman

Penyebab Stunting pada Anak

Selain akibat memberikan air masak yang berasal dari sumur, risiko stunting pada anak juga bisa meningkat akibat hal-hal sebagai berikut:

  • Kurangnya Layanan Kesehatan 

Beberapa daerah di Indonesia memang masih minim layanan kesehatan yang layak. Tak disangka, hal ini ternyata juga bisa menjadi penyebab stunting pada anak. 

Padahal, selain merawat kesehatan ibu hamil dan anak baru lahir, layanan kesehatan selayaknya juga bertugas untuk memastikan ibu mendapatkan pengetahuan yang tepat mengenai cara merawat anak di fase awal kehidupan. 

  • Tidak Mendapatkan Asupan Gizi yang Cukup 

Bayi berusia 0 hingga 6 bulan disarankan untuk mendapatkan ASI eksklusif agar kebutuhan gizi hariannya terus terpenuhi. 

Setelah si kecil berusia 6 bulan atau lebih, pemberian ASI mesti dikombinasikan dengan makanan pendamping (MPASI) yang sehat dan bergizi seimbang.

Jika salah satu hal tersebut terlewatkan, risiko anak mengalami stunting dapat meningkat berlipat ganda.

Artikel Lainnya: Penyebab dan Cara Mencegah Stunting pada Anak

  • Lingkungan Tempat Tinggal yang Kotor 

Tempat tinggal yang kotor tidak hanya berpotensi menyebabkan alergi pada anak. Keadaan tersebut turut meningkatkan kemungkinan stunting pada si kecil.

Lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya pun cenderung memiliki sanitasi yang buruk. Kondisi ini bisa menyebabkan diare dan cacingan pada anak, yang jika tidak diatasi dengan tepat dapat meningkatkan risiko stunting.

  • Infeksi yang Terjadi Berulang 

Jika anak Anda terus mengalami infeksi berulang, asupan gizi yang terdapat di dalam tubuhnya akan habis untuk melawan penyakit tersebut. 

Apabila gizi yang hilang tidak ditutup dengan konsumsi makanan sehat secara rutin dan teratur, risiko stunting dapat meningkat.

Stunting adalah masalah kesehatan anak yang mesti diwaspadai oleh setiap orang tua. Pasalnya, keadaan tersebut dapat menyebabkan gangguan jangka panjang yang mempengaruhi kualitas hidup anak secara keseluruhan.

Atas dasar itu, setiap orang tua wajib sadar akan pentingnya mencegah stunting sejak dini dengan selalu memenuhi kebutuhan gizi si kecil setiap hari. 

Jaga pula kebersihan lingkungan, dan sebisa mungkin hindari memberikan air masak yang berasal dari sumur kepada si kecil.

Segera konsultasikan kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter apabila Anda butuh saran dan bantuan terkait masalah stunting pada anak.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar